Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini ada kegiatan di PAUD Embun Pagi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Diantaranya karnaval dengan memakai kostum yang dibuat oleh orangtua dan murid. Uniknya, kostumnya terbuat dari bahan bekas. Pembuatannya kostum berlangsung di PAUD pada hari Selasa. Sebelumnya saya merasa kebingungan harus membuat kostum apa dan memakai barang bekas apa. Akhirnya saya putuskan untuk memakai kardus sebagai materialnya. Setelah googling, saya membuat 2 pilihan, membuat kostum robot atau kostum ksatria. Saya tawarkan dan perlihatkan pada Miftah kedua foto kostum tersebut. Eehh miftah malah bilang "malu...". Hadeuuhh...Bintang saya yang satu ini memang pemalu banget. Anaknya ga PD-an, apalagi kalau sama orang yang tidak begitu dia kenal. Saya yakinkan Miftah untuk tidak merasa malu karena semua teman-temannya pun sama, akan memakai kostum.
Hari H-nya, kami pun pergi ke PAUD dengan membawa pedang, tameng, dan baju ksatria yang sudah dihias. Kami datang bertepatan ketika karnaval akan segera dimulai. Langsung kostumnya saya pakaikan dan menyuruh Miftah untuk berbaris dengan teman-temannya. Walaupun tidak banyak kata, tapi Alhamdulillah miftah mau bergabung dan mulai berjalan bersama. Saat karnaval dimulai, saya kembali kerumah karena ada yang tertinggal. Begitu kembali ke PAUD, ternyata karnaval sudah selesai dan anak-anak sedang makan pisang, termasuk miftah yang memang menggemari makan pisang 😆. Walaupun di PAUD miftah jarang berbicara, tapi saya senang karena miftah sudah mau saya tinggalkan.
Selain karnaval, ada juga beberapa perlombaan yang dilakukan berpasangan antara orangtua dan anak seperti memasang kancing, balap kerupuk, dan memindahkan air dengan memakai spon. Sayangnya miftah tidak tertarik dengan balap kerupuknya. Yang lain semangat makan, mulut miftah malah tertutup 😂. Saya sih ga bisa maksa..yowisss kerupuknya saya aja yang makan 😆😆. Tapi Alhamdulillah miftah tertarik juga dengan permainan memindahkan air dari ember ke gelas. Cara mainnya, anak-anak mengambil air dengan memakai spons lalu mereka memindahkan air itu kedalam gelas yang dipegang oleh orangtua. Walaupun miftah larinya tidak begitu cepat, tapi miftah bisa jadi yang pertama yang memenuhi 2 gelas plastik dengan air. Horree..menaaangg!! Tapi lucunya, ekspresi miftahnya mah biasa aja, nggak ada senang-senangnya 😂😂.
Biarpun masih minim ekspresi, tapi miftah sangat antusias begitu ada pembagian bingkisan berupa makanan kecil 😁. Memang tidak ada yang kalah atau menang karena semua anak juga kebagian. Ditambah lagi ada teman yang berulangtahun dan membagikan juga bingkisan yang lebih banyak. Tambah senang deh, miftahnya. Begitulaahh..kalau soal makanan mah matanya miftah langsung berbinar 😊😊
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga
Saturday, August 19, 2017
Friday, August 18, 2017
Semua Anak Adalah Bintang Day 1
Bismillahirrahmaanirrahiim
Pagi ini tanggal 17 Agustus bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Seperti umumnya, dilingkungan rumah kami pun ada beberapa acara yang biasa digelar.
