Bismillahirrahmaanirrahiim
"Bunda, Teteh pulang jam berapa?" tanya miftah.
"Jam 3" jawab saya.
"Sekarang jam berapa?" tanyanya lagi.
"Jam 12"
Lalu saya ambil puzzle jam. Saya tunjukkan kalau sekarang jam 12. Saya tunjukkan juga jam 3. Saya jelaskan dari jam 12 ke jam 3 berarti 3 jam lagi Khayla tiba dirumah.
Saya ingat masih punya biskuit dikulkas. Saya minta miftah untuk mengambilkannya. Sudah pasti, kalau soal makanan, miftah pasti mau π. Ternyata biskuitnya tinggal 2, berarti masing-masing hanya dapat 1 biskuit.
Oiya, sepulang dari PAUD, miftah ingin beli mainan. Tapi saya tidak ijinkan dan membujuknya agar beli makanan saja diwarung. Saya tanya dan tawarkan apa yang mau dia beli. Miftah mengambil wadah plastik berisi permen. Saya katakan untuk mengambil 3 permen. Miftah pun mengambil 2 permen susu dan 1 lain. Ketika menunggu angkot saya katakan kalau 1 permen yang berbeda itu rasanya asam. Tapi sepertinya miftah tidak percaya. Sampai dirumah dia langsung mencari gunting untuk membuka bungkus permen. Begitu permennya masuk ke mulut, dia pun berkata kalau permennya asam. Dan dia memberikan 1 permen itu untuk saya π
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Wednesday, July 26, 2017
Tuesday, July 25, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 5
Bismillahirrahmaanirrahiim
Miftah kembali minta dibacakan buku. Kali ini buku koleksi lama, Bee Junior yang isinya menurut saya lengkap karena ada cerita dan pembelajaran juga.
Di halaman 11, bisa belajar mengenal bentuk oval, lingkaran dan segitiga. Di halaman selanjutnya bercerita tentang rumah dimana bisa ditemukan banyak bentuk geometri seperti meja yang berbentuk lingkaran, pintu yang berbentuk persegi panjang, taplak meja dengan motif kotak-kotak dll. Cerita berikutnya berhubungan dengan bintang. Walaupun gambar bintangnya tidak sempurna, tapi miftah sudah mengenali kalau itu adalah bintang. Dihalaman selanjutnya barulah gambar bintang-bintangnya terlihat jelas dan bisa dihitung karena banyak.
Dibagian aktivitas, ada perintah untuk menemukan benda yang jumlahnya 2. Tapi miftah masih sedikit kesulitan, masih harus dibantu. Yang terakhir, ada bagian aktivitas lagi yang menyuruh anak untuk menghitung berapa jumlah siput, bunga, batu, burung dan ikan. Walaupun ada ragunya tapi miftah bersedia untuk menghitung.
Malamnya khayla bercerita kalau pelajaran dikelas 2 sekarang, lebih susah. Apalagi matematika. Saya langsung bereaksi. Dalam hati berdoa jangan sampai dia seperti saya yang tidak suka dengan pelajaran matematika π. Sebenarnya semua buku disimpan diloker sekolah, tidak ada yang dibawa pulang. Tapi saya penasaran ingin melihat apa yang sudah dipelajari disekolah terutama matematikanya. Jadi saya suruh khayla untuk membawa pulang buku yang tadi siangnya dipelajari disekolah. Materi BunSay kali ini seakan memberi alert bagi saya agar anak bisa menyukai matematika☺
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Miftah kembali minta dibacakan buku. Kali ini buku koleksi lama, Bee Junior yang isinya menurut saya lengkap karena ada cerita dan pembelajaran juga.
