Bismillahirrahmaanirrahiim
Saat belanja ke supermarket, seperti biasa Miftah selalu ingin pergi ke bagian mainan. Cuma melihat-lihat mainan saja sepertinya dia cukup senang (apalagi kalau dibelikan 😆). Tiba-tiba saya terpikirkan untuk membeli puzzle jam dinding. Saya amati, Khayla walaupun sudah 8 tahun, tapi sepertinya masih belum mengerti mengenai waktu. Saya sudah sarankan khayla untuk membuat jadwal harian, saya sudah mencontohkan misalnya dari jam segini sampai jam segini, kegiatannya A dst. Tapi prakteknya masih sulit sekali. Tapi kalau jadwal acara TV kok sepertinya hapal 😑😑. Akhirnya saya membeli puzzle tersebut karena saya pikir khayla dan miftah bisa memainkannya.
Pada miftah, misinya tidak terlalu muluk-muluk. Awalnya mungkin bisa meletakkan puzzle angka ditempatnya yang sesuai. Kemarin sih masih ada yang salah simpan. Yang kedua pengenalan angka. Karena walaupun sudah bisa menghitung 1-10 (bahkan 20 walau kadang ada yang salah), tapi miftah belum hapal mana itu angka 1, 2, dll.
Pada khayla saya jelaskan mengenai jarum panjang yang ada pada jam. Kalau jarum pendek mungkin dia sudah paham. Saya gerakkan jarum panjang ke angka 3, saya jelaskan berarti itu adalah menit ke 15. Saya putar lagi jarum panjang ke angka 6, berati itu menit ke 30. Kebetulan sudah ada juga di puzzle itu keterangan per 5 menitnya. Mudah-mudahan dia paham. Yaahh..harapannya sih khayla dan miftah bisa mengambil manfaat dari mainan ini 😊
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Saturday, July 22, 2017
Thursday, July 20, 2017
Menstimulus Matematika Logis Pada Anak Day 1
Bismillahirrahmaanirrahiim
Beberapa hari ini miftah bangunnya siang. Bangun tidur bukannya mandi, ini malah makan 😆. Setelah buang air kecil dan cuci tangan, miftah mengambil gehu diatas meja dan memakannya. Habis satu gehu, dia ambil lagi tapi kali ini sekaligus dua karena ternyata gehunya menempel 😆. Bukannya menyimpan salah satunya, gehu itu dipegangnya ditangan kanan dan kiri. Setelah dua-duanya habis iseng-iseng saya bertanya berapa jumlah gehu yang sudah miftah makan. Dengan spontan miftah menjawab "1". Saya bilang lagi ga mungkin makan satu, karena yang terakhir saja langsung 2. Lalu miftah berhitung "1...2..3.." Miftah bisa mengingat berapa gehu yang dia makan 😁.
Hari ini tumben-tumbenan miftah minta dibelikan roti tawar. Karena saya ada rencana keluar, maka saya iyakan saja. Sepulangnya membeli roti kami bersiap memakannya. Saya ambil mentega dan meses. Saya ambil selembar roti lalu bertanya "ini bentuknya apa?". Miftah tidak bisa menjawab. "Ini bentuknya segi empat atau kotak". Setelah dioles mentega dan ditaburi meses, saya tanya lagi "mau dipotong jadi segitiga atau persegi panjang?". "Segitiga" jawab miftah. Saya jelaskan kalau kita potong roti dari samping secara diagonal, maka bentuk roti jadi segitiga. Tapi kalau dipotong di tengah secara vertikal, bentuknya jadi persegi panjang. Kalau roti persegi panjang itu kita belah lagi 2, rotinya jadi berbentuk segi empat. Mudah-mudahan apa yang saya jelaskan bisa diingat oleh Miftah 😊.
