Sunday, August 27, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 10

Bismillahirrahmaanirrahiim


Alhamdulillah, setelah malam tadi Miftah minum obat, hari ini suhu badannya sudah normal kembali dan dia bangun tidur dengan senyum diwajah.

Seperti yang saya janjikan, tadi saya membelikannya bola sepak. Miftah terlihat senang sekali. Bolanya langsung dimainkan berdua bersama khayla.

Menjelang siang kami pergi ke tempat yang sudah lama ingin kami kunjungi yaitu Bale Apung Sangkuriang, satu tempat makan terapung di daerah Batujajar. Untuk ke Bale Apung tersebut kita harus menaiki perahu yang khusus mengantarkan orang-orang yang akan makan di Bale Apung dan kembali ke darat. Seingat saya, ini pengalaman pertama kami bersama-sama menaiki perahu. Ayah, khayla dan miftah sengaja memilih duduk di dek perahu, bukan ditempat duduk yang telah disediakan.

Seperti umumnya di rumah makan khas sunda, di bale apung ini juga ada banyak ikan yang dipelihara dan bisa diberi makan. Ikan yang ada antara lain ikan patin, ikan lele dan ikan nila. Pemandangan ini menarik perhatian miftah dan khayla. Saya juga baru tahu kalau ikan patin itu ternyata agresif soal makanan dan bergeraknya cepat sekali. Selesai makan, kami pun kembali menaiki perahu dan mereka bertiga kembali duduk di dek kapal 😆.

Sesampainya dirumah, khayla dan miftah kembali bermain bola. Mainnya lebih seru lagi karena sore itu banyak teman-teman yang sedang bermain juga. Memang semenjak liburan sekolah kemarin, khayla dan miftah jadi lebih sering bermain diluar. Temannya pun bertambah. Saya melihat ini sebagai hal yang positif terutama bagi miftah. Karena kepercayaan diri miftah masih kurang, saya berharap sedikit-sedikit akan muncul keberanian dan kepercayaan dirinya. Untuk khayla juga, karena termasuk anak yang umurnya lebih besar, harapannya dia bisa memberi contoh yang baik, bisa mengambil keputusan dan mencari solusi dengan memakai logikanya. Setiap anak memang unik, tidak ada yang sama. Sebagai orangtua, kita hanya bisa mendampingi, mengarahkan dan tidak lupa mendoakan anak-anak kita.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Saturday, August 26, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 9

Bismillahirrahmaanirrahiim


Hari Sabtu adalah hari bebas menonton TV untuk Khayla. Beberapa waktu yang lalu saya sengaja memindahkan TV karena khayla susah sekali kalau disuruh mandi sore atau shalat. Saking seringnya sampai saya kesal dan akhirnya mencabut kabel-kabel yang tersambung ke TV. Awalnya dia memang protes, tapi lama kelamaaan dia mau menerima.
Kebetulan hari ini ada acara anak Du bi du bi dam di RTV. Acara yang berisi lagu, gerak dan tari ini jadi salah satu acara favorit khayla. Dia selalu semangat mengikuti gaya tarian yang diperagakan. Apalagi kalau lagunya pun dia hapal. Tapi suara khayla sih nggak bagus-bagus amat. Malahan kadang suaranya seperti yang serak 😆

Tadinya hari ini saya mau beli bola sepak untuk miftah. Karena dia sudah berkali-kali memintanya tapi saya menundanya. Begitu mau beli..eehh anaknya malah demam. Dari siang terlihat muyung terus. Tapi Alhamdulillah makan mah mau. Tadi malah sempat joget-joget ketika ada lagu baru di serial upin ipin. Agar sakitnya tidak berkepanjangan, saya pun memberinya obat penurun panas. Mudah-mudahan besok atau lusa miftah sudah sehat seperti biasa

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSay
#BintangKeluarga

Friday, August 25, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 8

Bismillahirrahmaanirrahiim


Masya Allah, tadi malam saya tidur dan nggak ingat kalau mau setor tantangan dihari ke 8 😢😢.

