Showing posts with label IIP. Show all posts
Showing posts with label IIP. Show all posts

Thursday, August 24, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 7

Bismillahirrahmaanirrahiim

Di Paud-nya Miftah, sering ada pembagian kertas berbentuk bintang untuk anak yang mengikuti semua kegiatan dari awal. Jujur Miftah belum pernah dapat karena datangnya terlambat terus 😆. Hari ini juga Miftah datang telat lagi, karena saya tidak bisa menemukan kunci rumah dan pagar. Kan khawatir, kalau meninggalkan rumah tanpa dikunci. Tapi tadi saat bubaran, Miftah ikut mengantri untuk mendapatkan "bintang" yang hari ini bentuknya es krim. Dia tampak semangat kalau ada pembagian sesuatu, tidak mau ketinggalan 😁. Saya pikir dia tidak akan diberi, tapi Alhamdulillah, Bunda Nur memberi dan menempelkan es krim itu di baju miftah. Miftah pun keluar ruangan dan tersenyum senang pada saya. Lebih-lebih pada saat saya belanja ke warung dan miftah membeli es sungguhan 😁


Sore harinya sepulang menjemput khayla, saya teringat punya niat untuk membuat bola-bola coklat. Melihat saya membawa perlengkapan dan bahan-bahannya, khayla dan miftah langsung berkeinginan untuk ikut ambil bagian. Mereka pun bergantian menghancurkan biskuit. Lalu menuangkan susu kental manis. Bersama-sama kami membentuk adonan tersebut dan menggulingkannya ke meises. Sudah jadi deehh, bola-bola coklatnya. Saya yakin ini adalah resep yang sering dipakai untuk memgajarkan anak membuat makanan 😁.
Oiya, khayla bilang dia jadi ingin berjualan bola-bola coklat disekolah. Saya tidak menolak, tapi jangan besok dan bukan menjual bola-bola coklat yang sudah dibikin tadi. Ini cuma iseng menghabiskan biskuit yang tidak dimakan-makan 😆. Mungkin minggu depan saja kalau memang khayla mau jualan


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Monday, August 21, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 4

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin kami berkesempatan berpartisipasi di sebuah acara playdate dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. Daftarnya untuk khayla dan miftah, tapi dari malam  khayla mengeluh sakit perut. Daripada kenapa-kenapa, akhirnya khayla batal ikut.

Yang seringnya ikut playdate untuk anak-anak ini memang Miftah, karena acaranya bisa saja pas weekday, sementara hari biasa kan khayla-nya sekolah. Sengaja saya ikutkan miftah, selain dalam rangka bermain, juga untuk menambah kepercayaan dirinya agar tidak malu-malu bermain dengan peserta yang banyak, dan belum tentu sudah kita kenal.

Acara untuk peserta umur 3-4 tahun dimulai dengan Circle Time dan dongeng dari Abah Wahyu dan Bunda Dyah yang kebetulan adalah sepupu saya. Walaupun sama sekali tidak bersuara, tapi miftah mau duduk tanpa ada saya didekatnya. Lama-lama miftah memandang saya lalu mulai berdiri mau menghampiri. Saya pikir dia mau duduk dekat saya, eh ternyata dia ingin BAB. Saya langsung menggendong miftah dan membawa tas, kalau-kalau dia BAB dicelana. Soalnya jarak dari lapang tempat kita bermain ke kamar mandi, lumayan jauh. Untungnya yang saya khawatirkan tidak terjadi 😅. Sekembalinya ke tempat utama, ternyata kelompok kecil sedang memetik bunga untuk kegiatan selanjutnya. Saya pun langsung menyuruh miftah untuk ikut serta. Mereka mengambil beberapa bunga dan dikumpulkan ke Abah Wahyu. Setelah itu, dibagikanlah selembar kertas bergambar vas bunga dan lem kepada setiap anak. Jadi diatas gambar vas, dioleskan lem kemudian menempelkan bunga yang tadi sudah dipetik. Saya tahu miftah tidak begitu suka dengan lem, tapi untungnya ada Kakak dari panitia yang mau membersamai miftah menyelesaikan kegiatan pertama ini 😊

Setelah itu kami pindah ke saung yang letaknya dekat kamar mandi yang tadi kami datangi. Disini akan ada lomba makan kerupuk sambil duduk dikursi. Seperti halnya di PAUD kemarin, kali ini pun miftah ogah makan kerupuknya. Mulutnya cuma terbuka 1 cm dan kerupuk hanya menempel dibibirnya 😂😂. Saya sih tidak mau memaksa..walaupun gemas karena anak-anak disebelahnya bersemangat sekali makan kerupuknya. Yang perempuan malah lucu, dengan santainya dia makan kerupuk yang digantung sambil kedua tangannya memegang kerupuk tersebut 😁

Dari sini lanjut ke pos berikutnya. Hmm...ternyata mancing ikan-ikanan yang terbuat dari spons dan ditempeli besi dibagian mulutnya agar kail bisa melekat. Setelah menunggu antrian, akhirnya miftah kebagian juga dan dia nampak exciting apalagi karena sudah berhasil mengambil 3 ikan sesuai instruksi. Beres memancing, pindah ke sebelahnya. Disini anak-anak harus mengambil 3 uang koin yang dimasukkan kedalam container berisi air dan waterbeads. Entah kenapa, kalau berhubungan dengan air, anak-anak mah pasti merasa senang 😊. Alhamdulillah miftah juga semangat nyari koin di air, dan senyumnya tersungging saat koin sudah ada ditangannya.