Karena saya butuh timbangan untuk menimbang paket yang akan dikirimkan, saya membawa dan menyimpan timbangan diruang tengah. Lalu khayla memainkannya. Dia menaruh barang-barang lalu menimbangnya. Tapi sepertinya dia belum mengerti mengenai berat benda karena begitu jarum timbangan menunjukkan angka ke 250, dia bilangnya "250 kg" 😂😂. Lalu saya jelaskan, sebelum jarumnya menunjuk ke angka 1, maka satuannya adalah gram, bukan kg. Hmm..saya jadi penasaran dengan pelajaran matematika yang didapat khayla sekarang ini dikelas 2 ☺
Beberapa hari ini miftah bangunnya siang. Bangun tidur bukannya mandi, ini malah makan 😆. Setelah buang air kecil dan cuci tangan, miftah mengambil gehu diatas meja dan memakannya. Habis satu gehu, dia ambil lagi tapi kali ini sekaligus dua karena ternyata gehunya menempel 😆. Bukannya menyimpan salah satunya, gehu itu dipegangnya ditangan kanan dan kiri. Setelah dua-duanya habis iseng-iseng saya bertanya berapa jumlah gehu yang sudah miftah makan. Dengan spontan miftah menjawab "1". Saya bilang lagi ga mungkin makan satu, karena yang terakhir saja langsung 2. Lalu miftah berhitung "1...2..3.." Miftah bisa mengingat berapa gehu yang dia makan 😁.
Hari ini tumben-tumbenan miftah minta dibelikan roti tawar. Karena saya ada rencana keluar, maka saya iyakan saja. Sepulangnya membeli roti kami bersiap memakannya. Saya ambil mentega dan meses. Saya ambil selembar roti lalu bertanya "ini bentuknya apa?". Miftah tidak bisa menjawab. "Ini bentuknya segi empat atau kotak". Setelah dioles mentega dan ditaburi meses, saya tanya lagi "mau dipotong jadi segitiga atau persegi panjang?". "Segitiga" jawab miftah. Saya jelaskan kalau kita potong roti dari samping secara diagonal, maka bentuk roti jadi segitiga. Tapi kalau dipotong di tengah secara vertikal, bentuknya jadi persegi panjang. Kalau roti persegi panjang itu kita belah lagi 2, rotinya jadi berbentuk segi empat. Mudah-mudahan apa yang saya jelaskan bisa diingat oleh Miftah 😊.
Karena saya butuh timbangan untuk menimbang paket yang akan dikirimkan, saya membawa dan menyimpan timbangan diruang tengah. Lalu khayla memainkannya. Dia menaruh barang-barang lalu menimbangnya. Tapi sepertinya dia belum mengerti mengenai berat benda karena begitu jarum timbangan menunjukkan angka ke 250, dia bilangnya "250 kg" 😂😂. Lalu saya jelaskan, sebelum jarumnya menunjuk ke angka 1, maka satuannya adalah gram, bukan kg. Hmm..saya jadi penasaran dengan pelajaran matematika yang didapat khayla sekarang ini dikelas 2 ☺
Saturday, July 15, 2017
Aliran Rasa Materi Menstimulasi Anak Suka Membaca
Bismillahirrahmanirrahiim
Walaupun tanpa adanya materi ini, saya dan suami sangat mendukung anak-anak kami untuk gemar membaca. Salah satu caranya dengan membelikan mereka buku dari yang harganya murah sampai dengan buku yang bisa dibilang mahal. Sekolah anak kami pun sama, mendukung murid-muridnya untuk gemar membaca, bahkan di sekolah Khayla rutin diadakan program Wisata Buku dimana semua murid dibekali uang untuk membeli buku lalu pergi bersama-sama ke toko buku. Disana mereka bebas mau membeli buku atau komik yang diinginkan.
Memang tidak setiap hari juga kami dirumah membaca buku. Apalagi karena saya bukan ibu yang terlalu telaten membacakan buku 😆. Paling kalau kami membeli atau mendapatkan buku baru, biasanya anak-anak exciting untuk membacanya.
Tidak diragukan lagi, membaca buku adalah salah satu modal penting bagi seseorang. Karena dengan gemar membaca, maka ilmu pun akan kita dapat. Dan kebiasaan ini memang harus ditanamkan sejak anak-anak kecil, agar terbawa sampai mereka dewasa.
Walaupun tanpa adanya materi ini, saya dan suami sangat mendukung anak-anak kami untuk gemar membaca. Salah satu caranya dengan membelikan mereka buku dari yang harganya murah sampai dengan buku yang bisa dibilang mahal. Sekolah anak kami pun sama, mendukung murid-muridnya untuk gemar membaca, bahkan di sekolah Khayla rutin diadakan program Wisata Buku dimana semua murid dibekali uang untuk membeli buku lalu pergi bersama-sama ke toko buku. Disana mereka bebas mau membeli buku atau komik yang diinginkan.
Memang tidak setiap hari juga kami dirumah membaca buku. Apalagi karena saya bukan ibu yang terlalu telaten membacakan buku 😆. Paling kalau kami membeli atau mendapatkan buku baru, biasanya anak-anak exciting untuk membacanya.
Tidak diragukan lagi, membaca buku adalah salah satu modal penting bagi seseorang. Karena dengan gemar membaca, maka ilmu pun akan kita dapat. Dan kebiasaan ini memang harus ditanamkan sejak anak-anak kecil, agar terbawa sampai mereka dewasa.
Saturday, June 17, 2017
Menstimulasi Anak Suka Membaca Day 10
Bismillahirrahmaanirrahiim
Khayla dan miftah masih antusias membaca buku yang baru dibeli kemarin disekolah. Dibulan Ramadhan ini bunda lebih banyak membaca al-quran, sedangkan Ayah, sedang dipusingkan oleh Thesis-nya sehingga belum bisa berpartisipasi dengan menempelkan daun di pohon literasi 😆.
Miftah menanyakan buku bluenana miliknya. Setelah itu membaca sendiri tanpa dibacakan. "Ini rumah apel..ini rumah jeyuk..ini rumah pisang.." katanya. Lalu khayla mencoba membaca versi bahasa inggrisnya sambil bercanda sampai miftahnya tertawa-tawa.
Alhamdulillah, sepengamatan saya, mereka suka membaca walaupun memang tidak setiap hari. Kami selaku orangtua juga tidak keberatan membelikan mereka buku daripada beli mainan. Harapannya mereka akan jadi orang yang gemar membaca dan mencintai buku 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Khayla dan miftah masih antusias membaca buku yang baru dibeli kemarin disekolah. Dibulan Ramadhan ini bunda lebih banyak membaca al-quran, sedangkan Ayah, sedang dipusingkan oleh Thesis-nya sehingga belum bisa berpartisipasi dengan menempelkan daun di pohon literasi 😆.
Miftah menanyakan buku bluenana miliknya. Setelah itu membaca sendiri tanpa dibacakan. "Ini rumah apel..ini rumah jeyuk..ini rumah pisang.." katanya. Lalu khayla mencoba membaca versi bahasa inggrisnya sambil bercanda sampai miftahnya tertawa-tawa.
Alhamdulillah, sepengamatan saya, mereka suka membaca walaupun memang tidak setiap hari. Kami selaku orangtua juga tidak keberatan membelikan mereka buku daripada beli mainan. Harapannya mereka akan jadi orang yang gemar membaca dan mencintai buku 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Menstimulasi Anak Suka Membaca Day 10
Bismillahirrahmaanirrahiim
Khayla dan miftah masih antusias membaca buku yang baru dibeli kemarin disekolah. Dibulan Ramadhan ini bunda lebih banyak membaca al-quran, sedangkan Ayah, sedang dipusingkan oleh Thesis-nya sehingga belum bisa berpartisipasi dengan menempelkan daun di pohon literasi 😆.
Miftah menanyakan buku bluenana miliknya. Setelah itu membaca sendiri tanpa dibacakan. "Ini rumah apel..ini rumah jeyuk..ini rumah pisang.." katanya. Lalu khayla mencoba membaca versi bahasa inggrisnya sambil bercanda sampai miftahnya tertawa-tawa.
Alhamdulillah, sepengamatan saya, mereka suka membaca walaupun memang tidak setiap hari. Kami selaku orangtua juga tidak keberatan membelikan mereka buku daripada beli mainan. Harapannya mereka akan jadi orang yang gemar membaca dan mencintai buku 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Khayla dan miftah masih antusias membaca buku yang baru dibeli kemarin disekolah. Dibulan Ramadhan ini bunda lebih banyak membaca al-quran, sedangkan Ayah, sedang dipusingkan oleh Thesis-nya sehingga belum bisa berpartisipasi dengan menempelkan daun di pohon literasi 😆.