Jadi ceritanya saya akan pergi berbelanja kebutuhan untuk olshop saya. Pengennya sih banyak tempat yang saya datangi, tapi ternyata waktunya tidak memungkinkan. Pagi harinya mengisi dulu program Jumat Hangat di WAG Bunda Sayang Bandung 2. Itupun telat karena saya menunggu opening dari pejabat kelas. Saya japri Teh Atin, eehh Teh Atin pikir, saya mau langsung aja membuka programnya 😆. Hadeuuhh mana saya berani, merasa nggak punya wewenang 😁. Sebelumnya, mendadak disuruh Pak Suami untuk membungkus dan mengirim paket, sementara dusnya tidak ada. Untungnya sudah ada warung yang buka dan pemiliknya berbaik hati memberikan dus untuk saya.

Setelah Program Jumat Hangat selesai, saya dan miftah pun pergi untuk mengantarkan paket dan melanjutkan perjalanan ke Alun-alun Bandung. Seperti biasa, kami naik bis Damri. Alat transportasi ini jadi salah satu favoritnya miftah selain kereta naik. Sebelum bisa naik bis, kami harus naik angkot terlebih dahulu. Sekarang-sekarang ini miftah maunya duduk dekat jendela. Mungkin enak karena bisa merasakan hembusan angin 😆. Saking enaknya, saya lihat mata miftah sudah sayu. Waahh..sudah ngantuk lagi? Biasanya ini belum waktu tidurnya. Miftah pun saya pangku. Turun dari angkot, saya berjalan beberapa meter untuk sampai ke jalan utama. Sayang sekali sepertinya bis ke Bandung sudah lewat sehingga saya harus menunggu cukup lama untuk bisa naik bis berikutnya. Menunggunya sambil berdiri dan menggendong miftah yang sedang tertidur. Pegelnyaaa... 😥.

Miftah akhirnya bangun begitu kami sudah sampai di Alun-alun Bandung. Toko yang jadi tujuan saya tidak begitu jauh dari Halte bis. Itu sebabnya saya senang kalau ke sini. Ya sekalian belanja, ya sekalian ngajak miftah jalan-jalan 😊. Saya berikan bekal makanan dan menyuruh miftah untuk duduk karena biasanya saya akan lama belanjanya mengingat toko ini selalu ramai. Tidak terasa sudah jam 13.30. Saya belum shalat dan miftah belum makan siang. Diluar toko ada pedagang yang menjual sosis berukuran besar dan miftah merengek-rengek ingin membeli sosis itu. Bukannya ga mau beli, tapi Alun-alun kan termasuk Zona Merah, tidak boleh ada PKL dan yang ketahuan belanja dari PKL akan dikenakan denda. Awal-awalnya peraturan ini memang berjalan. Tapi lama kelamaan, PKL mulai bermunculan lagi. Padahal petugas SatPol PP selalu ada diseputaran Alun-alun.

Akhirnya saya tawarkan pada miftah untuk membeli sosis di RM Ampera, sekalian saya mau numpang shalat. Untungnya miftah mau. Sembari menunggu saya shalat, saya suruh miftah untuk memakan nasi dan sosisnya. Sosisnya sudah pasti habis, nasinya? Masih utuh.. 😑.
Dari situ kami kembali ke Halte Bis. Lagi-lagi ketinggalan bis. Bis menuju Ciburuy sudah pergi dan terpaksa kami menunggu bis selanjutnya datang. Tapi miftah sih happy-happy aja. Bisa melihat kendaraan yang lalu lalang. Ada Ambulance, mobil polisi, selain tentunya bis-bis damri. Tiap ada yang datang dia bertanya "bis itu mau kemana?". "Kalau yang itu mau kemana?". Begitulah.. 😊. Dalam hati bersyukur juga tadi dia sudah tidur cukup lama, jadinya sekarang batrenya fully charge ya, kalau HP mah.. 😆.