Saya berkata pada Khayla, kalau ada lomba mewarnai, dia bisa ikut berpartisipasi. Tapi bukannya bersemangat, dia malah merengek karena crayonnya ada disekolah. Saya tawarkan untuk memakai pinsil warna yang didapat dari acara Open House Jurusan Kimia ITB. Dia bilang ada disekolah juga. Saya tawarkan lagi untuk memakai crayon yang wadahnya bergambar Frozen, tapi dia menolak dengan alasan crayonnya kurang enak dipakai. Terakhir saya tawarkan lagi untuk memakai crayon merk Titi. Lagi-lagi dia menolak karena warnanya sudah tidak lengkap dan crayonnya sudah potong-potong. Saya jadi pusing mau bilang apalagi 😂. Sebenarnya saya tidak tahu juga apakah kali ini akan ada lomba mewarnai atau tidak. Yang saya tahu, Khayla memiliki kelebihan dalam hal menggambar dibanding kami, orangtuanya, jadi saya ingin dia memiliki banyak jam terbang dan pengalaman agar kemampuannya semakin terasah. Saya pikir, untuk lomba setingkat RW, tidak perlu lah, pakai crayon yang bagus. Yang penting kan proses dan hasil pengerjaannya. Terakhir dia ikut lomba mewarnai dibulan Ramadhan kemarin, hasilnya kurang sedikit lagi yang masih kosong. Sayangnya waktu sudah habis dan kertas harus dikumpulkan.
Tapi melihat reaksinya yg menangis dan marah, saya jadi kesal. Dia bilang dia tidak mau ke lapang kalau tidak mengikuti kegiatan apa-apa. Padahal saya suruh dia ke lapang, untuk mencari tahu dahulu, apakah ada lomba mewarnai atau tidak. Tapi khayla tetap pada pendiriannya. Untuk mencaikan suasana, Ayah membawa khayla dan Miftah pergi naik mobil untuk mengantar Mbah Husein cuci darah di RS. Sekembalinya mereka dari RS sekitar jam 8.30, saya masih sibuk dengan kegiatan domestik dan belum sempat ke lapangan. Akhirnya Ayah, khayla dan miftah pun pergi ke lapang. Selesai dari lapang, khayla tidak ikut pulang, katanya bertemu teman dan mengajaknya ikut Gerak Jalan. Untungnya selesai Gerak Jalan khayla kembali dulu ke rumah, karena dia belum mandi. Dia bilang dia mau ikut lomba tapi daftarnya harus dengan orangtua. Ayahpun menyuruh saya untuk ke lapang mengantarkan khayla. Baiklah, kata saya, asal anaknya mandi dulu.
Sesampainya dilapang, ternyata lomba mewarnai sudah mau dimulai dan sedang membuka pendaftaran. Saya dan khayla pun ke meja pendaftaran. Begitu khayla menempati tempat duduk khusus peserta, saya kembali ke rumah dan mengambil crayon merk Titi. Saya tidak peduli apakah crayon yang sudah patah-patah ini mau dipakai atau tidak yang penting saya sudah bawakan. Yaa akhirnya sih dia pakai juga..karena mungkin tidak ada pilihan lagi 😁. Saya perhatikan, gambarnya cukup banyak detail. Tapi anehnya khayla malah mengerjakan detail itu yang menurut saya menyita banyak waktu. Saya sarankan padanya untuk mewarnai bagian yang besar-besar dulu, baru nanti lengkapi detailnya. Saya ingin agar khayla bisa menyelesaikan tugas sebelum waktunya habis. Peserta lain sudah ada yang selesai dan kakak panitia sudah mengingatkan kalau waktunya sudah mau habis karena ada perlombaan yang lain. Sampai lomba selesai masih ada 3 anak termasuk khayla yang belum menyelesaikan mewarnainya. Tidak apa-apa sih karena menang bukanlah tujuannya. Tapi sorenya saya katakan pada khayla, dia masih belum bisa menyelesaikan pekerjaannya, sama seperti waktu perlombaan sebelumnya.
Sesudahnya khayla ingin ikut lagi perlombaan lainnya. Saya dan suami menyuruhnya untuk mendaftar sendiri tanpa kami temani karena anak-anak lain pun begitu. Awalnya khayla tidak mau tapi setelah kami yakinkan, mau juga dia mendaftar sendiri. Saya dan miftah pun pulang dulu ke rumah.
