Wednesday, August 23, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 6

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pagi ini ada waktu luang karena bukan jadwalnya Miftah ke Paud. Keingetan kalau dikulkas masih ada pisang nangka yang belum diolah. Selain pengen bersih-bersih kulkas, pengen juga ada cemilan buat mengganjal perut. Pisang goreng adalah salah satu makanan kesukaan Miftah. Jadi sengaja saya ajak dia untuk ikut berpartisipasi walaupun hanya mengaduk adonan dan memotong pisang, walaupun akhirnya semua kembali dikerjakan oleh saya 😆. Setelah pisang goreng matang, kami berdua pun makan. Tapi penyajian saya sedikit beda. Pisang gorengnya saya beri sedikit susu kental manis dan ditaburi meises. Miftah pun mengikuti cara saya dan dia senang sekali karena dia bilang rasanya enak 😊

Sore hari, Khayla pun pulang dari sekolah. Bukannya mendahulukan shalat Ashar dia malah langsung main diluar, apalagi kalau temannya sudah main duluan. Tidak berapa lama kemudian khayla masuk dengan memakai sepatu roda. Saya tanya siapa pemiliknya. Sebenarnya khayla sempat ingin punya sepatu roda, tapi tidak kami kabulkan karena kami merasa sepatu roda ramenya hanya musiman saja. Sebagai gantinya kami belikan dia sepeda agar saya juga bisa memakainya.
Kalau sudah bermain dengan teman-temannya, dia jadi lupa waktu. Abai akan kewajibannya. Susah kalau saya suruh mandi atau shalat.
Seperti yang direncanakan, hari ini kami mau membuat tulisan tentang habit keluarga yang ditulis di kertas, dihias lalu ditempel didinding dan fotonya dikirimkam ke MK-nya Khayla. Sebelumnya saya sudah potong kertas karton untuk dipakai lalu saya suruh khayla untuk menggambar bunga dan daun di bagian pinggir-pinggirnya. Sementara saya yang melakukan finishing dan memberikan tulisan-tulisan dibagian tengahnya. Tulisannya adalah tentang "Habit Keluarga" dan kami memutuskan program membaca Al-quran setelah shalat magrib sebagai habit kami. Family Project-nya versi SD Hikmah Teladan nihh.. 😁. Mudah-mudahan kami selalu istiqomah dalam menjalankan habit ini

Tuesday, August 22, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 5

Bismillahirrahmaanirrahim

Pagi ini Ibu Ina; Manager Kelas-nya Khayla menanyakan di WAG 2 Quba perihal habit keluarga yang harus didokumentasikan sebelum acara Family Day di akhir September nanti. Habit ini mengingatkan saya kepada Family Project-nya IIP 😆. Semua keluarga diharuskan menulis habit apa yang akan dikerjakan. Tulis dikertas, boleh diberi hiasan, lalu ditempel didinding.

Tadinya hari ini saya akan mengajak khayla untuk membuat hiasan dikertas, karena dia memang paling pandai menggambar dan mewarnai. Tapi rencana itu terpaksa dibatalkan. Sepulang sekolah, setelah istirahat sebentar, saya ajak khayla untuk shalat Ashar. Tapi seperti biasa, adaaa saja 'drama'nya. Bukannya disegerakan, malah banyak main-mainnya. Saya yang sudah siap shalat akhirnya memutuskan untuk shalat duluan, berharap khayla menyusul. Tapi bukannya shalat, dia malah menagis karena saya tinggalkan shalat. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Khayla selalu bisa membolak-balikan keadaan. Bila diajak shalat bareng, susah..ditinggal shalat, marah dan nangis.. haduuhh saya sebenernya udah bosen liat kelakuannya yang seperti itu. Bicara baik-baik, sampai kadang sayanya jadi marah, rasanya tidak ada perubahan 😢😢. Kalau dianya yang punya keinginan, teruuuss  menuntut pada kami-orangtuanya. Giliran kami yang menuntut dia mengerjakan sesuatu, dianya malah acuh tak acuh. Sigghhh, masih jadi PR besar bagi kami untuk bisa merubah kebiasaannya yang kurang baik

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKehidupan

Monday, August 21, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 4

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin kami berkesempatan berpartisipasi di sebuah acara playdate dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. Daftarnya untuk khayla dan miftah, tapi dari malam  khayla mengeluh sakit perut. Daripada kenapa-kenapa, akhirnya khayla batal ikut.