Bis Ciburuy pun datang, saya langsung menggendong miftah agar kami bisa cepat masuk dan masih kebagian tempat duduk. Saya ajak miftah untuk duduk dipaling belakang yang kursinya lebih tinggi, disamping jendela, supaya pemandangannya luas dan bahkan miftah bisa berdiri 😆. Tumben, bisnya langsung pergi, biasanya lama menunggu penumpang dulu. Syukur lah, biar bisa cepat pulang ke rumah. Disepanjang perjalanan miftah tidak berhenti berceloteh. Apa yang dia lihat pasti dia komentari. Ada toko mainan, dia bilang "mau beli beko remot disini..". Kadang diselingi juga dengan menyanyi lagu-lagu yang pengucapan liriknya pun belum dia bisa 😂😂. Sepertinya dia sudah hapal dengan rute bis. Dia tahu kalau kita akan melewati tempat yang banyak beko-nya. Miftah seneng banget sama yang namanya beko. Mungkin karena laki-laki ya..sukanya sama kendaraan. Tiba di daerah Cibeureum, dia tanya apa nama jalan ini. Dan dia bilang kalau rumah Neneknya ada disini. Memang betul, Nenek dari Ayah tinggal didaerah Cibeureum. "Deket yey kleta api" lanjutnya. Memang iya juga, tidak jauh dari rumah Nenek, ada rel kereta api.
Begitulah cerita kami dihari Jumat kemarin. Sepertinya kami lelah, sehingga kami tidur cepat dan saya lupa menulis setoran hari ke 8 😂😂.

Oiya, tadi  buka-buka buku pelajaran Khayla. Ada Buku mata pelajaran PK atau Pendidikan Karakter. Disitu ada kertas-kecil dengan tulisan-tulisan. Rupanya itu dibuat oleh teman-temannya. Isi tulisannya macam-macam, tapi intinya khayla itu orangnya baik karena suka membagi makanan, mengajak bermain, suka menolong, dan meminjamkan barang. Hmm..semoga karakter-karakter yang baik, selalu ada di pribadi anak-anak saya. Aamiin...

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Thursday, August 24, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 7

Bismillahirrahmaanirrahiim

Di Paud-nya Miftah, sering ada pembagian kertas berbentuk bintang untuk anak yang mengikuti semua kegiatan dari awal. Jujur Miftah belum pernah dapat karena datangnya terlambat terus 😆. Hari ini juga Miftah datang telat lagi, karena saya tidak bisa menemukan kunci rumah dan pagar. Kan khawatir, kalau meninggalkan rumah tanpa dikunci. Tapi tadi saat bubaran, Miftah ikut mengantri untuk mendapatkan "bintang" yang hari ini bentuknya es krim. Dia tampak semangat kalau ada pembagian sesuatu, tidak mau ketinggalan 😁. Saya pikir dia tidak akan diberi, tapi Alhamdulillah, Bunda Nur memberi dan menempelkan es krim itu di baju miftah. Miftah pun keluar ruangan dan tersenyum senang pada saya. Lebih-lebih pada saat saya belanja ke warung dan miftah membeli es sungguhan 😁


Sore harinya sepulang menjemput khayla, saya teringat punya niat untuk membuat bola-bola coklat. Melihat saya membawa perlengkapan dan bahan-bahannya, khayla dan miftah langsung berkeinginan untuk ikut ambil bagian. Mereka pun bergantian menghancurkan biskuit. Lalu menuangkan susu kental manis. Bersama-sama kami membentuk adonan tersebut dan menggulingkannya ke meises. Sudah jadi deehh, bola-bola coklatnya. Saya yakin ini adalah resep yang sering dipakai untuk memgajarkan anak membuat makanan 😁.
Oiya, khayla bilang dia jadi ingin berjualan bola-bola coklat disekolah. Saya tidak menolak, tapi jangan besok dan bukan menjual bola-bola coklat yang sudah dibikin tadi. Ini cuma iseng menghabiskan biskuit yang tidak dimakan-makan 😆. Mungkin minggu depan saja kalau memang khayla mau jualan


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Wednesday, August 23, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 6

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pagi ini ada waktu luang karena bukan jadwalnya Miftah ke Paud. Keingetan kalau dikulkas masih ada pisang nangka yang belum diolah. Selain pengen bersih-bersih kulkas, pengen juga ada cemilan buat mengganjal perut. Pisang goreng adalah salah satu makanan kesukaan Miftah. Jadi sengaja saya ajak dia untuk ikut berpartisipasi walaupun hanya mengaduk adonan dan memotong pisang, walaupun akhirnya semua kembali dikerjakan oleh saya 😆. Setelah pisang goreng matang, kami berdua pun makan. Tapi penyajian saya sedikit beda. Pisang gorengnya saya beri sedikit susu kental manis dan ditaburi meises. Miftah pun mengikuti cara saya dan dia senang sekali karena dia bilang rasanya enak 😊