Siangnya saya kembali ke lapang untuk mengecek khayla. So far, sepengelihatan saya dan dari cerita-ceritanya, dia menikmati waktunya bersama teman-temannya, mau mengikuti beberapa permainan, bahkan mau membantu anak yang lebih kecil darinya
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga
Pagi ini tanggal 17 Agustus bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Seperti umumnya, dilingkungan rumah kami pun ada beberapa acara yang biasa digelar.
Saya berkata pada Khayla, kalau ada lomba mewarnai, dia bisa ikut berpartisipasi. Tapi bukannya bersemangat, dia malah merengek karena crayonnya ada disekolah. Saya tawarkan untuk memakai pinsil warna yang didapat dari acara Open House Jurusan Kimia ITB. Dia bilang ada disekolah juga. Saya tawarkan lagi untuk memakai crayon yang wadahnya bergambar Frozen, tapi dia menolak dengan alasan crayonnya kurang enak dipakai. Terakhir saya tawarkan lagi untuk memakai crayon merk Titi. Lagi-lagi dia menolak karena warnanya sudah tidak lengkap dan crayonnya sudah potong-potong. Saya jadi pusing mau bilang apalagi 😂. Sebenarnya saya tidak tahu juga apakah kali ini akan ada lomba mewarnai atau tidak. Yang saya tahu, Khayla memiliki kelebihan dalam hal menggambar dibanding kami, orangtuanya, jadi saya ingin dia memiliki banyak jam terbang dan pengalaman agar kemampuannya semakin terasah. Saya pikir, untuk lomba setingkat RW, tidak perlu lah, pakai crayon yang bagus. Yang penting kan proses dan hasil pengerjaannya. Terakhir dia ikut lomba mewarnai dibulan Ramadhan kemarin, hasilnya kurang sedikit lagi yang masih kosong. Sayangnya waktu sudah habis dan kertas harus dikumpulkan.
Tapi melihat reaksinya yg menangis dan marah, saya jadi kesal. Dia bilang dia tidak mau ke lapang kalau tidak mengikuti kegiatan apa-apa. Padahal saya suruh dia ke lapang, untuk mencari tahu dahulu, apakah ada lomba mewarnai atau tidak. Tapi khayla tetap pada pendiriannya. Untuk mencaikan suasana, Ayah membawa khayla dan Miftah pergi naik mobil untuk mengantar Mbah Husein cuci darah di RS. Sekembalinya mereka dari RS sekitar jam 8.30, saya masih sibuk dengan kegiatan domestik dan belum sempat ke lapangan. Akhirnya Ayah, khayla dan miftah pun pergi ke lapang. Selesai dari lapang, khayla tidak ikut pulang, katanya bertemu teman dan mengajaknya ikut Gerak Jalan. Untungnya selesai Gerak Jalan khayla kembali dulu ke rumah, karena dia belum mandi. Dia bilang dia mau ikut lomba tapi daftarnya harus dengan orangtua. Ayahpun menyuruh saya untuk ke lapang mengantarkan khayla. Baiklah, kata saya, asal anaknya mandi dulu.
Sesampainya dilapang, ternyata lomba mewarnai sudah mau dimulai dan sedang membuka pendaftaran. Saya dan khayla pun ke meja pendaftaran. Begitu khayla menempati tempat duduk khusus peserta, saya kembali ke rumah dan mengambil crayon merk Titi. Saya tidak peduli apakah crayon yang sudah patah-patah ini mau dipakai atau tidak yang penting saya sudah bawakan. Yaa akhirnya sih dia pakai juga..karena mungkin tidak ada pilihan lagi 😁. Saya perhatikan, gambarnya cukup banyak detail. Tapi anehnya khayla malah mengerjakan detail itu yang menurut saya menyita banyak waktu. Saya sarankan padanya untuk mewarnai bagian yang besar-besar dulu, baru nanti lengkapi detailnya. Saya ingin agar khayla bisa menyelesaikan tugas sebelum waktunya habis. Peserta lain sudah ada yang selesai dan kakak panitia sudah mengingatkan kalau waktunya sudah mau habis karena ada perlombaan yang lain. Sampai lomba selesai masih ada 3 anak termasuk khayla yang belum menyelesaikan mewarnainya. Tidak apa-apa sih karena menang bukanlah tujuannya. Tapi sorenya saya katakan pada khayla, dia masih belum bisa menyelesaikan pekerjaannya, sama seperti waktu perlombaan sebelumnya.