Miftah menanyakan buku bluenana miliknya. Setelah itu membaca sendiri tanpa dibacakan. "Ini rumah apel..ini rumah jeyuk..ini rumah pisang.." katanya. Lalu khayla mencoba membaca versi bahasa inggrisnya sambil bercanda sampai miftahnya tertawa-tawa.
Alhamdulillah, sepengamatan saya, mereka suka membaca walaupun memang tidak setiap hari. Kami selaku orangtua juga tidak keberatan membelikan mereka buku daripada beli mainan. Harapannya mereka akan jadi orang yang gemar membaca dan mencintai buku 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Friday, June 16, 2017
Menstimulasi Anak Suka Membaca Day 9
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari kamis kemarin adalah hari pembagian raport khayla. Sewaktu Ibu Guru masuk, saya lihat beliau membawa 1 piala. Ternyata itu adalah piala untuk pemenang program membaca "Menara Buku" yang telah diadakan beberapa bulan sebelumnya. Jadi anggapan saya kalau program itu "menguap" begitu saja, ternyata salah 😆. Tapi sayangnya khayla tidak berhasil menjadi juara karena sticker yang didapatnya tidak begitu tinggi. Padahal buku dirumah masih banyak yang belum dibaca. Apalagi jenisnya juga referensi, bisa mendapatkan sticker yang paling tinggi. Saya ingat ketika program ini diadakan bersamaan dengan materi Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang. Saya berikan motivasi agar khayla mau semangat membaca. Tapi sepertinya sehebat apapun motivasi dari luar, tidak akan berarti tanpa motivasi dari diri sendiri 😊.
Oiya, hari itu disekolah ada seorang ibu yang berjualan buku, pensil, penghapus dll. Seingat saya, ibu ini juga suka berjualan buku di PAUD tempat miftah sekolah. Seperti sebelumnya pernah terjadi, miftah ribut minta jajan. Padahal kan ini bulan puasa, kantinnya juga dikunci 😑. Lalu saya tawarkan miftah untuk membeli buku, sambil menanyakan kepada ibu itu kenapa beliau tidak ada sewaktu pembagian raport di PAUD. Buku yang dijual kebanyakan komik. Lalu saya pilihkan satu buku yang menurut saya cocok untuk seusia miftah. Biar khayla saja yang membeli salah satu komiknya.
Selesai urusan disekolah, kami pergi ke Alun-alun Bandung karena ada yang perlu saya beli. Sesudahnya sholat dhuzur di Masjid Raya dan pada saat itu juga, Pak Suami menelpon dan menyuruh kami untuk datang ke Paledang (rumah orangtua suami) dan sorenya kita sama-sama pergi ke dokter untuk memeriksakan kulit khayla. Perjalanan dengan membawa 2 anak dan menggunakan kendaraan umum pastinya membuat saya lelah. Baru saja sampai di paledang, eehh miftah langsung minta dibacakan buku barunya. Saya beri pengertian kalau saya capek dan ingin istirahat dulu. Tapi miftahnya tetap memaksa. Ya sudah akhirnya saya luangkan waktu sebentar untuk membaca buku tersebut.
Isi bukunya menceritakan tentang tokoh utamanya pisang biru yang bernama Bluenana. Bluenana ini suka makan segala makanan. Sampai akhirnya bluenana ini sakit giginya dan harus ke dokter gigi.
Saya katakan pada miftah kalau bluenana berani ke dokter gigi, jadi harapannya, miftah juga tidak takut kalau suatu hari dia harus pergi ke dokter gigi. Dan semoga sesudah membaca buku ini miftah tambah rajin menyikat giginya 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Hari kamis kemarin adalah hari pembagian raport khayla. Sewaktu Ibu Guru masuk, saya lihat beliau membawa 1 piala. Ternyata itu adalah piala untuk pemenang program membaca "Menara Buku" yang telah diadakan beberapa bulan sebelumnya. Jadi anggapan saya kalau program itu "menguap" begitu saja, ternyata salah 😆. Tapi sayangnya khayla tidak berhasil menjadi juara karena sticker yang didapatnya tidak begitu tinggi. Padahal buku dirumah masih banyak yang belum dibaca. Apalagi jenisnya juga referensi, bisa mendapatkan sticker yang paling tinggi. Saya ingat ketika program ini diadakan bersamaan dengan materi Komunikasi Produktif Kelas Bunda Sayang. Saya berikan motivasi agar khayla mau semangat membaca. Tapi sepertinya sehebat apapun motivasi dari luar, tidak akan berarti tanpa motivasi dari diri sendiri 😊.