Sore hari, Khayla pun pulang dari sekolah. Bukannya mendahulukan shalat Ashar dia malah langsung main diluar, apalagi kalau temannya sudah main duluan. Tidak berapa lama kemudian khayla masuk dengan memakai sepatu roda. Saya tanya siapa pemiliknya. Sebenarnya khayla sempat ingin punya sepatu roda, tapi tidak kami kabulkan karena kami merasa sepatu roda ramenya hanya musiman saja. Sebagai gantinya kami belikan dia sepeda agar saya juga bisa memakainya.
Kalau sudah bermain dengan teman-temannya, dia jadi lupa waktu. Abai akan kewajibannya. Susah kalau saya suruh mandi atau shalat.
Seperti yang direncanakan, hari ini kami mau membuat tulisan tentang habit keluarga yang ditulis di kertas, dihias lalu ditempel didinding dan fotonya dikirimkam ke MK-nya Khayla. Sebelumnya saya sudah potong kertas karton untuk dipakai lalu saya suruh khayla untuk menggambar bunga dan daun di bagian pinggir-pinggirnya. Sementara saya yang melakukan finishing dan memberikan tulisan-tulisan dibagian tengahnya. Tulisannya adalah tentang "Habit Keluarga" dan kami memutuskan program membaca Al-quran setelah shalat magrib sebagai habit kami. Family Project-nya versi SD Hikmah Teladan nihh.. 😁. Mudah-mudahan kami selalu istiqomah dalam menjalankan habit ini

Tuesday, August 22, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 5

Bismillahirrahmaanirrahim

Pagi ini Ibu Ina; Manager Kelas-nya Khayla menanyakan di WAG 2 Quba perihal habit keluarga yang harus didokumentasikan sebelum acara Family Day di akhir September nanti. Habit ini mengingatkan saya kepada Family Project-nya IIP 😆. Semua keluarga diharuskan menulis habit apa yang akan dikerjakan. Tulis dikertas, boleh diberi hiasan, lalu ditempel didinding.

Tadinya hari ini saya akan mengajak khayla untuk membuat hiasan dikertas, karena dia memang paling pandai menggambar dan mewarnai. Tapi rencana itu terpaksa dibatalkan. Sepulang sekolah, setelah istirahat sebentar, saya ajak khayla untuk shalat Ashar. Tapi seperti biasa, adaaa saja 'drama'nya. Bukannya disegerakan, malah banyak main-mainnya. Saya yang sudah siap shalat akhirnya memutuskan untuk shalat duluan, berharap khayla menyusul. Tapi bukannya shalat, dia malah menagis karena saya tinggalkan shalat. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Khayla selalu bisa membolak-balikan keadaan. Bila diajak shalat bareng, susah..ditinggal shalat, marah dan nangis.. haduuhh saya sebenernya udah bosen liat kelakuannya yang seperti itu. Bicara baik-baik, sampai kadang sayanya jadi marah, rasanya tidak ada perubahan 😢😢. Kalau dianya yang punya keinginan, teruuuss  menuntut pada kami-orangtuanya. Giliran kami yang menuntut dia mengerjakan sesuatu, dianya malah acuh tak acuh. Sigghhh, masih jadi PR besar bagi kami untuk bisa merubah kebiasaannya yang kurang baik

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKehidupan

Monday, August 21, 2017

Semua Anak Adalah Bintang Day 4

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kemarin kami berkesempatan berpartisipasi di sebuah acara playdate dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI. Daftarnya untuk khayla dan miftah, tapi dari malam  khayla mengeluh sakit perut. Daripada kenapa-kenapa, akhirnya khayla batal ikut.

Yang seringnya ikut playdate untuk anak-anak ini memang Miftah, karena acaranya bisa saja pas weekday, sementara hari biasa kan khayla-nya sekolah. Sengaja saya ikutkan miftah, selain dalam rangka bermain, juga untuk menambah kepercayaan dirinya agar tidak malu-malu bermain dengan peserta yang banyak, dan belum tentu sudah kita kenal.