Sesudahnya khayla ingin ikut lagi perlombaan lainnya. Saya dan suami menyuruhnya untuk mendaftar sendiri tanpa kami temani karena anak-anak lain pun begitu. Awalnya khayla tidak mau tapi setelah kami yakinkan, mau juga dia mendaftar sendiri. Saya dan miftah pun pulang dulu ke rumah.
Siangnya saya kembali ke lapang untuk mengecek khayla. So far, sepengelihatan saya dan dari cerita-ceritanya, dia menikmati waktunya bersama teman-temannya, mau mengikuti beberapa permainan, bahkan mau membantu anak yang lebih kecil darinya
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga
Friday, August 11, 2017
Aliran rasa Menstimulus Matematika Logis Pada Anak
Bismillahirrahmaanirrahiim
Lagi-lagi merasa senang bisa mendapatkan materi BunSay kali ini. Mungkin karena mengingat saya bukanlah murid yang suka dengan pelajaran matematika. Tapi cemilan-cemilan yang diberikan membuat saya memahami kalau matematika itu ada diseputaran hidup kita, dan bukan hanya soal angka-angka. Bahkan dari usia bayi pun kita sudah bisa memberikan stimulus tentang matematika. Hal yang sebelumnya tidak saya ketahui.
Selama 10 hari tantangan ini saya mengamati kedua anak saya. Miftah yang kecil lebih banyak ceritanya karena kebersamaan dengan sayanya pun lebih lama. Walaupun beberapa kemampuannya mungkin lebih lambat dibanding anak seusianya dikarenakan Speech Delay, tapi saya yakin dia akan bisa mengejarnya.
Sedangkan untuk Khayla, dia sih mengakunya kalau pelajaran matematika yang didapat disekolah, gampang. Padahal memang target gurunya, murid-murid hanya mengenal angka sampai 500. Anak belum diharuskan untuk hapal perkalian. Sekarang ini baru penambahan dan pengurangan, dan pengenalan bilangan ratusan, puluhan dan satuan. Saya sih berharapnya anak-anak saya akan menyenangi matematika, jangan sampai seperti saya yang sebaliknya 😆
Sedangkan untuk Khayla, dia sih mengakunya kalau pelajaran matematika yang didapat disekolah, gampang. Padahal memang target gurunya, murid-murid hanya mengenal angka sampai 500. Anak belum diharuskan untuk hapal perkalian. Sekarang ini baru penambahan dan pengurangan, dan pengenalan bilangan ratusan, puluhan dan satuan. Saya sih berharapnya anak-anak saya akan menyenangi matematika, jangan sampai seperti saya yang sebaliknya 😆
Sunday, July 30, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 10
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tadi pagi masih ada sisa sate 6 tusuk lagi untuk lauk makan. Anak-anak suka banget sama sate. Kayaknya nggak cukup kalau cuma 1 tusuk 😆. Gimana cara membagi yang rata sedangkan orangnya ada 4. Akhirnya ayah menginstruksikan kalau anak-anak dapat 2 tusuk sedangkan ayah dan bunda masing-masing 1 tusuk. Bukan pembagian yang rata siihh..tapi mengingat anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, tak apa lah kalau orangtua mengalah 😁😁. Tapi kenyataannya sih satenya malah ga dimakan. Ujung-ujungnya malah miftah yang ngabisin sate 😂.