Di halaman 11, bisa belajar mengenal bentuk oval, lingkaran dan segitiga. Di halaman selanjutnya bercerita tentang rumah dimana bisa ditemukan banyak bentuk geometri seperti meja yang berbentuk lingkaran, pintu yang berbentuk persegi panjang, taplak meja dengan motif kotak-kotak dll. Cerita berikutnya berhubungan dengan bintang. Walaupun gambar bintangnya tidak sempurna, tapi miftah sudah mengenali kalau itu adalah bintang. Dihalaman selanjutnya barulah gambar bintang-bintangnya terlihat jelas dan bisa dihitung karena banyak.
Dibagian aktivitas, ada perintah untuk menemukan benda yang jumlahnya 2. Tapi miftah masih sedikit kesulitan, masih harus dibantu. Yang terakhir, ada bagian aktivitas lagi yang menyuruh anak untuk menghitung berapa jumlah siput, bunga, batu, burung dan ikan. Walaupun ada ragunya tapi miftah bersedia untuk menghitung.
Malamnya khayla bercerita kalau pelajaran dikelas 2 sekarang, lebih susah. Apalagi matematika. Saya langsung bereaksi. Dalam hati berdoa jangan sampai dia seperti saya yang tidak suka dengan pelajaran matematika π. Sebenarnya semua buku disimpan diloker sekolah, tidak ada yang dibawa pulang. Tapi saya penasaran ingin melihat apa yang sudah dipelajari disekolah terutama matematikanya. Jadi saya suruh khayla untuk membawa pulang buku yang tadi siangnya dipelajari disekolah. Materi BunSay kali ini seakan memberi alert bagi saya agar anak bisa menyukai matematika☺
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Monday, July 24, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 4
Bismillahirrahmaanirrahiim
Miftah minta dibacakan buku yang kemarin dan sebenarnya sudah berkali-kali saya bacakan. Isinya tentang seorang anak-anak laki bernama Sali yang akan pergi ke kebun binatang bersama orangtuanya.
Kemarin saya bertanya berapa jumlah kancing yang ada dibaju Sali. Sekarang, begitu ada dihalaman yang sama, miftah langsung bertanya dan menjawab sendiri berapa jumlah kancing di baju Sali. Ini berhubungan dengan gaya belajar miftah yang kadang suka mengulang perkataan yang dia dengar π.
Lalu saya tunjuk angka ditiap halamannya. "Ini halaman 1, ini halaman 2, ini halaman 3.." dst. Bagitu dihalaman terakhir "ini halaman 10..Berarti buku ini isinya 10 halaman..".
Dilain waktu, kami sedang menikmati ali agrem salah satu makanan tradisional favorit kami. "Ini bentuknya apa?". "Donat" jawab miftah. Saya tertawa. Karena ditengahnya berlubang, mungkin dia jadi teringat dengan donat π. "Ini lingkaran, ada lubang ditengahnya. Tapi memang seperti donat.." kata saya. Kami menghitung ali agrem tersebut sambil menumpuknya ke atas. Semuanya ada 5. Miftah mengambil 1. "Sekarang ali agremnya ada berapa?" tanya saya. "4" jawab miftah. "Iya betuul..5 diambil 1 jadi 4.." kata saya sambil memperlihatkan 5 jari dan menutup ibu jari sehingga jadi 4. Mudah-mudahan miftah memang mengerti konsep pengurangan atau penambahan, bukan hanya asal 'asbun' alias asal bunyi ππ
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Miftah minta dibacakan buku yang kemarin dan sebenarnya sudah berkali-kali saya bacakan. Isinya tentang seorang anak-anak laki bernama Sali yang akan pergi ke kebun binatang bersama orangtuanya.
Kemarin saya bertanya berapa jumlah kancing yang ada dibaju Sali. Sekarang, begitu ada dihalaman yang sama, miftah langsung bertanya dan menjawab sendiri berapa jumlah kancing di baju Sali. Ini berhubungan dengan gaya belajar miftah yang kadang suka mengulang perkataan yang dia dengar π.
Lalu saya tunjuk angka ditiap halamannya. "Ini halaman 1, ini halaman 2, ini halaman 3.." dst. Bagitu dihalaman terakhir "ini halaman 10..Berarti buku ini isinya 10 halaman..".