Oiya, hari itu disekolah ada seorang ibu yang berjualan buku, pensil, penghapus dll. Seingat saya, ibu ini juga suka berjualan buku di PAUD tempat miftah sekolah. Seperti sebelumnya pernah terjadi, miftah ribut minta jajan. Padahal kan ini bulan puasa, kantinnya juga dikunci 😑. Lalu saya tawarkan miftah untuk membeli buku, sambil menanyakan kepada ibu itu kenapa beliau tidak ada sewaktu pembagian raport di PAUD. Buku yang dijual kebanyakan komik. Lalu saya pilihkan satu buku yang menurut saya cocok untuk seusia miftah. Biar khayla saja yang membeli salah satu komiknya.
Selesai urusan disekolah, kami pergi ke Alun-alun Bandung karena ada yang perlu saya beli. Sesudahnya sholat dhuzur di Masjid Raya dan pada saat itu juga, Pak Suami menelpon dan menyuruh kami untuk datang ke Paledang (rumah orangtua suami) dan sorenya kita sama-sama pergi ke dokter untuk memeriksakan kulit khayla. Perjalanan dengan membawa 2 anak dan menggunakan kendaraan umum pastinya membuat saya lelah. Baru saja sampai di paledang, eehh miftah langsung minta dibacakan buku barunya. Saya beri pengertian kalau saya capek dan ingin istirahat dulu. Tapi miftahnya tetap memaksa. Ya sudah akhirnya saya luangkan waktu sebentar untuk membaca buku tersebut.
Isi bukunya menceritakan tentang tokoh utamanya pisang biru yang bernama Bluenana. Bluenana ini suka makan segala makanan. Sampai akhirnya bluenana ini sakit giginya dan harus ke dokter gigi.
Saya katakan pada miftah kalau bluenana berani ke dokter gigi, jadi harapannya, miftah juga tidak takut kalau suatu hari dia harus pergi ke dokter gigi. Dan semoga sesudah membaca buku ini miftah tambah rajin menyikat giginya 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Thursday, June 15, 2017
Menstimulasi Anak Suka Membaca Day 8
Bismillahirrahmanirrahiim
Hari ini membayar absennya anak-anak karena 2 hari tidak mau membaca buku. Selesai sholat dhuzur saya mengajak miftah untuk membaca. Miftah mau asal bukunya diambilkan bunda. Saya ambil 6 buku. Si kancil dan Pak Tani, Gajah Bersin, Lampu kunang-kunang, Semut dan Belalang, Tikus dan Singa, dan Serigala dan Domba.
Ketika saya membacakan buku untuk miftah, khayla datang menghampiri. Selesai saya bacakan 1 buku, khayla mengambil juga buku bermaksud untuk membacakan untuk miftah. Tapi miftahnya menolak sambil setengah menjerit karena dia ingin bunda saja yang membacakannya. Oalaahh...2 anak ini..selalu saja ada yang dipermasalahkan 😂😂.
Alhamdulillah selesai juga membaca 6 buku. Pohonnya jadi semakin hijau 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Hari ini membayar absennya anak-anak karena 2 hari tidak mau membaca buku. Selesai sholat dhuzur saya mengajak miftah untuk membaca. Miftah mau asal bukunya diambilkan bunda. Saya ambil 6 buku. Si kancil dan Pak Tani, Gajah Bersin, Lampu kunang-kunang, Semut dan Belalang, Tikus dan Singa, dan Serigala dan Domba.
Ketika saya membacakan buku untuk miftah, khayla datang menghampiri. Selesai saya bacakan 1 buku, khayla mengambil juga buku bermaksud untuk membacakan untuk miftah. Tapi miftahnya menolak sambil setengah menjerit karena dia ingin bunda saja yang membacakannya. Oalaahh...2 anak ini..selalu saja ada yang dipermasalahkan 😂😂.
Alhamdulillah selesai juga membaca 6 buku. Pohonnya jadi semakin hijau 😊
#Gamelevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
Subscribe to:
Posts (Atom)