Yang seringnya ikut playdate untuk anak-anak ini memang Miftah, karena acaranya bisa saja pas weekday, sementara hari biasa kan khayla-nya sekolah. Sengaja saya ikutkan miftah, selain dalam rangka bermain, juga untuk menambah kepercayaan dirinya agar tidak malu-malu bermain dengan peserta yang banyak, dan belum tentu sudah kita kenal.

Acara untuk peserta umur 3-4 tahun dimulai dengan Circle Time dan dongeng dari Abah Wahyu dan Bunda Dyah yang kebetulan adalah sepupu saya. Walaupun sama sekali tidak bersuara, tapi miftah mau duduk tanpa ada saya didekatnya. Lama-lama miftah memandang saya lalu mulai berdiri mau menghampiri. Saya pikir dia mau duduk dekat saya, eh ternyata dia ingin BAB. Saya langsung menggendong miftah dan membawa tas, kalau-kalau dia BAB dicelana. Soalnya jarak dari lapang tempat kita bermain ke kamar mandi, lumayan jauh. Untungnya yang saya khawatirkan tidak terjadi 😅. Sekembalinya ke tempat utama, ternyata kelompok kecil sedang memetik bunga untuk kegiatan selanjutnya. Saya pun langsung menyuruh miftah untuk ikut serta. Mereka mengambil beberapa bunga dan dikumpulkan ke Abah Wahyu. Setelah itu, dibagikanlah selembar kertas bergambar vas bunga dan lem kepada setiap anak. Jadi diatas gambar vas, dioleskan lem kemudian menempelkan bunga yang tadi sudah dipetik. Saya tahu miftah tidak begitu suka dengan lem, tapi untungnya ada Kakak dari panitia yang mau membersamai miftah menyelesaikan kegiatan pertama ini 😊

Setelah itu kami pindah ke saung yang letaknya dekat kamar mandi yang tadi kami datangi. Disini akan ada lomba makan kerupuk sambil duduk dikursi. Seperti halnya di PAUD kemarin, kali ini pun miftah ogah makan kerupuknya. Mulutnya cuma terbuka 1 cm dan kerupuk hanya menempel dibibirnya 😂😂. Saya sih tidak mau memaksa..walaupun gemas karena anak-anak disebelahnya bersemangat sekali makan kerupuknya. Yang perempuan malah lucu, dengan santainya dia makan kerupuk yang digantung sambil kedua tangannya memegang kerupuk tersebut 😁

Dari sini lanjut ke pos berikutnya. Hmm...ternyata mancing ikan-ikanan yang terbuat dari spons dan ditempeli besi dibagian mulutnya agar kail bisa melekat. Setelah menunggu antrian, akhirnya miftah kebagian juga dan dia nampak exciting apalagi karena sudah berhasil mengambil 3 ikan sesuai instruksi. Beres memancing, pindah ke sebelahnya. Disini anak-anak harus mengambil 3 uang koin yang dimasukkan kedalam container berisi air dan waterbeads. Entah kenapa, kalau berhubungan dengan air, anak-anak mah pasti merasa senang 😊. Alhamdulillah miftah juga semangat nyari koin di air, dan senyumnya tersungging saat koin sudah ada ditangannya.