Dilain waktu, kami sedang menikmati ali agrem salah satu makanan tradisional favorit kami. "Ini bentuknya apa?". "Donat" jawab miftah. Saya tertawa. Karena ditengahnya berlubang, mungkin dia jadi teringat dengan donat π. "Ini lingkaran, ada lubang ditengahnya. Tapi memang seperti donat.." kata saya. Kami menghitung ali agrem tersebut sambil menumpuknya ke atas. Semuanya ada 5. Miftah mengambil 1. "Sekarang ali agremnya ada berapa?" tanya saya. "4" jawab miftah. "Iya betuul..5 diambil 1 jadi 4.." kata saya sambil memperlihatkan 5 jari dan menutup ibu jari sehingga jadi 4. Mudah-mudahan miftah memang mengerti konsep pengurangan atau penambahan, bukan hanya asal 'asbun' alias asal bunyi ππ
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sunday, July 23, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 3
Bismillahirrahmaanirrahiim
Karena timbangan belum juga disimpan, anak-anak masih bermain dengan timbangan. Saat itu saya sedang membuat headband anak untuk dijual di online shop saya. Salah satu bahan yang dipakai untuk menghias headband adalah manik-manik. Manik-manik itu saya simpan dikaleng kecil. Khayla menyimpan manik-manik tersebut diatas timbangan. Lalu dia bertanya "Bun, 250+250 berapa?". "500" saya jawab. Lalu khayla bicara pada diri sendiri, merasa senang karena hasil yang dia timbang benar yaitu 500 gram. Sepertinya dia sudah sedikit mengerti dengan satuan gram dan kg.
Tapi yang bikin kesal, setelah manik-maniknya ditimbang, khayla dan miftah bukannya mengembalikan ke tempatnya. Ujung-ujungnya semua manik-manik malah berhamburan dilantai. Makin kesal karena ukurannya manik-maniknya ada yang kecil sekali sehingga sulit diambil π. Lalu saya memanggil miftah karena khayla sudah pergi keluar dengan temannya. Saya minta bantuan miftah untuk mengambil manik-manik yang berserakan dilantai. Awalnya miftah tidak mau. Lalu saya tawarkan miftah untuk memungut manik-manik berwarna pink saja. Untungnya miftah mau π. Sambil dimasukkan ke kaleng, sambil dihitung manik-manik pink-nya. 1, 2, 3, sampai 20 hitungannya masih lancar. Begitu lewat 20, akhirnya saya bantu berhitung, "21, 22, 23.." miftah mengikuti walaupun cuma angka dibelakangnya. Sampai akhirnya dihitungan 46 semua manik-manik pink sudah masuk kaleng. Tiba-tiba kata miftah "bunda ini ada 1 lagi!". Oh iya betul π.
Manik-manik pink masuk kaleng, miftah pun main keluar. Tinggal saya yang membereskan sisa manik-manik sendirianππ
Karena timbangan belum juga disimpan, anak-anak masih bermain dengan timbangan. Saat itu saya sedang membuat headband anak untuk dijual di online shop saya. Salah satu bahan yang dipakai untuk menghias headband adalah manik-manik. Manik-manik itu saya simpan dikaleng kecil. Khayla menyimpan manik-manik tersebut diatas timbangan. Lalu dia bertanya "Bun, 250+250 berapa?". "500" saya jawab. Lalu khayla bicara pada diri sendiri, merasa senang karena hasil yang dia timbang benar yaitu 500 gram. Sepertinya dia sudah sedikit mengerti dengan satuan gram dan kg.
Tapi yang bikin kesal, setelah manik-maniknya ditimbang, khayla dan miftah bukannya mengembalikan ke tempatnya. Ujung-ujungnya semua manik-manik malah berhamburan dilantai. Makin kesal karena ukurannya manik-maniknya ada yang kecil sekali sehingga sulit diambil π. Lalu saya memanggil miftah karena khayla sudah pergi keluar dengan temannya. Saya minta bantuan miftah untuk mengambil manik-manik yang berserakan dilantai. Awalnya miftah tidak mau. Lalu saya tawarkan miftah untuk memungut manik-manik berwarna pink saja. Untungnya miftah mau π. Sambil dimasukkan ke kaleng, sambil dihitung manik-manik pink-nya. 1, 2, 3, sampai 20 hitungannya masih lancar. Begitu lewat 20, akhirnya saya bantu berhitung, "21, 22, 23.." miftah mengikuti walaupun cuma angka dibelakangnya. Sampai akhirnya dihitungan 46 semua manik-manik pink sudah masuk kaleng. Tiba-tiba kata miftah "bunda ini ada 1 lagi!". Oh iya betul π.
Manik-manik pink masuk kaleng, miftah pun main keluar. Tinggal saya yang membereskan sisa manik-manik sendirianππ
Saturday, July 22, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 2
Bismillahirrahmaanirrahiim
Saat belanja ke supermarket, seperti biasa Miftah selalu ingin pergi ke bagian mainan. Cuma melihat-lihat mainan saja sepertinya dia cukup senang (apalagi kalau dibelikan π). Tiba-tiba saya terpikirkan untuk membeli puzzle jam dinding. Saya amati, Khayla walaupun sudah 8 tahun, tapi sepertinya masih belum mengerti mengenai waktu. Saya sudah sarankan khayla untuk membuat jadwal harian, saya sudah mencontohkan misalnya dari jam segini sampai jam segini, kegiatannya A dst. Tapi prakteknya masih sulit sekali. Tapi kalau jadwal acara TV kok sepertinya hapal ππ. Akhirnya saya membeli puzzle tersebut karena saya pikir khayla dan miftah bisa memainkannya.
Pada miftah, misinya tidak terlalu muluk-muluk. Awalnya mungkin bisa meletakkan puzzle angka ditempatnya yang sesuai. Kemarin sih masih ada yang salah simpan. Yang kedua pengenalan angka. Karena walaupun sudah bisa menghitung 1-10 (bahkan 20 walau kadang ada yang salah), tapi miftah belum hapal mana itu angka 1, 2, dll.
Pada khayla saya jelaskan mengenai jarum panjang yang ada pada jam. Kalau jarum pendek mungkin dia sudah paham. Saya gerakkan jarum panjang ke angka 3, saya jelaskan berarti itu adalah menit ke 15. Saya putar lagi jarum panjang ke angka 6, berati itu menit ke 30. Kebetulan sudah ada juga di puzzle itu keterangan per 5 menitnya. Mudah-mudahan dia paham. Yaahh..harapannya sih khayla dan miftah bisa mengambil manfaat dari mainan ini π
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Saat belanja ke supermarket, seperti biasa Miftah selalu ingin pergi ke bagian mainan. Cuma melihat-lihat mainan saja sepertinya dia cukup senang (apalagi kalau dibelikan π). Tiba-tiba saya terpikirkan untuk membeli puzzle jam dinding. Saya amati, Khayla walaupun sudah 8 tahun, tapi sepertinya masih belum mengerti mengenai waktu. Saya sudah sarankan khayla untuk membuat jadwal harian, saya sudah mencontohkan misalnya dari jam segini sampai jam segini, kegiatannya A dst. Tapi prakteknya masih sulit sekali. Tapi kalau jadwal acara TV kok sepertinya hapal ππ. Akhirnya saya membeli puzzle tersebut karena saya pikir khayla dan miftah bisa memainkannya.
Pada miftah, misinya tidak terlalu muluk-muluk. Awalnya mungkin bisa meletakkan puzzle angka ditempatnya yang sesuai. Kemarin sih masih ada yang salah simpan. Yang kedua pengenalan angka. Karena walaupun sudah bisa menghitung 1-10 (bahkan 20 walau kadang ada yang salah), tapi miftah belum hapal mana itu angka 1, 2, dll.