Siang miftah ingin makan tapi saya belum masak karena rencananya kita mau makan diluar. Terdengar suara khas dari penjual bubur sumsum langganan kami. Saya pun menawarkan pada mereka kalau mereka ingin beli. Mereka pun menghentikan penjual bubur sumsum dan memesan 2 bungkus dan perbungkusnya 2500 seperti yang suruh. Anehnya mereka tidak meminta uang. Saya tanya apakah buburnya sudah dibayar atau belum, karena penjualnya sudah pergi. Khayla bilang sudah. Saya tanya lagi darimana uangnya dia dapat. Katanya dia ambil dimeja. Terakhir saya tanya berapa uang yang dibayarkan. Khayla bilang 2000 2 dan 500 2 juga. Hmm..baiklah..pinter yaahh kalau soal jajan mah 😆😆
Sorenya kami pergi ke kopo mengunjungi Nenek Wiwi karena sudah lama kami tidak kesana. Saya membeli cireng isi sebagai buah tangan. Sayangnya semua rasa cirengnya pedas sedangkan rasa kejunya tinggal 1. Akhirnya saya bilang kalau cirengnya dibagi 2 saja. Tenyata dirumah Nenek Wiwi ada Habib, sepupu khayla dan miftah. Dia juga ingin cireng tapi tidak mau yang pedas. Akhirnya cireng isi kejunya saya bagi 3 dan untungnya mereka mau 😊.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#IloveMath
#MathAroundUs
Tadi pagi masih ada sisa sate 6 tusuk lagi untuk lauk makan. Anak-anak suka banget sama sate. Kayaknya nggak cukup kalau cuma 1 tusuk 😆. Gimana cara membagi yang rata sedangkan orangnya ada 4. Akhirnya ayah menginstruksikan kalau anak-anak dapat 2 tusuk sedangkan ayah dan bunda masing-masing 1 tusuk. Bukan pembagian yang rata siihh..tapi mengingat anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, tak apa lah kalau orangtua mengalah 😁😁. Tapi kenyataannya sih satenya malah ga dimakan. Ujung-ujungnya malah miftah yang ngabisin sate 😂.
Siang miftah ingin makan tapi saya belum masak karena rencananya kita mau makan diluar. Terdengar suara khas dari penjual bubur sumsum langganan kami. Saya pun menawarkan pada mereka kalau mereka ingin beli. Mereka pun menghentikan penjual bubur sumsum dan memesan 2 bungkus dan perbungkusnya 2500 seperti yang suruh. Anehnya mereka tidak meminta uang. Saya tanya apakah buburnya sudah dibayar atau belum, karena penjualnya sudah pergi. Khayla bilang sudah. Saya tanya lagi darimana uangnya dia dapat. Katanya dia ambil dimeja. Terakhir saya tanya berapa uang yang dibayarkan. Khayla bilang 2000 2 dan 500 2 juga. Hmm..baiklah..pinter yaahh kalau soal jajan mah 😆😆
Sorenya kami pergi ke kopo mengunjungi Nenek Wiwi karena sudah lama kami tidak kesana. Saya membeli cireng isi sebagai buah tangan. Sayangnya semua rasa cirengnya pedas sedangkan rasa kejunya tinggal 1. Akhirnya saya bilang kalau cirengnya dibagi 2 saja. Tenyata dirumah Nenek Wiwi ada Habib, sepupu khayla dan miftah. Dia juga ingin cireng tapi tidak mau yang pedas. Akhirnya cireng isi kejunya saya bagi 3 dan untungnya mereka mau 😊.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#IloveMath
#MathAroundUs
Saturday, July 29, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 9
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini ada sosialisasi program semester kelas 2 semester 1 disekolah khayla. Dari pagi kami semua sudah meninggalkan rumah. Pulang dari sekolah dan makan siang bersama beberapa orang tua murid kelas kami, saya dan miftah pergi ke satu tempat bermain indoor di daerah Cimahi. Sengaja saya mengajak miftah kemari karena saat ini dia masih menjalani fisioterapi di Surya Kanti. Saya pikir tempat bermain ini cukup bagus untuk melatih fisik dan motorik miftah. Sengaja juga datangnya tidak bersama khayla seperti pertama kami datang, ingin melihat keberanian dan kepercayaan dirinya bila bermain tanpa ada kakaknya.
Saat di tempat mandi bola, miftah senang sekali apalagi karena tidak banyak anak yang bermain disitu. Lalu saya minta miftah mengambil 5 bola oranye. Tapi beberapa kali dia salah mengambil warna sampai akhirnya dia mengambil bola warna oranye. Dia memberikan bola satu persatu tanpa dihitung. Setelah memberikan 5 bola, dia hendak memberikan 1 bola lagi pada saya. Saya bilang sudah cukup dan menyuruhnya untuk menghitung ulang bolanya. Setelah itu saya minta 4 bola kuning. Lagi-lagi miftah mengambil bola tanpa menghitung. Sudah 4 bola yang diberikan tapi masih mengambil 1 bola lagi 😆. Yang terakhir saya minta 3 bola pink. Kali ini bola yang diberikan, benar 3 buah 😊
Dirumah kami menonton kartun anak Tayo kesukaan miftah. Ceritanya ada truk membawa 4 mobil kecil. Ditengah jalan truknya berhenti mendadak sehingga 1 mobil kecil mundur dan turun ke tengah jalan. Truknya tidak menyadari kalau ada mobil yang tertinggal sampai ada bis lain yang memberitahu. Saya bilang pada miftah, "Tadi ada 4 mobil, ketinggalan 1..jadi sekarang mobilnya ada..?". Miftah asal aja jawab "4". Yee.. "4 dikurangi 1 jadi 3 doonngg". Sepertinya miftah tidak menyimak 😅😅
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Hari ini ada sosialisasi program semester kelas 2 semester 1 disekolah khayla. Dari pagi kami semua sudah meninggalkan rumah. Pulang dari sekolah dan makan siang bersama beberapa orang tua murid kelas kami, saya dan miftah pergi ke satu tempat bermain indoor di daerah Cimahi. Sengaja saya mengajak miftah kemari karena saat ini dia masih menjalani fisioterapi di Surya Kanti. Saya pikir tempat bermain ini cukup bagus untuk melatih fisik dan motorik miftah. Sengaja juga datangnya tidak bersama khayla seperti pertama kami datang, ingin melihat keberanian dan kepercayaan dirinya bila bermain tanpa ada kakaknya.
Saat di tempat mandi bola, miftah senang sekali apalagi karena tidak banyak anak yang bermain disitu. Lalu saya minta miftah mengambil 5 bola oranye. Tapi beberapa kali dia salah mengambil warna sampai akhirnya dia mengambil bola warna oranye. Dia memberikan bola satu persatu tanpa dihitung. Setelah memberikan 5 bola, dia hendak memberikan 1 bola lagi pada saya. Saya bilang sudah cukup dan menyuruhnya untuk menghitung ulang bolanya. Setelah itu saya minta 4 bola kuning. Lagi-lagi miftah mengambil bola tanpa menghitung. Sudah 4 bola yang diberikan tapi masih mengambil 1 bola lagi 😆. Yang terakhir saya minta 3 bola pink. Kali ini bola yang diberikan, benar 3 buah 😊
Dirumah kami menonton kartun anak Tayo kesukaan miftah. Ceritanya ada truk membawa 4 mobil kecil. Ditengah jalan truknya berhenti mendadak sehingga 1 mobil kecil mundur dan turun ke tengah jalan. Truknya tidak menyadari kalau ada mobil yang tertinggal sampai ada bis lain yang memberitahu. Saya bilang pada miftah, "Tadi ada 4 mobil, ketinggalan 1..jadi sekarang mobilnya ada..?". Miftah asal aja jawab "4". Yee.. "4 dikurangi 1 jadi 3 doonngg". Sepertinya miftah tidak menyimak 😅😅
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Friday, July 28, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 8
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini saya tawarkan pada Miftah apakah pergi ke PAUD-nya mau saya bonceng naik sepeda atau tidak. Ternyata Miftah mau. Berhubung ini pertama kalinya saya jadi punya ide. Saya katakan pada Miftah, kalau kita akan menghitung berapa lama perjalanan dari rumah ke PAUD jika memakai sepeda. Biasanya kan kita naik angkot. Tapi walaupun jaraknya dekat, rasanya naik angkot itu lama juga karena sering berhenti-berhenti ditiap jalan atau gang 😆. Saya mulai nyalakan Timer di HP, menaruhnya di tas kecil, lalu mulai menganyuh sepeda. Diperjalanan saya jelaskan pada miftah kalau kita akan mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai kita tiba di PAUD. Miftah beranggapan kalau naik angkot itu lebih cepat 😆. Begitu tiba di PAUD, saya cek HP. Lhoo..timer-nya mati dan berhenti di detik ke 59 😂. Akhirnya saya menghitung ulang sendiri saat pergi ke PAUD untuk keduakalinya. Kurang lebih makan waktu 8 menit.
Dalam perjalanan pulang, miftah berkata kalau dia melihat kucing. Ide lain muncul, kami akan menghitung kucing yang kami temui selama perjalanan pulang ke rumah. Awalnya hitungan kami sama, tapi ternyata miftah tidak melihat 1 kucing yang ada digarasi rumah orang karena terhalang teralis. Miftah melihat 3 kucing sedangkan saya 4 kucing 😁.
Di rumah, miftah bermain-main dengan uang koin. Daripada hanya dipegang-pegang, saya ambil buku dan memberi contoh pada miftah untuk membuat lingkaran dengan memakai koin sambil bernyanyi "lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil.."
Saya buat juga yang besarnya sambil bernyanyi "lingkaran besar, lingkaran besar, lingkaran besar..". Menyanyinya sih miftah bisa, tapi begitu saya suruh membuat lingkaran dengan bantuan alat, eehh dia bilang tidak bisa.. 😑😑😅😅😅
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Hari ini saya tawarkan pada Miftah apakah pergi ke PAUD-nya mau saya bonceng naik sepeda atau tidak. Ternyata Miftah mau. Berhubung ini pertama kalinya saya jadi punya ide. Saya katakan pada Miftah, kalau kita akan menghitung berapa lama perjalanan dari rumah ke PAUD jika memakai sepeda. Biasanya kan kita naik angkot. Tapi walaupun jaraknya dekat, rasanya naik angkot itu lama juga karena sering berhenti-berhenti ditiap jalan atau gang 😆. Saya mulai nyalakan Timer di HP, menaruhnya di tas kecil, lalu mulai menganyuh sepeda. Diperjalanan saya jelaskan pada miftah kalau kita akan mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai kita tiba di PAUD. Miftah beranggapan kalau naik angkot itu lebih cepat 😆. Begitu tiba di PAUD, saya cek HP. Lhoo..timer-nya mati dan berhenti di detik ke 59 😂. Akhirnya saya menghitung ulang sendiri saat pergi ke PAUD untuk keduakalinya. Kurang lebih makan waktu 8 menit.
Dalam perjalanan pulang, miftah berkata kalau dia melihat kucing. Ide lain muncul, kami akan menghitung kucing yang kami temui selama perjalanan pulang ke rumah. Awalnya hitungan kami sama, tapi ternyata miftah tidak melihat 1 kucing yang ada digarasi rumah orang karena terhalang teralis. Miftah melihat 3 kucing sedangkan saya 4 kucing 😁.