Pos 1 dan 2 sudah dilewati, kami kembali ke lapang utama melanjutkan permainan. Disini anak-anak diharuskan membawa bola kecil sambil melewati rintangan sederhana yang telah disiapkan lalu memasukkannya ke kardus yang telah dilubangi dan ditempeli gambar singa yang sedang membuka mulutnya. Tidak disangka, miftah juga bersemangat dengan kegiatan ini. Walaupun bola sudah dimasukkan, miftah masih mau mengulangi permainan ini sampai beberapa kali.

Untuk kelompok dengan usia yang lebih besar, lebih seru karena ada lomba tarik tambang antara peserta laki-laki dan perempuan. Bahkan diujung acara, semua anak boleh ikut bergabung untuk ikut tarik tambang melawan Kakak-kakak panitia. Saya suruh miftah untuk ikut beragabung, tapi seperti yang sudah saya duga, miftah menolak 😆. Ya sudah lah, kita jadi penonton saja.

Sebagai penutup acara, semua diberi pin dan bendera kecil sebagai tanda telah selesainya misi yang dilakukan. Senang lagi nih, miftah, kalau soal dikasih-kasih hadiah 😁. Dipimpin Kakak panitia, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu nasional sambil tangannya mengerakkan bendera milik masing-masing. Miftah sih hanya memegang bendera saja tanpa ada keinginan untuk bersuara. Padahal saya yakin dia sudah familiar dengan lagunya, tapi malu untuk ikut nyanyi 😆.

Setelah acara selesai dan beberapa peserta sudah mulai pulang, kami masih ditempat karena menunggu dijemput Ayah. Melihat bola nganggur, saya pun mengajak miftah bermain bola dilapang. Miftah nampak asyik bermain bola. Aktifitas ini membuatnya tersenyum dan tertawa. Dan memang setelah saya tanya, kegiatan ini jadi favoritnya setelah memancing dan mengambil koin di air 😁


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga


Saturday, August 19, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 2

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini ada kegiatan di PAUD Embun Pagi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Diantaranya karnaval dengan memakai kostum yang dibuat oleh orangtua dan murid. Uniknya, kostumnya terbuat dari bahan bekas. Pembuatannya kostum berlangsung di PAUD pada hari Selasa. Sebelumnya saya merasa kebingungan harus membuat kostum apa dan memakai barang bekas apa. Akhirnya saya putuskan untuk memakai kardus sebagai materialnya. Setelah googling, saya membuat 2 pilihan, membuat kostum robot atau kostum ksatria. Saya tawarkan dan perlihatkan pada Miftah kedua foto kostum tersebut. Eehh miftah malah bilang "malu...". Hadeuuhh...Bintang saya yang satu ini memang pemalu banget. Anaknya ga PD-an, apalagi kalau sama orang yang tidak begitu dia kenal. Saya yakinkan Miftah untuk tidak merasa malu karena semua teman-temannya pun sama, akan memakai kostum.

Hari H-nya, kami pun pergi ke PAUD dengan membawa pedang, tameng, dan baju ksatria yang sudah dihias. Kami datang bertepatan ketika karnaval akan segera dimulai. Langsung kostumnya saya pakaikan dan menyuruh Miftah untuk berbaris dengan teman-temannya. Walaupun tidak banyak kata, tapi Alhamdulillah miftah mau bergabung dan mulai berjalan bersama. Saat karnaval dimulai, saya kembali kerumah karena ada yang tertinggal. Begitu kembali ke PAUD, ternyata karnaval sudah selesai dan anak-anak sedang makan pisang, termasuk miftah yang memang menggemari makan pisang 😆. Walaupun di PAUD miftah jarang berbicara, tapi saya senang karena miftah sudah mau saya tinggalkan.

Selain karnaval, ada juga beberapa perlombaan yang dilakukan berpasangan antara orangtua dan anak seperti memasang kancing, balap kerupuk, dan memindahkan air dengan memakai spon. Sayangnya miftah tidak tertarik dengan balap kerupuknya. Yang lain semangat makan, mulut miftah malah tertutup 😂. Saya sih ga bisa maksa..yowisss kerupuknya saya aja yang makan 😆😆. Tapi Alhamdulillah miftah tertarik juga dengan permainan memindahkan air dari ember ke gelas. Cara mainnya, anak-anak mengambil air dengan memakai spons lalu mereka memindahkan air itu kedalam gelas yang dipegang oleh orangtua. Walaupun miftah larinya tidak begitu cepat, tapi miftah bisa jadi yang pertama yang memenuhi 2 gelas plastik dengan air. Horree..menaaangg!! Tapi lucunya, ekspresi miftahnya mah biasa aja, nggak ada senang-senangnya 😂😂.