Pada khayla saya jelaskan mengenai jarum panjang yang ada pada jam. Kalau jarum pendek mungkin dia sudah paham. Saya gerakkan jarum panjang ke angka 3, saya jelaskan berarti itu adalah menit ke 15. Saya putar lagi jarum panjang ke angka 6, berati itu menit ke 30. Kebetulan sudah ada juga di puzzle itu keterangan per 5 menitnya. Mudah-mudahan dia paham. Yaahh..harapannya sih khayla dan miftah bisa mengambil manfaat dari mainan ini π
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Thursday, July 20, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 1
Bismillahirrahmaanirrahiim
Beberapa hari ini miftah bangunnya siang. Bangun tidur bukannya mandi, ini malah makan π. Setelah buang air kecil dan cuci tangan, miftah mengambil gehu diatas meja dan memakannya. Habis satu gehu, dia ambil lagi tapi kali ini sekaligus dua karena ternyata gehunya menempel π. Bukannya menyimpan salah satunya, gehu itu dipegangnya ditangan kanan dan kiri. Setelah dua-duanya habis iseng-iseng saya bertanya berapa jumlah gehu yang sudah miftah makan. Dengan spontan miftah menjawab "1". Saya bilang lagi ga mungkin makan satu, karena yang terakhir saja langsung 2. Lalu miftah berhitung "1...2..3.." Miftah bisa mengingat berapa gehu yang dia makan π.
Hari ini tumben-tumbenan miftah minta dibelikan roti tawar. Karena saya ada rencana keluar, maka saya iyakan saja. Sepulangnya membeli roti kami bersiap memakannya. Saya ambil mentega dan meses. Saya ambil selembar roti lalu bertanya "ini bentuknya apa?". Miftah tidak bisa menjawab. "Ini bentuknya segi empat atau kotak". Setelah dioles mentega dan ditaburi meses, saya tanya lagi "mau dipotong jadi segitiga atau persegi panjang?". "Segitiga" jawab miftah. Saya jelaskan kalau kita potong roti dari samping secara diagonal, maka bentuk roti jadi segitiga. Tapi kalau dipotong di tengah secara vertikal, bentuknya jadi persegi panjang. Kalau roti persegi panjang itu kita belah lagi 2, rotinya jadi berbentuk segi empat. Mudah-mudahan apa yang saya jelaskan bisa diingat oleh Miftah π.
Karena saya butuh timbangan untuk menimbang paket yang akan dikirimkan, saya membawa dan menyimpan timbangan diruang tengah. Lalu khayla memainkannya. Dia menaruh barang-barang lalu menimbangnya. Tapi sepertinya dia belum mengerti mengenai berat benda karena begitu jarum timbangan menunjukkan angka ke 250, dia bilangnya "250 kg" ππ. Lalu saya jelaskan, sebelum jarumnya menunjuk ke angka 1, maka satuannya adalah gram, bukan kg. Hmm..saya jadi penasaran dengan pelajaran matematika yang didapat khayla sekarang ini dikelas 2 ☺
Beberapa hari ini miftah bangunnya siang. Bangun tidur bukannya mandi, ini malah makan π. Setelah buang air kecil dan cuci tangan, miftah mengambil gehu diatas meja dan memakannya. Habis satu gehu, dia ambil lagi tapi kali ini sekaligus dua karena ternyata gehunya menempel π. Bukannya menyimpan salah satunya, gehu itu dipegangnya ditangan kanan dan kiri. Setelah dua-duanya habis iseng-iseng saya bertanya berapa jumlah gehu yang sudah miftah makan. Dengan spontan miftah menjawab "1". Saya bilang lagi ga mungkin makan satu, karena yang terakhir saja langsung 2. Lalu miftah berhitung "1...2..3.." Miftah bisa mengingat berapa gehu yang dia makan π.
Hari ini tumben-tumbenan miftah minta dibelikan roti tawar. Karena saya ada rencana keluar, maka saya iyakan saja. Sepulangnya membeli roti kami bersiap memakannya. Saya ambil mentega dan meses. Saya ambil selembar roti lalu bertanya "ini bentuknya apa?". Miftah tidak bisa menjawab. "Ini bentuknya segi empat atau kotak". Setelah dioles mentega dan ditaburi meses, saya tanya lagi "mau dipotong jadi segitiga atau persegi panjang?". "Segitiga" jawab miftah. Saya jelaskan kalau kita potong roti dari samping secara diagonal, maka bentuk roti jadi segitiga. Tapi kalau dipotong di tengah secara vertikal, bentuknya jadi persegi panjang. Kalau roti persegi panjang itu kita belah lagi 2, rotinya jadi berbentuk segi empat. Mudah-mudahan apa yang saya jelaskan bisa diingat oleh Miftah π.
Karena saya butuh timbangan untuk menimbang paket yang akan dikirimkan, saya membawa dan menyimpan timbangan diruang tengah. Lalu khayla memainkannya. Dia menaruh barang-barang lalu menimbangnya. Tapi sepertinya dia belum mengerti mengenai berat benda karena begitu jarum timbangan menunjukkan angka ke 250, dia bilangnya "250 kg" ππ. Lalu saya jelaskan, sebelum jarumnya menunjuk ke angka 1, maka satuannya adalah gram, bukan kg. Hmm..saya jadi penasaran dengan pelajaran matematika yang didapat khayla sekarang ini dikelas 2 ☺
Saturday, July 15, 2017
Aliran Rasa Materi Menstimulasi Anak Suka Membaca
Bismillahirrahmanirrahiim
Walaupun tanpa adanya materi ini, saya dan suami sangat mendukung anak-anak kami untuk gemar membaca. Salah satu caranya dengan membelikan mereka buku dari yang harganya murah sampai dengan buku yang bisa dibilang mahal. Sekolah anak kami pun sama, mendukung murid-muridnya untuk gemar membaca, bahkan di sekolah Khayla rutin diadakan program Wisata Buku dimana semua murid dibekali uang untuk membeli buku lalu pergi bersama-sama ke toko buku. Disana mereka bebas mau membeli buku atau komik yang diinginkan.
Memang tidak setiap hari juga kami dirumah membaca buku. Apalagi karena saya bukan ibu yang terlalu telaten membacakan buku π. Paling kalau kami membeli atau mendapatkan buku baru, biasanya anak-anak exciting untuk membacanya.
Tidak diragukan lagi, membaca buku adalah salah satu modal penting bagi seseorang. Karena dengan gemar membaca, maka ilmu pun akan kita dapat. Dan kebiasaan ini memang harus ditanamkan sejak anak-anak kecil, agar terbawa sampai mereka dewasa.
Walaupun tanpa adanya materi ini, saya dan suami sangat mendukung anak-anak kami untuk gemar membaca. Salah satu caranya dengan membelikan mereka buku dari yang harganya murah sampai dengan buku yang bisa dibilang mahal. Sekolah anak kami pun sama, mendukung murid-muridnya untuk gemar membaca, bahkan di sekolah Khayla rutin diadakan program Wisata Buku dimana semua murid dibekali uang untuk membeli buku lalu pergi bersama-sama ke toko buku. Disana mereka bebas mau membeli buku atau komik yang diinginkan.
Memang tidak setiap hari juga kami dirumah membaca buku. Apalagi karena saya bukan ibu yang terlalu telaten membacakan buku π. Paling kalau kami membeli atau mendapatkan buku baru, biasanya anak-anak exciting untuk membacanya.
Tidak diragukan lagi, membaca buku adalah salah satu modal penting bagi seseorang. Karena dengan gemar membaca, maka ilmu pun akan kita dapat. Dan kebiasaan ini memang harus ditanamkan sejak anak-anak kecil, agar terbawa sampai mereka dewasa.
Subscribe to:
Posts (Atom)