Di rumah, miftah bermain-main dengan uang koin. Daripada hanya dipegang-pegang, saya ambil buku dan memberi contoh pada miftah untuk membuat lingkaran dengan memakai koin sambil bernyanyi "lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran kecil.."
Saya buat juga yang besarnya sambil bernyanyi "lingkaran besar, lingkaran besar, lingkaran besar..". Menyanyinya sih miftah bisa, tapi begitu saya suruh membuat lingkaran dengan bantuan alat, eehh dia bilang tidak bisa.. 😑😑😅😅😅
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Thursday, July 27, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 7
Bismillahirrahmaanirrahiim
Miftah sedang senang-senanganya main mobil-mobilan. Apalagi kemarin-kemarin baru dibelikan track-nya oleh Ayah. Saat sedang bermain itu, saya bertanya
"Roda bentuknya apa, Mip?"
"Bulat"
"Bukannya kotak?"
"Bukan.."
"Kalau rodanya kotak, bisa jalan nggak?"
"Nggak bisa"
Sepertinya Miftah sudah cukup mengerti dengan bentuk geometri bulat. Tapi miftah masih belum hapal dengan bentuk angka. Saat itu saya sedang makan biskuit kemasan. Kebetulan bentuknya bulat dengan lubang ditengah. Lalu saya gabungkan dua biskuit itu dan menunjukkannya pada miftah.
"Ini angka berapa?"
Miftah asal saja menjawabnya.
"Ini angka 8" jelas saya.
Lalu saya cari biskuit yang bentuknya setengah lingkaran dan menggabungkannya lagi.
"Kalau ini angka berapa?"
"Tujuh" katanya, masih asal jawab juga 😆
"Ini angka 3..". Sepertinya miftah masih harus banyak stimulasi untuk mengenal angka ☺.
Sementara itu khayla mengikuti instruksi saya untuk membawa pulang buku yang tadi siangnya dipelajari disekolah. Ketika ada buku matematika, saya periksa. Ternyata pelajaran sekarang adalah 'penambahan'. Ada dua soal yang harus dikerjakan. Penambahannya antara ratusan dan puluhan. Sejauh ini sih jawabannya benar. Mungkin karena masih awal-awal jadi diberi yang mudah dulu. Kita lihat kedepannya nanti 😊
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Miftah sedang senang-senanganya main mobil-mobilan. Apalagi kemarin-kemarin baru dibelikan track-nya oleh Ayah. Saat sedang bermain itu, saya bertanya
"Roda bentuknya apa, Mip?"
"Bulat"
"Bukannya kotak?"
"Bukan.."
"Kalau rodanya kotak, bisa jalan nggak?"
"Nggak bisa"
Sepertinya Miftah sudah cukup mengerti dengan bentuk geometri bulat. Tapi miftah masih belum hapal dengan bentuk angka. Saat itu saya sedang makan biskuit kemasan. Kebetulan bentuknya bulat dengan lubang ditengah. Lalu saya gabungkan dua biskuit itu dan menunjukkannya pada miftah.
"Ini angka berapa?"
Miftah asal saja menjawabnya.
"Ini angka 8" jelas saya.
Lalu saya cari biskuit yang bentuknya setengah lingkaran dan menggabungkannya lagi.
"Kalau ini angka berapa?"
"Tujuh" katanya, masih asal jawab juga 😆
"Ini angka 3..". Sepertinya miftah masih harus banyak stimulasi untuk mengenal angka ☺.
Sementara itu khayla mengikuti instruksi saya untuk membawa pulang buku yang tadi siangnya dipelajari disekolah. Ketika ada buku matematika, saya periksa. Ternyata pelajaran sekarang adalah 'penambahan'. Ada dua soal yang harus dikerjakan. Penambahannya antara ratusan dan puluhan. Sejauh ini sih jawabannya benar. Mungkin karena masih awal-awal jadi diberi yang mudah dulu. Kita lihat kedepannya nanti 😊
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Subscribe to:
Posts (Atom)