Acara untuk peserta umur 3-4 tahun dimulai dengan Circle Time dan dongeng dari Abah Wahyu dan Bunda Dyah yang kebetulan adalah sepupu saya. Walaupun sama sekali tidak bersuara, tapi miftah mau duduk tanpa ada saya didekatnya. Lama-lama miftah memandang saya lalu mulai berdiri mau menghampiri. Saya pikir dia mau duduk dekat saya, eh ternyata dia ingin BAB. Saya langsung menggendong miftah dan membawa tas, kalau-kalau dia BAB dicelana. Soalnya jarak dari lapang tempat kita bermain ke kamar mandi, lumayan jauh. Untungnya yang saya khawatirkan tidak terjadi 😅. Sekembalinya ke tempat utama, ternyata kelompok kecil sedang memetik bunga untuk kegiatan selanjutnya. Saya pun langsung menyuruh miftah untuk ikut serta. Mereka mengambil beberapa bunga dan dikumpulkan ke Abah Wahyu. Setelah itu, dibagikanlah selembar kertas bergambar vas bunga dan lem kepada setiap anak. Jadi diatas gambar vas, dioleskan lem kemudian menempelkan bunga yang tadi sudah dipetik. Saya tahu miftah tidak begitu suka dengan lem, tapi untungnya ada Kakak dari panitia yang mau membersamai miftah menyelesaikan kegiatan pertama ini 😊

Setelah itu kami pindah ke saung yang letaknya dekat kamar mandi yang tadi kami datangi. Disini akan ada lomba makan kerupuk sambil duduk dikursi. Seperti halnya di PAUD kemarin, kali ini pun miftah ogah makan kerupuknya. Mulutnya cuma terbuka 1 cm dan kerupuk hanya menempel dibibirnya 😂😂. Saya sih tidak mau memaksa..walaupun gemas karena anak-anak disebelahnya bersemangat sekali makan kerupuknya. Yang perempuan malah lucu, dengan santainya dia makan kerupuk yang digantung sambil kedua tangannya memegang kerupuk tersebut 😁

Dari sini lanjut ke pos berikutnya. Hmm...ternyata mancing ikan-ikanan yang terbuat dari spons dan ditempeli besi dibagian mulutnya agar kail bisa melekat. Setelah menunggu antrian, akhirnya miftah kebagian juga dan dia nampak exciting apalagi karena sudah berhasil mengambil 3 ikan sesuai instruksi. Beres memancing, pindah ke sebelahnya. Disini anak-anak harus mengambil 3 uang koin yang dimasukkan kedalam container berisi air dan waterbeads. Entah kenapa, kalau berhubungan dengan air, anak-anak mah pasti merasa senang 😊. Alhamdulillah miftah juga semangat nyari koin di air, dan senyumnya tersungging saat koin sudah ada ditangannya.

Pos 1 dan 2 sudah dilewati, kami kembali ke lapang utama melanjutkan permainan. Disini anak-anak diharuskan membawa bola kecil sambil melewati rintangan sederhana yang telah disiapkan lalu memasukkannya ke kardus yang telah dilubangi dan ditempeli gambar singa yang sedang membuka mulutnya. Tidak disangka, miftah juga bersemangat dengan kegiatan ini. Walaupun bola sudah dimasukkan, miftah masih mau mengulangi permainan ini sampai beberapa kali.

Untuk kelompok dengan usia yang lebih besar, lebih seru karena ada lomba tarik tambang antara peserta laki-laki dan perempuan. Bahkan diujung acara, semua anak boleh ikut bergabung untuk ikut tarik tambang melawan Kakak-kakak panitia. Saya suruh miftah untuk ikut beragabung, tapi seperti yang sudah saya duga, miftah menolak 😆. Ya sudah lah, kita jadi penonton saja.

Sebagai penutup acara, semua diberi pin dan bendera kecil sebagai tanda telah selesainya misi yang dilakukan. Senang lagi nih, miftah, kalau soal dikasih-kasih hadiah 😁. Dipimpin Kakak panitia, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu nasional sambil tangannya mengerakkan bendera milik masing-masing. Miftah sih hanya memegang bendera saja tanpa ada keinginan untuk bersuara. Padahal saya yakin dia sudah familiar dengan lagunya, tapi malu untuk ikut nyanyi 😆.

Setelah acara selesai dan beberapa peserta sudah mulai pulang, kami masih ditempat karena menunggu dijemput Ayah. Melihat bola nganggur, saya pun mengajak miftah bermain bola dilapang. Miftah nampak asyik bermain bola. Aktifitas ini membuatnya tersenyum dan tertawa. Dan memang setelah saya tanya, kegiatan ini jadi favoritnya setelah memancing dan mengambil koin di air 😁


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga