Bismillahirrahmanirrahim
Siang tadi Khayla bersama teman-temannya di PAS ITB pergi camping ke daerah Cimenyan. Diperjalanan saya bacakan tentang kondisi tempat camping dan peraturan-peraturan yang dikirimkan oleh kakak panitia melalui grup WA. Harapannya agar Khayla bisa ada sedikit bayangan tentang suasana camping nanti.
Sewaktu makan siang, iseng-iseng saya bertanya di tas yang mana barang-barang yang saya sebutkan. Ternyata dia masih ingat. Berarti dia tidak akan kesulitan jika nanti mencari barang yang dibutuhkan.
Walaupun ini setoran hari ke-10 tapi Insya Allah ini bukan yang terakhir. Saya masih merasa belum maksimal mengamati gaya belajarnya. Apalagi karena dari sekolahnya tidak pernah ada PR jadi tidak ada istilahnya belajar duduk dimeja sambil menulis atau menghapal π. Ditambah lagi sekarang ada kegiatan camping. Mudah-mudahan besok ada yang bisa diamati lagi
#Tantangan10hari
#Gamelevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Saturday, April 29, 2017
Friday, April 28, 2017
Gaya Belajar Anak Day 9
Bismillahirrahmanirrahim
Di hari Jumat, sekolah Khayla pulangnya 1 jam lebih lambat dari hari biasa, karena ada kegiatan humaniora atau ekstra kulikuler. Ketika saya tanya apa kegiatannya, khayla bilang belajar tenis meja. Saya tanya lagi apakah sekelas memang belajar tenis meja atau bebas boleh memilih kegiatan yang disukai. Dia bilang semuanya belajar tenis meja. Ternyata pengajarnya adalah kakak kelas, bukan guru. Ketika saya tanya apakah dia bisa bermain tenis meja setelah diajari kakak kelasnya, dia bilang tidak bisa. Alasannya karena teman-temannya banyak yang main-main π. Yang saya amati, Khayla itu gaya belajarnya visual, mengingat yang dilihat, tapi juga tipe auditori, karena mudah terganggu oleh keributan.
Entah karena hujan atau macet, Khayla tiba dirumah hampir jam 5. Saya langsung masak air panas untuk mandinya. Setelah mandi dan shalat Ashar, saya suruh khayla untuk membereskan perlengkapan untuk camping besok. Saya jelaskan apa saja isi 1 tas yang sudah saya siapkan siang ini. Mudah-mudahan dia ingat π.
Untuk 1 tas lagi yang utamanya, saya biarkan khayla yang mengaturnya. Saya hanya beri instruksi sesuai yang disampaikan kakak panitia untuk menyimpan barang yang tidak terlalu urgent dibagian bawah. Awalnya dia mengikuti instruksi saya tapi diakhir-akhir dia putuskan untuk menyimpan barang-barang perintilan ditempat yang dia mau π
#Tantangan10Hari
#Gamelevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Di hari Jumat, sekolah Khayla pulangnya 1 jam lebih lambat dari hari biasa, karena ada kegiatan humaniora atau ekstra kulikuler. Ketika saya tanya apa kegiatannya, khayla bilang belajar tenis meja. Saya tanya lagi apakah sekelas memang belajar tenis meja atau bebas boleh memilih kegiatan yang disukai. Dia bilang semuanya belajar tenis meja. Ternyata pengajarnya adalah kakak kelas, bukan guru. Ketika saya tanya apakah dia bisa bermain tenis meja setelah diajari kakak kelasnya, dia bilang tidak bisa. Alasannya karena teman-temannya banyak yang main-main π. Yang saya amati, Khayla itu gaya belajarnya visual, mengingat yang dilihat, tapi juga tipe auditori, karena mudah terganggu oleh keributan.
Entah karena hujan atau macet, Khayla tiba dirumah hampir jam 5. Saya langsung masak air panas untuk mandinya. Setelah mandi dan shalat Ashar, saya suruh khayla untuk membereskan perlengkapan untuk camping besok. Saya jelaskan apa saja isi 1 tas yang sudah saya siapkan siang ini. Mudah-mudahan dia ingat π.
Untuk 1 tas lagi yang utamanya, saya biarkan khayla yang mengaturnya. Saya hanya beri instruksi sesuai yang disampaikan kakak panitia untuk menyimpan barang yang tidak terlalu urgent dibagian bawah. Awalnya dia mengikuti instruksi saya tapi diakhir-akhir dia putuskan untuk menyimpan barang-barang perintilan ditempat yang dia mau π
#Tantangan10Hari
#Gamelevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Thursday, April 27, 2017
Gaya Belajar Anak Day 8
Bismillahirrahmanirrahim
Hari Kamis adalah jadwalnya Khayla les menggambar disekolah. Tadinya saya mau menjemput lebih awal agar bisa melihat proses khayla belajar melalui les itu. Tapi sayanya malah ketiduran karena mengantuk, jadi pergi dari rumahnya hampir jam 1/2 3, ditambah lagi angkotnya lama dan saat itu hujan.. sesampainya disekolah, les-nya ya sudah selesai. Mungkin sudah cukup lama karena saya lihat khayla dan temannya sedang asyik membaca sambil duduk dibagian atas permainan wall climbing. Kalau tidak hujan , pasti dia lebih memilih untuk main di playground π.
Dirumah, dia bercerita kalau dia bisa berhitung diluar kepala. Misalnya 57 + 5, 57-nya diucapkan lalu disambung dengan 5 angka setelahnya. Tapi bukannya 61-62, dia malah menyebutkan angka 81-82. Saya pun heran. Dia ulangi sekali lagi, malah jadi angka 40-an yang dia sebut. Saya lalu bilang "kalau ditambah mah berarti angkanya yang sesudahnya, kenapa jadi ada 40-an?" tanya saya. Khayla terdiam lalu menertawakan dirinya yang salah lalu memperbaiki hitungan angkanya π.
Hhmm..mudah-mudahan besok pengamatannya bisa lebih baik agar bisa dipastikan lagi gaya belajarnya Khayla ☺.
#Tantangan10Hari
#°Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Hari Kamis adalah jadwalnya Khayla les menggambar disekolah. Tadinya saya mau menjemput lebih awal agar bisa melihat proses khayla belajar melalui les itu. Tapi sayanya malah ketiduran karena mengantuk, jadi pergi dari rumahnya hampir jam 1/2 3, ditambah lagi angkotnya lama dan saat itu hujan.. sesampainya disekolah, les-nya ya sudah selesai. Mungkin sudah cukup lama karena saya lihat khayla dan temannya sedang asyik membaca sambil duduk dibagian atas permainan wall climbing. Kalau tidak hujan , pasti dia lebih memilih untuk main di playground π.
Dirumah, dia bercerita kalau dia bisa berhitung diluar kepala. Misalnya 57 + 5, 57-nya diucapkan lalu disambung dengan 5 angka setelahnya. Tapi bukannya 61-62, dia malah menyebutkan angka 81-82. Saya pun heran. Dia ulangi sekali lagi, malah jadi angka 40-an yang dia sebut. Saya lalu bilang "kalau ditambah mah berarti angkanya yang sesudahnya, kenapa jadi ada 40-an?" tanya saya. Khayla terdiam lalu menertawakan dirinya yang salah lalu memperbaiki hitungan angkanya π.
Hhmm..mudah-mudahan besok pengamatannya bisa lebih baik agar bisa dipastikan lagi gaya belajarnya Khayla ☺.
#Tantangan10Hari
#°Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Wednesday, April 26, 2017
Gaya Belajar Anak Day 7
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini pengamatan beralih kepada Khayla karena menurut panduan, jika anaknya lebih dari 1, semuanya harus diamati. Jadi saya putuskan untuk terlebih dahulu mengamati miftah yang memang lebih banyak waktunya dengan saya dibanding dengan khayla yang bersekolah dari pagi dan baru pulang ke rumah sore hari.
Karena umurnya sudah 7 tahun, sudah teramati siihh gaya belajarnya. Tapi ada yang tidak berubah, dari kecil dia suka sekali dengan gerak, tari dan lagu. Dia suka menirukan tarian yang dia lihat di acara TV. Seperti tadi sore ada acara Hi5 yang menyajikan cerita, lagu dan tari.
Selain itu Khayla juga suka menggambar. Jujur, gambar dia jauuuhh lebih bagus dibanding dengan gambar kami;orangtuanya ππ. Tadi saya dan suami membicarakan denah untuk renovasi rumah. Melihat denah yang dibuat dikomputer oleh ayahnya, Khayla tertarik dan meminta print-an denah itu untuk digambari. Tapi sayangnya ga lama. Dia lebih senang bermain 'pretend play' bersama miftah π
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Hari ini pengamatan beralih kepada Khayla karena menurut panduan, jika anaknya lebih dari 1, semuanya harus diamati. Jadi saya putuskan untuk terlebih dahulu mengamati miftah yang memang lebih banyak waktunya dengan saya dibanding dengan khayla yang bersekolah dari pagi dan baru pulang ke rumah sore hari.
Karena umurnya sudah 7 tahun, sudah teramati siihh gaya belajarnya. Tapi ada yang tidak berubah, dari kecil dia suka sekali dengan gerak, tari dan lagu. Dia suka menirukan tarian yang dia lihat di acara TV. Seperti tadi sore ada acara Hi5 yang menyajikan cerita, lagu dan tari.
Selain itu Khayla juga suka menggambar. Jujur, gambar dia jauuuhh lebih bagus dibanding dengan gambar kami;orangtuanya ππ. Tadi saya dan suami membicarakan denah untuk renovasi rumah. Melihat denah yang dibuat dikomputer oleh ayahnya, Khayla tertarik dan meminta print-an denah itu untuk digambari. Tapi sayangnya ga lama. Dia lebih senang bermain 'pretend play' bersama miftah π
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Tuesday, April 25, 2017
Gaya Belajar Anak Day 6
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini Bunda memenuhi undangan panitia Kopdar IIP tanggal 1 nanti. Karena tempatnya cukup jauh, di Kiaracondong, moda transportasi yang paling efektif adalah kereta Bandung Raya. Miftah paling seneng kalau diajak naik kereta, salah satu alat transportasi yang jadi favorit dia. Biasanya sih kalau naik kereta kita cuma sampai di Stasiun Bandung dan dia udah hapal. Tapi begitu saya bilang kita mau ke Kiaracondong, miftah terdiam dan berkali-kali bertanya "kita mau kemana?"..sepertinya belum familiar dengan kata kiaracondong..heuheu.
Selama perjalanan dikereta, sesekali saya tunjuk benda-benda diluar dan saya ingatkan miftah beberapa tempat yang pernah kita kunjungi yang mungkin saja dia lupa. Bunda juga terasah visualnya karena baru kali ini naik keretanya lebih jauh dari Stasiun Bandung dan jadi tau daerah mana saja yang dilalui π.
Sampai ditempat tujuan, saya harus menunggu lama karena ketua pelaksananya belum datang. Miftah udah mulai bosan. Untungnya ada mainan lokomotif kereta kecil yang bisa kami pinjam. Tenyata ada satu lagi mainan lokomotif yang ukurannya lebih besar yang bisa mengeluarkan cahaya, suara-suara binatang, dan lagu-lagu. Pastinya menarik perhatian visual dan audio miftah π. Pulangnya sambil jalan kaki mencari ojek, bunda kenalkan dengan tanaman yang temui. Ada pohon nangka yang letak buahnya tidak terlalu tinggi, jadi bisa Δ·ita pegang. Saya ajak miftah untuk ikut menyentuhnya, dan dia bilang, buahnya seperti durian alias ada durinya π. Lalu ada juga pohon kaktus tapi kaktus yang kita temui ternyata tidak berduri π. Jalan lagi beberapa langkah, ada tanaman yang jika ditekan, bentuknya berubah menjadi seperti ulat. Miftah lumayan tertarik melihatnya tapi sayangnya tidak terlalu banyak. Dan kami pun bergegas karena harus mengejar jadwal kereta ke cimahi.
Seperti yang sudah saya duga, untuk anak seumur miftah, pasti gaya belajarnya kombinasi karena visual, audio dan kinestetiknya masih berkembang seiring dengan eksplorasi segala hal.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Hari ini Bunda memenuhi undangan panitia Kopdar IIP tanggal 1 nanti. Karena tempatnya cukup jauh, di Kiaracondong, moda transportasi yang paling efektif adalah kereta Bandung Raya. Miftah paling seneng kalau diajak naik kereta, salah satu alat transportasi yang jadi favorit dia. Biasanya sih kalau naik kereta kita cuma sampai di Stasiun Bandung dan dia udah hapal. Tapi begitu saya bilang kita mau ke Kiaracondong, miftah terdiam dan berkali-kali bertanya "kita mau kemana?"..sepertinya belum familiar dengan kata kiaracondong..heuheu.
Selama perjalanan dikereta, sesekali saya tunjuk benda-benda diluar dan saya ingatkan miftah beberapa tempat yang pernah kita kunjungi yang mungkin saja dia lupa. Bunda juga terasah visualnya karena baru kali ini naik keretanya lebih jauh dari Stasiun Bandung dan jadi tau daerah mana saja yang dilalui π.
Sampai ditempat tujuan, saya harus menunggu lama karena ketua pelaksananya belum datang. Miftah udah mulai bosan. Untungnya ada mainan lokomotif kereta kecil yang bisa kami pinjam. Tenyata ada satu lagi mainan lokomotif yang ukurannya lebih besar yang bisa mengeluarkan cahaya, suara-suara binatang, dan lagu-lagu. Pastinya menarik perhatian visual dan audio miftah π. Pulangnya sambil jalan kaki mencari ojek, bunda kenalkan dengan tanaman yang temui. Ada pohon nangka yang letak buahnya tidak terlalu tinggi, jadi bisa Δ·ita pegang. Saya ajak miftah untuk ikut menyentuhnya, dan dia bilang, buahnya seperti durian alias ada durinya π. Lalu ada juga pohon kaktus tapi kaktus yang kita temui ternyata tidak berduri π. Jalan lagi beberapa langkah, ada tanaman yang jika ditekan, bentuknya berubah menjadi seperti ulat. Miftah lumayan tertarik melihatnya tapi sayangnya tidak terlalu banyak. Dan kami pun bergegas karena harus mengejar jadwal kereta ke cimahi.
Seperti yang sudah saya duga, untuk anak seumur miftah, pasti gaya belajarnya kombinasi karena visual, audio dan kinestetiknya masih berkembang seiring dengan eksplorasi segala hal.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Monday, April 24, 2017
Gaya Belajar Anak Day 5
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini Miftah banyak main diluar rumah. Pagi-pagi ikut Ayah dibonceng naik sepeda. Terus saya tanya "tadi naik sepeda sama Ayah, kemana?". Miftahnya cuma asal jawab karena mungkin ga tahu juga tempatnya. Tapi waktu saya tanya apa yang dia lihat, dia bilang sih, lihat truk π.
Lanjut main dirumah tetangga sampai hampir tengah hari. Sementara Bundanya sibuk dengan cucian karena dari kemarin-kemarin pergi terus. Kalau nggak dikerjain nanti malah tambah stress π.
Waktu main di rumah tetangga, dia lihat anak lain main sepeda, dia juga jadi pengen main sepeda. Kakaknya mau jajan, dia mau jajan juga. Sorenya Khayla menggambar, dia ikut-ikutan juga pengen menggambar. Awalnya miftah pegang spidol besar. Lalu dia mulai gambar benang kusut sambil ngomong kalau itu gambar rel kereta. Lanjut lagi mainnya ke kamar. Dengan spidol, khayla menjiplak tangan dan kaki miftah dilantai lalu khayla memberi instruksi kepada miftah untuk meletakkan kaki dan tangannya ditempat yang sudah digambar tadi. Karena miftah tidak paham, khayla pun memberi instruksi sambil ikut menggerakkan kaki dan tangan miftah.
Oiya, siang tadi bundanya sempat tidur siang karena ngantuk dan cape. Waktu bangun, samar-samar terdengar suara miftah yang sedang mengikuti lagu selamat ulang tahun dari video yang dibuat sewaktu miftah ulang tahun yang ke-3. Sebenarnya miftah suka musik dan lagu, tapi karena Speech Delay, baru beberapa lagu sederhana yang baru bisa dia nyanyikan.
Sejauh ini sih gaya belajarnya masih kombinasi, belum terlalu jelas mana yang lebih dominan.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Hari ini Miftah banyak main diluar rumah. Pagi-pagi ikut Ayah dibonceng naik sepeda. Terus saya tanya "tadi naik sepeda sama Ayah, kemana?". Miftahnya cuma asal jawab karena mungkin ga tahu juga tempatnya. Tapi waktu saya tanya apa yang dia lihat, dia bilang sih, lihat truk π.
Lanjut main dirumah tetangga sampai hampir tengah hari. Sementara Bundanya sibuk dengan cucian karena dari kemarin-kemarin pergi terus. Kalau nggak dikerjain nanti malah tambah stress π.
Waktu main di rumah tetangga, dia lihat anak lain main sepeda, dia juga jadi pengen main sepeda. Kakaknya mau jajan, dia mau jajan juga. Sorenya Khayla menggambar, dia ikut-ikutan juga pengen menggambar. Awalnya miftah pegang spidol besar. Lalu dia mulai gambar benang kusut sambil ngomong kalau itu gambar rel kereta. Lanjut lagi mainnya ke kamar. Dengan spidol, khayla menjiplak tangan dan kaki miftah dilantai lalu khayla memberi instruksi kepada miftah untuk meletakkan kaki dan tangannya ditempat yang sudah digambar tadi. Karena miftah tidak paham, khayla pun memberi instruksi sambil ikut menggerakkan kaki dan tangan miftah.
Oiya, siang tadi bundanya sempat tidur siang karena ngantuk dan cape. Waktu bangun, samar-samar terdengar suara miftah yang sedang mengikuti lagu selamat ulang tahun dari video yang dibuat sewaktu miftah ulang tahun yang ke-3. Sebenarnya miftah suka musik dan lagu, tapi karena Speech Delay, baru beberapa lagu sederhana yang baru bisa dia nyanyikan.
Sejauh ini sih gaya belajarnya masih kombinasi, belum terlalu jelas mana yang lebih dominan.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Sunday, April 23, 2017
Gaya Belajar Anak Day 4
Bismillahirrahmanirrahim
Pagi ini kami siap ke Salman, menjemput Khayla yang selesai dengan kegiatan Mabit dan mentoring sejak Sabtu sore.
Saya mengajak Miftah untuk mandi. Miftah mengiyakan asal mandinya di jolang, tempat dia mandi sewaktu bayi dulu π. Seperti biasa kalau mandi dijolang, maunya sambil bawa mainan juga. Setelah puas main, saya suruh miftah untuk menyabuni badan. Untuk melatih visualnya, saya berdiri diluar kamar mandi sambil memberi contoh gerakan bagian mana saja yang bisa dia sabuni sendiri. Bagian perut, tangan, kaki, leher..tapi ga tau kenapa dia menolak menyabuni lehernya π.
Diangkot dalam perjalanan ke Salman, miftah bertanya nama jalan yang kami lewati. Entah kenapa belakangan ini kalau kita bepergian, miftah suka menanyakan nama jalan yang kami lewati. Ini termasuk kinestika bukan ya? Karena biasanya dihari lain dia akan bilang "kita pernah kesini yaa?" π
Ternyata di Taman Ganesha ada pohon besar yang tumbang sampai tercabut akar-akarnya. Pemandangan ini sepertinya menarik perhatian miftah. Saya jelaskan kalau pohon ini mungkin tumbang waktu ada hujan besar beberapa hari yang lalu. Saking tertariknya miftah sampai ga mau beranjak dari tempat kami berdiri. Padahal sudah waktunya shalat dzuhur dan kegiatan mentoring khayla sudah selesai. Saya katakan kalau kita bisa melihat pohon ini lagi nanti. Miftah pun menangis karena dia tetap tidak ingin pergi ππ. Setelah semua kegiatan selesai, saya mengajak miftah kembali melihat kembali pohon tumbang itu untuk memuaskan visualnya π
#Tantangan10hari
#Gamelevel4
#Gayabelajaranak
#KuliahBunSayIIP
Pagi ini kami siap ke Salman, menjemput Khayla yang selesai dengan kegiatan Mabit dan mentoring sejak Sabtu sore.
Saya mengajak Miftah untuk mandi. Miftah mengiyakan asal mandinya di jolang, tempat dia mandi sewaktu bayi dulu π. Seperti biasa kalau mandi dijolang, maunya sambil bawa mainan juga. Setelah puas main, saya suruh miftah untuk menyabuni badan. Untuk melatih visualnya, saya berdiri diluar kamar mandi sambil memberi contoh gerakan bagian mana saja yang bisa dia sabuni sendiri. Bagian perut, tangan, kaki, leher..tapi ga tau kenapa dia menolak menyabuni lehernya π.
Diangkot dalam perjalanan ke Salman, miftah bertanya nama jalan yang kami lewati. Entah kenapa belakangan ini kalau kita bepergian, miftah suka menanyakan nama jalan yang kami lewati. Ini termasuk kinestika bukan ya? Karena biasanya dihari lain dia akan bilang "kita pernah kesini yaa?" π
Ternyata di Taman Ganesha ada pohon besar yang tumbang sampai tercabut akar-akarnya. Pemandangan ini sepertinya menarik perhatian miftah. Saya jelaskan kalau pohon ini mungkin tumbang waktu ada hujan besar beberapa hari yang lalu. Saking tertariknya miftah sampai ga mau beranjak dari tempat kami berdiri. Padahal sudah waktunya shalat dzuhur dan kegiatan mentoring khayla sudah selesai. Saya katakan kalau kita bisa melihat pohon ini lagi nanti. Miftah pun menangis karena dia tetap tidak ingin pergi ππ. Setelah semua kegiatan selesai, saya mengajak miftah kembali melihat kembali pohon tumbang itu untuk memuaskan visualnya π
#Tantangan10hari
#Gamelevel4
#Gayabelajaranak
#KuliahBunSayIIP
Subscribe to:
Posts (Atom)