Biarpun masih minim ekspresi, tapi miftah sangat antusias begitu ada pembagian bingkisan berupa makanan kecil 😁. Memang tidak ada yang kalah atau menang karena semua anak juga kebagian. Ditambah lagi ada teman yang berulangtahun dan membagikan juga bingkisan yang lebih banyak. Tambah senang deh, miftahnya. Begitulaahh..kalau soal makanan mah matanya miftah langsung berbinar 😊😊


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Friday, August 18, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 1

Bismillahirrahmaanirrahiim


Pagi ini tanggal 17 Agustus bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Seperti umumnya, dilingkungan rumah kami pun ada beberapa acara yang biasa digelar.
Saya berkata pada Khayla, kalau ada lomba mewarnai, dia bisa ikut berpartisipasi. Tapi bukannya bersemangat, dia malah merengek karena crayonnya ada disekolah. Saya tawarkan untuk memakai pinsil warna yang didapat dari acara Open House Jurusan Kimia ITB. Dia bilang ada disekolah juga. Saya tawarkan lagi untuk memakai crayon yang wadahnya bergambar Frozen, tapi dia menolak dengan alasan crayonnya kurang enak dipakai. Terakhir saya tawarkan lagi untuk memakai crayon merk Titi. Lagi-lagi dia menolak karena warnanya sudah tidak lengkap dan crayonnya sudah potong-potong. Saya jadi pusing mau bilang apalagi 😂. Sebenarnya saya tidak tahu juga apakah kali ini akan ada lomba mewarnai atau tidak. Yang saya tahu, Khayla memiliki kelebihan dalam hal menggambar dibanding kami, orangtuanya, jadi saya ingin dia memiliki banyak jam terbang dan pengalaman agar kemampuannya semakin terasah. Saya pikir, untuk lomba setingkat RW, tidak perlu lah, pakai crayon yang bagus. Yang penting kan proses dan hasil pengerjaannya. Terakhir dia ikut lomba mewarnai dibulan Ramadhan kemarin, hasilnya kurang sedikit lagi yang masih kosong. Sayangnya waktu sudah habis dan kertas harus dikumpulkan.

Tapi melihat reaksinya yg menangis dan marah, saya jadi kesal. Dia bilang dia tidak mau ke lapang kalau tidak mengikuti kegiatan apa-apa. Padahal saya suruh dia ke lapang, untuk mencari tahu dahulu, apakah ada lomba mewarnai atau tidak. Tapi khayla tetap pada pendiriannya. Untuk mencaikan suasana, Ayah membawa khayla dan Miftah pergi naik mobil untuk mengantar Mbah Husein cuci darah di RS. Sekembalinya mereka dari RS sekitar jam 8.30, saya masih sibuk dengan kegiatan domestik dan belum sempat ke lapangan. Akhirnya Ayah, khayla dan miftah pun pergi ke lapang. Selesai dari lapang, khayla tidak ikut pulang, katanya bertemu teman dan mengajaknya ikut Gerak Jalan. Untungnya selesai Gerak Jalan khayla kembali dulu ke rumah, karena dia belum mandi. Dia bilang dia mau ikut lomba tapi daftarnya harus dengan orangtua. Ayahpun menyuruh saya untuk ke lapang mengantarkan khayla. Baiklah, kata saya, asal anaknya mandi dulu.

Sesampainya dilapang, ternyata lomba mewarnai sudah mau dimulai dan sedang membuka pendaftaran. Saya dan khayla pun ke meja pendaftaran. Begitu khayla menempati tempat duduk khusus peserta, saya kembali ke rumah dan mengambil crayon merk Titi. Saya tidak peduli apakah crayon yang sudah patah-patah ini mau dipakai atau tidak yang penting saya sudah bawakan. Yaa akhirnya sih dia pakai juga..karena mungkin tidak ada pilihan lagi 😁. Saya perhatikan, gambarnya cukup banyak detail. Tapi anehnya khayla malah mengerjakan detail itu yang menurut saya menyita banyak waktu. Saya sarankan padanya untuk mewarnai bagian yang besar-besar dulu, baru nanti lengkapi detailnya. Saya ingin agar khayla bisa menyelesaikan tugas sebelum waktunya habis. Peserta lain sudah ada yang selesai dan kakak panitia sudah mengingatkan kalau waktunya sudah mau habis karena ada perlombaan yang lain. Sampai lomba selesai masih ada 3 anak termasuk khayla yang belum menyelesaikan mewarnainya. Tidak apa-apa sih karena menang bukanlah tujuannya. Tapi sorenya saya katakan pada khayla, dia masih belum bisa menyelesaikan pekerjaannya, sama seperti waktu perlombaan sebelumnya.

Sesudahnya khayla ingin ikut lagi perlombaan lainnya. Saya dan suami menyuruhnya untuk mendaftar sendiri tanpa kami temani karena anak-anak lain pun begitu. Awalnya khayla tidak mau tapi setelah kami yakinkan, mau juga dia mendaftar sendiri. Saya dan miftah pun pulang dulu ke rumah.

Siangnya saya kembali ke lapang untuk mengecek khayla. So far, sepengelihatan saya dan dari cerita-ceritanya, dia menikmati waktunya bersama teman-temannya, mau mengikuti beberapa permainan, bahkan mau membantu anak yang lebih kecil darinya


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Thursday, March 30, 2017

Proyek Keluarga Day 8

Bismillahirrahmanirrahim


Hari kamis jadwalnya suami mengantar bapaknya cuci darah di Rumah Sakit. Jadi pergi dari rumahnya selalu lebih pagi dari hari lain. Sebelum pergi Pa Suami bilang kalau halaman jadi nampak bersih setelah tanaman bambu airnya dibongkar semua dan diganti dengan tanaman yang lebih kecil. Hadeuuhh beliau ga ngerasain tuuh betapa susahnya ngebongkar itu tanaman. Telapak tangan saya sampe kerasa sakit dan panas 😑. Tapi syukurlah karena komentarnya positif 😊.

Oiya, pagi ini kami bertiga sudah keluar rumah karena miftah ada kunjungan ke Pemadam Kebakaran Kota Cimahi bersama teman-teman PAUD-nya. Beres dari situ, kami ke rumah kerabat karena saya sudah janji akan memberikan benang rajut saya yang sudah lama nganggur dikardus. Daripada menuh-menuhin rumah, saya pikir lebih baik saya hibahkan saja. Sebagian lagi rencananya juga akan saya berikan pada yang lain.

Kira-kira waktu Ashar kami sudah kembali ke rumah. Baru sebentar saya beristirahat, khayla dan miftah mulai ribut. Gara-garanya khayla menyembunyikan mainan miftah dan miftah menginginkan mainannya dikembalikan. Tapi khayla tidak menuruti sampai akhirnya miftah menangis. Perseteruan belum berhenti dsitu. Khayla akan memberikan mainan miftah asalkan miftah memberikan HP yang sedang dipegangnya sewaktu melihat-lihat foto di Damkar tadi. Eehh miftahnya malah pengen dua-duanya, mainan dan HP. Hadeuh...saya yang pengen istirahat jadi kesel sama mereka berdua. Dua-duanya sama aja ga ada yang mau ngalah.
Akhirnya mereka akur lagi. Terus saya baru keingetan kalau saya belum nyiram tanaman yang baru ditanam. Bukannya tumbuh nanti malah jadi mati. Tadinya saya mau ajak anak-anak buat ikut nyiram, tapi saya masih rada bete 😆. Eh tapi miftah tahu kalau saya lagi diluar dan ngoprek tanaman. Dianya jadi pengen ikutan..khayla juga..jadi pengen ikut siram-siram. Aahh..mereka berdua. Rajinnya belum konsisten 😆😆


#TantanganHari8
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Tuesday, March 28, 2017

Proyek Keluarga Day 6

Bismillahirrahmanirrahim


Hari ini libur tanggal merah jadi semuanya ada dirumah. Waktu yang tepat untuk memulai proyek yang sudah direncanakan sebelumnya.

Khayla memilah milih buku mana yang masih bagus dan mana yang akan dibuang. Lalu menyimpannya sebagian di rak dikamarnya, sebagian lagi di rak diruang tengah. Sesudahnya lalu membersihkan mainan dihalaman. Belum ada setengahnya dia sudah mengeluh cape alasannya belum makan. Padahal dari pagi pun sudah saya siapkan sarapan tapi dianya sendiri yang nggak mau makan 😑. Setelah sempat tertunda karena khayla dan miftah malah main air, pekerjaan membersihkan mainan pun selesai setelah ayah turun tangan 😅

Saya membereskan barang-barang dimeja kerja ayah tapi selanjutnya beliau yang selesaikan karena saya kurang tahu mana yang masih terpakai dan mana yang bisa dibuang. Padahal baru beberapa waktu lalu kami membereskan rumah karena memindahkan lemari. Saat itu kami menyadari kalau barang kami sangat banyak tapi tidak ada tempat penyimpanannya. Inginnya sih renov rumah, apalagi mengingat anak-anak sudah semakin besar dan pastinya butuh kamar sendiri-sendiri. Tapi kan renov rumah butuh biaya yang tidak sedikit... jadinya ya gitu..rumah nampak selalu berantakan walaupun sudah dibereskan 😂😂.
Barang yang dibuang diantaranya boneka, mainan, baju yang sudah kekecilan, kertas dan buku yang sudah rusak, huaahh banyak banget lah pokonya. Masih pengen ada yg dibuang siihh tapi masalahnya sampah diangkut hari seminggu sekali tiap hari kamis, jadi sementara barangnya ada diluar rumah dan dan digarasi. Biasanya sih suka ada pemulung yang akan mengambil barang yang mereka inginkan.

Kira-kira waktu Ashar, kegiatan dihentikan karena kami sudah lelah dan saya ada orderan yang harus dikerjakan. Untung banget deh besok Khayla libur sekolah, jadi proyeknya akan dilanjutkan lagi besok 😉


#TantanganHari6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Sunday, March 26, 2017

Proyek Keluarga Day 4

Bismillahirrahmirrahim


Seperti biasa minggu pagi kami semua berangkat ke Salman mengantar Khayla mengikuti kegiatan PAS ITB. Yang berbeda, kali ini ayah mengajak untuk sedikit berolahraga. Katanya sih sudah lama pengen ngajak saya olahraga tapi tahu kalau saya tidak punya sepatu olahraga 😆. Akhirnya beliau membelikan saya sepatu dan pagi ini, kita bertiga jalan kaki dari Salman ke daerah Gasibu. Lumayan yaa..bolak balik Salman-Gasibu bikin kaki pegel juga.hehe

Siangnya setelah solat dan makan siang, kami pun pulang. Sebelum sampai dirumah, mampir dulu di penjual tanaman disekitar gerbang tol baros. Ternyata tanpa saya ajak, khayla sudah antusias untuk ikut memilih. Saya katakan kalau kita akan membeli tanaman yang ukurannya kecil saja agar tidak memerlukan tempat yang luas. Tapi kalau untuk berinteraksi dengan penjualnya, khayla masih belum berani, jadi tetap saya yang lalukan 😆. Mungkin pengennya khayla ditanam hari ini juga tapi saya katakan nanti saja hari selasa pas hari libur karena kita sudah lelah dan ngantuk gara-gara jalan kaki tadi 😁. Tanaman sudah dibeli, berarti besok tinggal cari kardus. Mudah-mudahan ada yaa.. 😊


#TantanganHari4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP







Friday, March 24, 2017

Proyek Keluarga Day 2

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini mencoba mendata perlengkapan yang dibutuhkan untuk proyek nanti. Kalau untuk beres-beres sih semua sudah ada. Yang paling dibutuhkan adalah beberapa dus dengan ukuran yang cukup besar untuk memisahkan barang yang sudah tidak terpakai. Rencananya mau minta ke tetangga yang membuka warung, tapi kalau tidak ada ya berarti harus beli. Tadinya mau beli pembatas buku besi untuk buku-buku khayla, tapi ternyata yang dulu dibeli pun masih ada dan masih bagus.
Untuk dibagian luar rumah, perlu gunting untuk memotong rumput. Besok kalau tidak ada halangan mau membeli tanaman dan tanah kalau-kalau diperlukan. Sepertinya tidak perlu beli pot karena akan membongkar tanaman lama dan memakai kembali potnya. Pastinya yang paling dibutuhkan adalah..tenaga kami!! Heuheu... semoga kami semua sehat agar proyeknya bisa berjalan 😉



#TantanganHari2
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Thursday, March 23, 2017

Proyek Keluarga Day 1

Bismillahirrahmanirrahim

Hmm..sesuatu banget yaa materi kali ini, karena harus melibatkan semua anggota keluarga sementara suami orangnya sibuk 😅.

Melihat kondisi rumah yang sering berantakan, saya mengusulkan agar kita semua bekerja sama beres-beres membenahi rumah. Apalagi karena beberapa waktu yang lalu dirumah ada pemasangan canopy jadi bikin halaman dan gudang diluar jadi "berantakan" juga 😆. Mainan anak-anak juga sepertinya sebagian harus dikurangi, terutama yang sudah jarang dimainkan. Buku-buku juga harus dirapikan, karena rak dibagian atas ada yang rusak, bukunya jadi tidak beraturan 😑. Yang mengatur buku dan mainan adalah tugas Khayla dibantu Miftah. Yang mengurus gudang bagiannya Ayah. Sementara saya mengurus dapur. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga menyadarkan kami akan kerapihan, kebersihan rumah, dan tanggung jawab terhadap barang milik pribadi. Oiya, berhubung tadi siang keran didapur patah dan bikin banjir, terpaksa saya lakukan proyeknya lebih dulu 😆.
Selain didalam rumah, halaman juga mau diperindah dengan tanaman baru. Kami akan bersama-sama menanam sesuatu. Jadi proyek ini bisa disebut "A better home for us" project. Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik (dan mudah-mudahan ini bisa dibilang proyek keluarga 😆)



#TantanganHari1
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunSayIIP

Monday, March 6, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 12

Bismilahirrahmanirrahim


Seperti biasa hari minggu adalah hari dimana khayla berkegiatan di Salman ITB. Materi minggu ini adalah 'Adab bepergian'. Sudah direncakan kalau semua peserta kumpul jam 7.30 dan akan berangkat dari Salman tapi belum diberitahu tujuannya kemana.

Setelah membeli bekal dikantin, saya antarkan khayla ke tempat berkumpul, lalu saya tinggalkan dan berkeliling-keliling diseputar kampus ITB dengan miftah. Dari grup WA saya baru tahu kalau ternyata semua peserta dan kakak-kakak pembinanya berjalan kaki dari Salman ke Taman Film.
Selesai dari Taman Film, pulang kembali ke Salman dan dilanjutkan dengan kegiatan per-club. Saya juga tidak tahu kegiatan kali ini apa tapi sehari sebelumnya diinstrusikan untuk membawa kipas. Tadinya saya mau mengikuti kegiatan khayla dengan club-nya karena penasaran mau diapakan itu kipasnya 😆. Tapi saya kehilangan jejak, tidak tahu keberadaan mereka 😂😂. Akhirnya saya menunggu didekat lapangan rumput masjid sampai akhirnya miftah tertidur dipangkuan dan saya pun akhirnya melihat khayla bersama club-nya. Dari situ kegiatan belum berakhir, bahkan sampai adzan Dzuhur. Padahal biasanya sebelum adzan pun kegiatan sudah dibubarkan.
Ternyata kegiatan minggu ini adalah bakar sate ayam dengan mendatangi beberapa pos-pos yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan petunjuk.
Setelah khayla selesai dengan kegiatan club, dia mungkin mencari saya. Saya pun keluar menuju pintu masuk sambil menggendong miftah. Saya suruh dia untuk shalat dulu tapi dia malah ingin jajan mie lidi karena sebelumnya melihat adiknya jajan mie lidi juga. Saya menolak. Saya bilang saya akan berikan uang kalau dia sudah shalat. Akhirnya dia pun mau. Ambil wudhu dan shalat sendiri karena saya masih menggendong miftah yang tidur. Seperti yang saya janjikan, saya berikan uang untuk jajan sambil menyuruh khayla ke tempat kakak pembina untuk mengambil kipas milik kami yang ternyata dipinjam kakak pembina.
Setelah miftah bangun, akhirnya saya bisa shalat dan lanjut makan siang dikantin sambil menunggu ayah datang menjemput.

Mudah-mudahan tulisan ini masih mengandung hal yang berhubungan dengan kemandirian anak 😊😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sunday, March 5, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 11

Bismillahirrahmanirrahim

Hari sabtu kebetulan khayla tidak sekolah. Tadinya banyak yang ingin saya ajarkan, tapi ternyata saya sendiri kewalahan dengan banyaknya cucian 😆. Jadi pada awalnya saya ajarkan khayla cara mencuci dengan mesin cuci. Pertama pisahkan baju yang berwarna terang dan gelap atau yang mungkin luntur. Lalu isi mesin cuci dengan air dan detergen kemudian putar kenopnya sesuai keinginan kita.

Setelah mengajarkan cara mencuci dengan mesin, saya minta khayla untuk mencuci sendiri tas dan sepatu sekolahnya. Awalnya sih males-malesan, tapi saya katakan kalau khayla sudah besar. Harus bisa mengerjakan semua sendiri. Tidak selalu dilayani tapi juga harus bisa melayani. Akhirnya dia mau juga mencuci tas dan sepatunya ☺

Siangnya dia semangat sekali waktu saya suruh memasak nasi. Bahkan miftah pun ingin ikut-ikutan. Saya ingatkan lagi untuk mengambil kutu beras yang mungkin ada. Saya lupa memberitahu berapa banyak air yang dipakai, tapi begitu nasi matang, saya cek, ternyata nasinya lembek..hehe..mungkin airnya terlalu banyak. Tapi biarlah..namanya juga belajar.

Tadinya saya mau mengajarkan khayla menyetrika, tapi sayanya ngantuk sekali dan akhirnya ketiduran sampai sore sampai akhirnya tidak ada waktu untuk menyetrika. Lagipula, saya suruh khayla untuk membaca buku sampai formulir isiannya terisi penuh. Jadi mungkin lain kali saja mengajarinya menyetrika


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Friday, March 3, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 10

Bismillahirrahmanirrahim

Jumat kemarin, sepulang miftah dari PAUD, saya dan miftah mengunjungi Nenek Eulis di kebon kopi. Sepulangnya dari sana, kami bertemu dengan Ayah untuk makan siang diluar. Setelah semua urusan selesai saya dan miftah buru-buru pulang karena takutnya khayla yang naik jemputan sekolah sudah sampai duluan dirumah. Tapi saya kirim SMS ke supir kalau saya masih ada diperjalan.

Begitu saya sampai didepan kompleks, saya lihat mobil jemputannya. Berarti khayla baru saja datang. Khayla tidak ada dirumah, ternyata dia ada diwarung tetangga dan tadinya disuruh menunggu dirumah pemilik warung tapi dia keburu melihat saya sehingga bisa langsung pulang.

Karena sudah sangat sore, saya sholat Ashar dulu. Belum tau mau masak apa karena belum belanja sayur mayur juga... 😆. Akhirnya saya putuskan untuk memasak nasi dulu. Lauk pauknya bisa menyusul beli di warung nasi. Saya minta khayla untuk membuat nasi dengan mencuci terlebih dahulu dan hati-hati karena ada kutu beras dan mungkin ada batu. Saya wanti-wanti agar kutu berasnya dibuang.