Pos 1 dan 2 sudah dilewati, kami kembali ke lapang utama melanjutkan permainan. Disini anak-anak diharuskan membawa bola kecil sambil melewati rintangan sederhana yang telah disiapkan lalu memasukkannya ke kardus yang telah dilubangi dan ditempeli gambar singa yang sedang membuka mulutnya. Tidak disangka, miftah juga bersemangat dengan kegiatan ini. Walaupun bola sudah dimasukkan, miftah masih mau mengulangi permainan ini sampai beberapa kali.

Untuk kelompok dengan usia yang lebih besar, lebih seru karena ada lomba tarik tambang antara peserta laki-laki dan perempuan. Bahkan diujung acara, semua anak boleh ikut bergabung untuk ikut tarik tambang melawan Kakak-kakak panitia. Saya suruh miftah untuk ikut beragabung, tapi seperti yang sudah saya duga, miftah menolak 😆. Ya sudah lah, kita jadi penonton saja.

Sebagai penutup acara, semua diberi pin dan bendera kecil sebagai tanda telah selesainya misi yang dilakukan. Senang lagi nih, miftah, kalau soal dikasih-kasih hadiah 😁. Dipimpin Kakak panitia, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu nasional sambil tangannya mengerakkan bendera milik masing-masing. Miftah sih hanya memegang bendera saja tanpa ada keinginan untuk bersuara. Padahal saya yakin dia sudah familiar dengan lagunya, tapi malu untuk ikut nyanyi 😆.

Setelah acara selesai dan beberapa peserta sudah mulai pulang, kami masih ditempat karena menunggu dijemput Ayah. Melihat bola nganggur, saya pun mengajak miftah bermain bola dilapang. Miftah nampak asyik bermain bola. Aktifitas ini membuatnya tersenyum dan tertawa. Dan memang setelah saya tanya, kegiatan ini jadi favoritnya setelah memancing dan mengambil koin di air 😁


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga


Sunday, August 20, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 3

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin malam, entah kenapa khayla tiba-tiba ingin makan nasi goreng dari salah satu Abang Tukang Nasgor yang sering lewat didepan rumah. Walaupun saya sudah menyiapkan ikan goreng dan sedikit lauk lain, saya persilahkan saja kalau khayla memang mau beli nasgor. Tapi anehnya, malam itu tidak terdengar satupun tukang nasgor yang lewat.

Paginya, saya membuat nasi goreng kunyit untuk sarapan dengan memakai semua nasi putih yang ada. Teryata khayla masih ingin makan nasgor. Waduuhh, saya bilang aja kalau nasi putihnya sudah habis karena dibikin nasgor kunyit. Eehh khayla malah ngotot sampai merengek-rengek. Saat itu saya sedang sibuk menyetrika pakaian yang sudah menggunung sekaligus mencuci baju kotor dibantu dengan mesin cuci. Saya sedikit kesal gara-gara terus mendengar rengekan khayla tentang nasgor. Saya pun beranjak dulu untuk membuat nasi putih. Saya jelaskan kalau kita harus punya nasi putih dulu sebelum membuat nasgor. Lalu saya menyuruh khayla untuk belajar membuat nasgor sendiri (setelah nasi putih matang). Maksud saya sih biar dia inisiatif dikemudian hari untuk memasak nasgor sendiri disaat dia ingin. Diluar dugaan saya, khayla bereaksi. Dia bilang tidak bisa bikin nasgor sendiri. Saya jawab, maka itulah kita akan belajar. Khayla bilang lagi kalau dia yang memasak, rasanya tidak akan enak. Haduh, ini anak..selalu membalas semua kata-kata orangtua 😑. Saya jelaskan lagi kalau kita akan "belajar". Belajar itu adalah proses, dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak bisa menjadi bisa. Saya sedikit kecewa karena menurut pengamatan saya, khayla itu daya juangnya masih kurang. Mencari satu barang, belum juga 1 menit, sudah bilang "nggak ada". Kadang kalau disuruh mengerjakan satu pekerjaan, bilangnya "nggak bisa". Saya sih pengennya dia mau berusaha lagi lebih keras dalam mengerjakan apapun sampai akhirnya dia bisa. Dan yang paling penting, saya tidak mau dia selalu bereaksi dengan menangis dan marah. Karena menangis dan marah tidak akan menyelesaikan satu masalah, tidak akan memberi solusi. Dengan umurnya yang sudah 8 tahun, saya pikir sudah tidak seharusnya dia bersikap seperti itu. Kok sepertinya dia belum bisa berpikir dengan logika tentang banyak hal. Mengurus keperluannya sendiripun belum bisa. Padahal waktu Materi BunSay tentang Kemandirian Anak, saya sudah senang karena dia mau mengerjakan apa yang saya latihkan.
Saya ingatkan lagi, seharusnya dengan bertambahnya umur, kemampuan seseorang itu bertambah. Sudah tahu mana yang baik, mana yang kurang baik. Umur 7 tahun khayla masih sering nangis dan marah. Sekarang umur 8 tahun, sama juga, masih suka nangis dan marah. Berarti belum ada perbaikan. Seperti tidak ada motivasi dari dalam dirinya.

Setelah nasi putih matang, saya ajak khayla untuk membuat nasgor. Dianya sih sudah biasa, tidak menangis lagi, bahkan nampak exciting untuk memasak. Karena masih ada sedikit bawang bombay bekas saya masak, saya berikan untuk dia olah. Khayla pun mencuci dan mengirisnya sementara saya siapkan kompor dan wajannya. Setelah minyak panas, saya instruksikan untuk memasukkan bawang ke wajan. Lalu ketika bawang menjadi kecoklatan, saya instruksikan untuk memasukkan sepiring nasi putih. Disusul dengan memasukkan kecap dan garam. Karena cara memasaknya masih belum lihai, saya pun turun tangan untuk mengaduk nasi. Saya cicipi, nasgornya terlalu asin jadi saya tambahkan sedikit nasi lagi. Setelah nasgornya jadi, dia pun asik memakannya. Dengan rasa sedikit seperti dia inginkan dari semalam. Hhmm..coba tadi tidak usah pake drama-drama segala. Nggak perlu nangis atau marah. Sepertinya masih jadi PR niihh bagi kami, orangtuanya, agar kebiasaannya itu bisa dikurangi.



#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga




Saturday, August 19, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 2

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini ada kegiatan di PAUD Embun Pagi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Diantaranya karnaval dengan memakai kostum yang dibuat oleh orangtua dan murid. Uniknya, kostumnya terbuat dari bahan bekas. Pembuatannya kostum berlangsung di PAUD pada hari Selasa. Sebelumnya saya merasa kebingungan harus membuat kostum apa dan memakai barang bekas apa. Akhirnya saya putuskan untuk memakai kardus sebagai materialnya. Setelah googling, saya membuat 2 pilihan, membuat kostum robot atau kostum ksatria. Saya tawarkan dan perlihatkan pada Miftah kedua foto kostum tersebut. Eehh miftah malah bilang "malu...". Hadeuuhh...Bintang saya yang satu ini memang pemalu banget. Anaknya ga PD-an, apalagi kalau sama orang yang tidak begitu dia kenal. Saya yakinkan Miftah untuk tidak merasa malu karena semua teman-temannya pun sama, akan memakai kostum.

Hari H-nya, kami pun pergi ke PAUD dengan membawa pedang, tameng, dan baju ksatria yang sudah dihias. Kami datang bertepatan ketika karnaval akan segera dimulai. Langsung kostumnya saya pakaikan dan menyuruh Miftah untuk berbaris dengan teman-temannya. Walaupun tidak banyak kata, tapi Alhamdulillah miftah mau bergabung dan mulai berjalan bersama. Saat karnaval dimulai, saya kembali kerumah karena ada yang tertinggal. Begitu kembali ke PAUD, ternyata karnaval sudah selesai dan anak-anak sedang makan pisang, termasuk miftah yang memang menggemari makan pisang 😆. Walaupun di PAUD miftah jarang berbicara, tapi saya senang karena miftah sudah mau saya tinggalkan.

Selain karnaval, ada juga beberapa perlombaan yang dilakukan berpasangan antara orangtua dan anak seperti memasang kancing, balap kerupuk, dan memindahkan air dengan memakai spon. Sayangnya miftah tidak tertarik dengan balap kerupuknya. Yang lain semangat makan, mulut miftah malah tertutup 😂. Saya sih ga bisa maksa..yowisss kerupuknya saya aja yang makan 😆😆. Tapi Alhamdulillah miftah tertarik juga dengan permainan memindahkan air dari ember ke gelas. Cara mainnya, anak-anak mengambil air dengan memakai spons lalu mereka memindahkan air itu kedalam gelas yang dipegang oleh orangtua. Walaupun miftah larinya tidak begitu cepat, tapi miftah bisa jadi yang pertama yang memenuhi 2 gelas plastik dengan air. Horree..menaaangg!! Tapi lucunya, ekspresi miftahnya mah biasa aja, nggak ada senang-senangnya 😂😂.

Biarpun masih minim ekspresi, tapi miftah sangat antusias begitu ada pembagian bingkisan berupa makanan kecil 😁. Memang tidak ada yang kalah atau menang karena semua anak juga kebagian. Ditambah lagi ada teman yang berulangtahun dan membagikan juga bingkisan yang lebih banyak. Tambah senang deh, miftahnya. Begitulaahh..kalau soal makanan mah matanya miftah langsung berbinar 😊😊


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Friday, August 18, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 1

Bismillahirrahmaanirrahiim


Pagi ini tanggal 17 Agustus bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Seperti umumnya, dilingkungan rumah kami pun ada beberapa acara yang biasa digelar.
Saya berkata pada Khayla, kalau ada lomba mewarnai, dia bisa ikut berpartisipasi. Tapi bukannya bersemangat, dia malah merengek karena crayonnya ada disekolah. Saya tawarkan untuk memakai pinsil warna yang didapat dari acara Open House Jurusan Kimia ITB. Dia bilang ada disekolah juga. Saya tawarkan lagi untuk memakai crayon yang wadahnya bergambar Frozen, tapi dia menolak dengan alasan crayonnya kurang enak dipakai. Terakhir saya tawarkan lagi untuk memakai crayon merk Titi. Lagi-lagi dia menolak karena warnanya sudah tidak lengkap dan crayonnya sudah potong-potong. Saya jadi pusing mau bilang apalagi 😂. Sebenarnya saya tidak tahu juga apakah kali ini akan ada lomba mewarnai atau tidak. Yang saya tahu, Khayla memiliki kelebihan dalam hal menggambar dibanding kami, orangtuanya, jadi saya ingin dia memiliki banyak jam terbang dan pengalaman agar kemampuannya semakin terasah. Saya pikir, untuk lomba setingkat RW, tidak perlu lah, pakai crayon yang bagus. Yang penting kan proses dan hasil pengerjaannya. Terakhir dia ikut lomba mewarnai dibulan Ramadhan kemarin, hasilnya kurang sedikit lagi yang masih kosong. Sayangnya waktu sudah habis dan kertas harus dikumpulkan.

Tapi melihat reaksinya yg menangis dan marah, saya jadi kesal. Dia bilang dia tidak mau ke lapang kalau tidak mengikuti kegiatan apa-apa. Padahal saya suruh dia ke lapang, untuk mencari tahu dahulu, apakah ada lomba mewarnai atau tidak. Tapi khayla tetap pada pendiriannya. Untuk mencaikan suasana, Ayah membawa khayla dan Miftah pergi naik mobil untuk mengantar Mbah Husein cuci darah di RS. Sekembalinya mereka dari RS sekitar jam 8.30, saya masih sibuk dengan kegiatan domestik dan belum sempat ke lapangan. Akhirnya Ayah, khayla dan miftah pun pergi ke lapang. Selesai dari lapang, khayla tidak ikut pulang, katanya bertemu teman dan mengajaknya ikut Gerak Jalan. Untungnya selesai Gerak Jalan khayla kembali dulu ke rumah, karena dia belum mandi. Dia bilang dia mau ikut lomba tapi daftarnya harus dengan orangtua. Ayahpun menyuruh saya untuk ke lapang mengantarkan khayla. Baiklah, kata saya, asal anaknya mandi dulu.

Sesampainya dilapang, ternyata lomba mewarnai sudah mau dimulai dan sedang membuka pendaftaran. Saya dan khayla pun ke meja pendaftaran. Begitu khayla menempati tempat duduk khusus peserta, saya kembali ke rumah dan mengambil crayon merk Titi. Saya tidak peduli apakah crayon yang sudah patah-patah ini mau dipakai atau tidak yang penting saya sudah bawakan. Yaa akhirnya sih dia pakai juga..karena mungkin tidak ada pilihan lagi 😁. Saya perhatikan, gambarnya cukup banyak detail. Tapi anehnya khayla malah mengerjakan detail itu yang menurut saya menyita banyak waktu. Saya sarankan padanya untuk mewarnai bagian yang besar-besar dulu, baru nanti lengkapi detailnya. Saya ingin agar khayla bisa menyelesaikan tugas sebelum waktunya habis. Peserta lain sudah ada yang selesai dan kakak panitia sudah mengingatkan kalau waktunya sudah mau habis karena ada perlombaan yang lain. Sampai lomba selesai masih ada 3 anak termasuk khayla yang belum menyelesaikan mewarnainya. Tidak apa-apa sih karena menang bukanlah tujuannya. Tapi sorenya saya katakan pada khayla, dia masih belum bisa menyelesaikan pekerjaannya, sama seperti waktu perlombaan sebelumnya.

Sesudahnya khayla ingin ikut lagi perlombaan lainnya. Saya dan suami menyuruhnya untuk mendaftar sendiri tanpa kami temani karena anak-anak lain pun begitu. Awalnya khayla tidak mau tapi setelah kami yakinkan, mau juga dia mendaftar sendiri. Saya dan miftah pun pulang dulu ke rumah.

Siangnya saya kembali ke lapang untuk mengecek khayla. So far, sepengelihatan saya dan dari cerita-ceritanya, dia menikmati waktunya bersama teman-temannya, mau mengikuti beberapa permainan, bahkan mau membantu anak yang lebih kecil darinya


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Friday, August 11, 2017

Aliran rasa Menstimulus Matematika Logis Pada Anak

Bismillahirrahmaanirrahiim

Lagi-lagi merasa senang bisa mendapatkan materi BunSay kali ini. Mungkin karena mengingat saya bukanlah murid yang suka dengan pelajaran matematika. Tapi cemilan-cemilan yang diberikan membuat saya memahami kalau matematika itu ada diseputaran hidup kita, dan bukan hanya soal angka-angka. Bahkan dari usia bayi pun kita sudah bisa memberikan stimulus tentang matematika. Hal yang sebelumnya tidak saya ketahui.

Selama 10 hari tantangan ini saya mengamati kedua anak saya. Miftah yang kecil lebih banyak ceritanya karena kebersamaan dengan sayanya pun lebih lama. Walaupun beberapa kemampuannya mungkin lebih lambat dibanding anak seusianya dikarenakan Speech Delay, tapi saya yakin dia akan bisa mengejarnya.
Sedangkan untuk Khayla, dia sih mengakunya kalau pelajaran matematika yang didapat disekolah, gampang. Padahal memang target gurunya, murid-murid hanya mengenal angka sampai 500. Anak belum diharuskan untuk hapal perkalian. Sekarang ini baru penambahan dan pengurangan, dan pengenalan bilangan ratusan, puluhan dan satuan. Saya sih berharapnya anak-anak saya akan menyenangi matematika, jangan sampai seperti saya yang sebaliknya 😆