Setelah nasi matang, saya cek nasinya. Hmm..masih ada kutu berasnya 2 biji. Belum terlalu teliti yaa...cuci berasnya.😆😆
Tapi saya tetap hargai usahanya 😉

#level2
#Kuliah BunSayIIP
#MelatihKemandirian







Melatih Kemandirian Anak Day 9

Bismillahirrahmanirrahim

Setiap hari Kamis khayla ikut les menggambar disekolahnya. Yang biasanya pulang memakai jasa jemputan sekolah, khusus hari itu saya yang menjemputnya. Otomatis sampai dirumahnya pun sore sekali. Saya hanya berencana menggoreng ikan dan tahu karena kebetulan tetangga sedang mengadakan aqiqah cucunya dan kami mendapatkan nasi kotak yang bisa dijadikan lauk tambahan 😆.
Sementara saya didapur, saya meminta khayla untuk memasang seprei dan sarung bantal&guling. Sarung bantalnya sih mau, dia pasang..giliran disuruh pasang seprei, dia menolak. Alasannya susah karena kasurnya besar.
Setelah itu khayla memakan nasi kotak pemberian tetangga. Tapi selesai makan, kotaknya masih dilantai bukannya dibuang ke tempat sampah. Saya pun mengingatkannya untuk membereskan korak tersebut. Awalnya ogah-ogahan tapi akhirnya mau juga.. (sighh) masih belum otomatis ya kebiasaan untuk beberesnya 😑


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Wednesday, March 1, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 8

Bismillahirrahmanirrahim


Ceritanya kemarin Bunda bikin kue buat ulang tahun Ayah. Yang namanya bikin kue, pasti repot doong dan ujung-ujungnya dapur berantakan dan banyak peralatan yang kotor. Diruang tengah juga kotor, belum disapu dan dipel. Saya minta Khayla yang sedang membereskan boneka stickernya untuk membantu saya mencuci piring. Lalu saya tawarkan apakah dia mau menyapu dan mengepel lantai atau mau mencuci piring. Ternyata khayla lebih memilih untuk mencuci piring, dan akhirnya saya yang menyapu. Alhamdulillah tidak ada keluhan. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan ini akan terus menerus dilakukan 😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Tuesday, February 28, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 7

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini kebetulan hari lahir Ayah. Kemarin Bunda dan Miftah beli kaos untuk dijadikan kado. Sore harinya saya minta Khayla untuk membungkus kadonya. Kaos dimasukkan ke kotak bekas agar khayla tidak terlalu kesulitan membungkusnya. Awalnya khayla mengeluhkan selotipnya yang langsung dia tempel dikertas kado. Lalu saya beri saran agar sedikit-sedikit saja memakai selotipnya. Tempelkan dibeberapa bagian kotak agar kertas kadonya tidak bergerak -gerak saat kita mulai melipat. Selanjutnya saya biarkan khayla untuk mengerjakan sisanya.

Awalnya dia menempelkan kertas yang sebelumnya sudah dia gambar. Lalu saya sarankan saja untuk membuat yang baru yang berisi ucapan selamat untuk ayah. Berhubung dia senang menggambar, langsung deh, dia bikin yang dia sebut dengan "surat" dan ditempel diatas kado. Semoga ayah suka yaa..dengan kadonya 😊



#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Melatih Kemandirian Anak Day 6

Bismilahirrahmanirrahim

Sore itu Khayla dan Miftah sedang bermain dikamar. Lalu miftah membawa coklat dikulkas yang kemarin dibeli Ayah. Bungkus coklatnya terbuat dari kertas sehingga miftah dengan mudah bisa merobeknya. Bukannya dibuang ditempat sampah, pembungkus coklat itu malah dilempar dilantai kamar. Lalu saya minta Khayla untuk menyapunya. Saya memang jarang menyuruhnya menyapu, dan anaknya juga jarang ada inisiatif untuk menyapu tanpa disuruh 😆😆. Kelihatan dari cara menyapunya yang masih kaku dan ada sebagian sampah yang masih ketinggalan belum terbawa. Lalu saya beri contoh bagaimana cara menyapu yang lebih benar daripada cara dia tadi.
Oiya, waktu khayla mulai menyapu, miftah juga ikut-ikutan mau nyapu juga. Saya pun memberi sapu yang lainnya untuk miftah. Mudah-mudahan kedepannya khayla mau menyapu sendiri tanpa disuruh 😁😁


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Monday, February 27, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 5

Bismillahirrahmanirrahim

Seperti minggu kemarin, hari ini khayla kembali mengikuti kegiatan Pembinaan Anak Salman di ITB. Karena jadwalnya dari minggu pagi sampai siang, otomatis waktu dirumahnya jadi terbatas begitupun kegiatannya.

Untungnya dikegiatan PAS ini, khayla memilih club ‘bocah kreatif’ sehingga masih ada kegiatan yang bisa saya tulis disini sebagai salah satu kegiatan kemandirian anak yaitu ‘berkarya’. Setelah minggu sebelumnya belajar membuat banana roll, minggu ini belajar membuat slime. Karena usianya sudah besar, jadi saya tidak selalu mengikuti segala kegiatannya apalagi karena tempat kegiatannya cukup jauh dari tempat saya berada.
Selesai berkegiatan, khayla menunjukkan slime buatannya yang entah kenapa jadi ‘mleber. Dia beralasan karena wadah plastiknya tidak ada tutupnya seperti teman-temannya yang lain. Drama pun dimulai karena khayla tiba-tiba menangis. Karena sudah tiba waktu sholat Dzuhur, akhirnya saya janjikan untuk beli lem  untuk membuat lagi slime dirumah agar dia berhenti menangis. Lalu saya menyuruhnya untuk mengambil wudhu.

Sebelum sampai dirumah, kami mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dan diantaranya membeli lem putih untuk khayla. Sesudah shalat Maghrib, benar saja, khayla langsung bereksperimen, membuat slime seperti yang dilakukan siang tadi di Salman. Sambil dia berkarya, saya browsing juga, apakah bahan dan cara pengerjaannya sudah benar atau belum. Dia sih ngotot kalau yang dia kerjakan itu sudah benar. Tapi saya heran, kenapa slimenya masih saja encer, belum mengental. Jadi entahlah, karyanya ini dibilang sukses atau belum 😆



#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Saturday, February 25, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 4

Bismillahirrahmanirrahim

Karena hari sabtu libur sekolah, banyak yang bisa khayla kerjakan dirumah.
Pagi-pagi sudah minta seleting dan pinjem lem tembak punya Bunda, katanya mau bikin tempat pinsil dari kain flanel dan nantinya akan diberikan kepada teman sekolahnya.

Menjelang siang, saya ajak khayla untuk belajar membuat nasi. Mulai dari menakar beras, mencuci dan menyimpannya di rice cooker. Tidak disangka miftah ingin juga ikut mencuci beras (atau main beras? Entahlah.. 😆). Sampai miftahnya menangis 😂😂. Akhirnya saya bujuk "miftah mau pisang goreng?". Dia mengangguk. Ternyata khayla bersedia untuk membuat pisang goreng. Saya tuang terigu dan sedikit gula pasir ke mangkok. Lalu khayla menambahkan air dan mengaduknya. Pisang dipotong kecil-kecil oleh khayla. Miftah bilang dia ingin memasukkan pisangnya ke mangkok. Setelah minyak panas, saya suruh khayla memasukkan adonan pisangnya ke wajan. Lucunya, dia memasukkan adonannya setengah dilempar 😅. Saya beritahu caranya, pelan-pelan saja menyimpan adonan ke wajannya 😆. Sembari menunggu pisang matang, saya minta khayla untuk menjemur baju. Alhamdulillah dia tidak keberatan. Selesai menjemur, pisang pun sudah bisa dinikmati 😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Friday, February 24, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 3

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ke-3 ini masih tetap melatih Khayla untuk menyajikan makanan. Karena hari Jumat pulang sekolahnya lebih sore, saya rencanakan untuk membuat perkedel tahu.

Khayla menghaluskan tahu dengan menggunakan garpu. Setelah halus, saya tambahkan telur dan bumbu. Saya contohkan khayla untuk mengambil sesendok adonan dan memasukkannya kedalam minyak panas.

Oiya, jarang-jarang sore hari Ayah sudah ada dirumah. Ternyata beliau mau pergi lagi dan ingin makan dulu. Karena waktunya mepet, bikin telur dadar aja deh, biar cepet. Ditambah sambal leunca.
Eehh ternyata telurnya habis karena dipakai untuk perkedel tahu. Akhirnya saya suruh khayla dulu untuk pergi ke warung membeli 1/2 kilo telur.

Sembari menunggu tahu kering, saya suruh khayla untuk memecahkan telur dan memasukkannya ke dalam mangkok. Ternyata dia masih merasa kesulitan dan kelihatan ragu. Saya pun pelan-pelan memberikan instruksi sampai akhirnya dia berhasil memecahkan 2 telur. Saya harap kedepannya dia sudah lebih percaya lagi jika harus memecahkan telur 😆


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Thursday, February 23, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 2

Bismillahirrahmirrahim


Setelah kemarin Khayla belajar bikin perkedel kentang, hari ini tugasnya yang sederhana saja karena kita semua pulang ke rumahnya sore dan waktunya mepet kalau masak yang ribet-ribet.

Sementara saya sholat Ashar, khayla mengupas wortel dan memotong-motongnya. Lalu membagi brokoli menjadi potongan kecil dan merendamnya di air garam.

Saya lupa tidak memberi instruksi bagaimana cara memotong wortelnya. Tadinya mau diiris serong. Tapi karena terlanjur sudah dipotong, ya sudahlah.. tak mengapa 😆

Alhamdulillah hari ke-2 ini masih semangat 😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#Melat