Tuesday, February 28, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 7

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini kebetulan hari lahir Ayah. Kemarin Bunda dan Miftah beli kaos untuk dijadikan kado. Sore harinya saya minta Khayla untuk membungkus kadonya. Kaos dimasukkan ke kotak bekas agar khayla tidak terlalu kesulitan membungkusnya. Awalnya khayla mengeluhkan selotipnya yang langsung dia tempel dikertas kado. Lalu saya beri saran agar sedikit-sedikit saja memakai selotipnya. Tempelkan dibeberapa bagian kotak agar kertas kadonya tidak bergerak -gerak saat kita mulai melipat. Selanjutnya saya biarkan khayla untuk mengerjakan sisanya.

Awalnya dia menempelkan kertas yang sebelumnya sudah dia gambar. Lalu saya sarankan saja untuk membuat yang baru yang berisi ucapan selamat untuk ayah. Berhubung dia senang menggambar, langsung deh, dia bikin yang dia sebut dengan "surat" dan ditempel diatas kado. Semoga ayah suka yaa..dengan kadonya 😊



#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Melatih Kemandirian Anak Day 6

Bismilahirrahmanirrahim

Sore itu Khayla dan Miftah sedang bermain dikamar. Lalu miftah membawa coklat dikulkas yang kemarin dibeli Ayah. Bungkus coklatnya terbuat dari kertas sehingga miftah dengan mudah bisa merobeknya. Bukannya dibuang ditempat sampah, pembungkus coklat itu malah dilempar dilantai kamar. Lalu saya minta Khayla untuk menyapunya. Saya memang jarang menyuruhnya menyapu, dan anaknya juga jarang ada inisiatif untuk menyapu tanpa disuruh 😆😆. Kelihatan dari cara menyapunya yang masih kaku dan ada sebagian sampah yang masih ketinggalan belum terbawa. Lalu saya beri contoh bagaimana cara menyapu yang lebih benar daripada cara dia tadi.
Oiya, waktu khayla mulai menyapu, miftah juga ikut-ikutan mau nyapu juga. Saya pun memberi sapu yang lainnya untuk miftah. Mudah-mudahan kedepannya khayla mau menyapu sendiri tanpa disuruh 😁😁


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Monday, February 27, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 5

Bismillahirrahmanirrahim

Seperti minggu kemarin, hari ini khayla kembali mengikuti kegiatan Pembinaan Anak Salman di ITB. Karena jadwalnya dari minggu pagi sampai siang, otomatis waktu dirumahnya jadi terbatas begitupun kegiatannya.

Untungnya dikegiatan PAS ini, khayla memilih club ‘bocah kreatif’ sehingga masih ada kegiatan yang bisa saya tulis disini sebagai salah satu kegiatan kemandirian anak yaitu ‘berkarya’. Setelah minggu sebelumnya belajar membuat banana roll, minggu ini belajar membuat slime. Karena usianya sudah besar, jadi saya tidak selalu mengikuti segala kegiatannya apalagi karena tempat kegiatannya cukup jauh dari tempat saya berada.
Selesai berkegiatan, khayla menunjukkan slime buatannya yang entah kenapa jadi ‘mleber. Dia beralasan karena wadah plastiknya tidak ada tutupnya seperti teman-temannya yang lain. Drama pun dimulai karena khayla tiba-tiba menangis. Karena sudah tiba waktu sholat Dzuhur, akhirnya saya janjikan untuk beli lem  untuk membuat lagi slime dirumah agar dia berhenti menangis. Lalu saya menyuruhnya untuk mengambil wudhu.

Sebelum sampai dirumah, kami mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan dan diantaranya membeli lem putih untuk khayla. Sesudah shalat Maghrib, benar saja, khayla langsung bereksperimen, membuat slime seperti yang dilakukan siang tadi di Salman. Sambil dia berkarya, saya browsing juga, apakah bahan dan cara pengerjaannya sudah benar atau belum. Dia sih ngotot kalau yang dia kerjakan itu sudah benar. Tapi saya heran, kenapa slimenya masih saja encer, belum mengental. Jadi entahlah, karyanya ini dibilang sukses atau belum 😆



#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Saturday, February 25, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 4

Bismillahirrahmanirrahim

Karena hari sabtu libur sekolah, banyak yang bisa khayla kerjakan dirumah.
Pagi-pagi sudah minta seleting dan pinjem lem tembak punya Bunda, katanya mau bikin tempat pinsil dari kain flanel dan nantinya akan diberikan kepada teman sekolahnya.

Menjelang siang, saya ajak khayla untuk belajar membuat nasi. Mulai dari menakar beras, mencuci dan menyimpannya di rice cooker. Tidak disangka miftah ingin juga ikut mencuci beras (atau main beras? Entahlah.. 😆). Sampai miftahnya menangis 😂😂. Akhirnya saya bujuk "miftah mau pisang goreng?". Dia mengangguk. Ternyata khayla bersedia untuk membuat pisang goreng. Saya tuang terigu dan sedikit gula pasir ke mangkok. Lalu khayla menambahkan air dan mengaduknya. Pisang dipotong kecil-kecil oleh khayla. Miftah bilang dia ingin memasukkan pisangnya ke mangkok. Setelah minyak panas, saya suruh khayla memasukkan adonan pisangnya ke wajan. Lucunya, dia memasukkan adonannya setengah dilempar 😅. Saya beritahu caranya, pelan-pelan saja menyimpan adonan ke wajannya 😆. Sembari menunggu pisang matang, saya minta khayla untuk menjemur baju. Alhamdulillah dia tidak keberatan. Selesai menjemur, pisang pun sudah bisa dinikmati 😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Friday, February 24, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 3

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ke-3 ini masih tetap melatih Khayla untuk menyajikan makanan. Karena hari Jumat pulang sekolahnya lebih sore, saya rencanakan untuk membuat perkedel tahu.

Khayla menghaluskan tahu dengan menggunakan garpu. Setelah halus, saya tambahkan telur dan bumbu. Saya contohkan khayla untuk mengambil sesendok adonan dan memasukkannya kedalam minyak panas.

Oiya, jarang-jarang sore hari Ayah sudah ada dirumah. Ternyata beliau mau pergi lagi dan ingin makan dulu. Karena waktunya mepet, bikin telur dadar aja deh, biar cepet. Ditambah sambal leunca.
Eehh ternyata telurnya habis karena dipakai untuk perkedel tahu. Akhirnya saya suruh khayla dulu untuk pergi ke warung membeli 1/2 kilo telur.

Sembari menunggu tahu kering, saya suruh khayla untuk memecahkan telur dan memasukkannya ke dalam mangkok. Ternyata dia masih merasa kesulitan dan kelihatan ragu. Saya pun pelan-pelan memberikan instruksi sampai akhirnya dia berhasil memecahkan 2 telur. Saya harap kedepannya dia sudah lebih percaya lagi jika harus memecahkan telur 😆


#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Thursday, February 23, 2017

Melatih Kemandirian Anak Day 2

Bismillahirrahmirrahim


Setelah kemarin Khayla belajar bikin perkedel kentang, hari ini tugasnya yang sederhana saja karena kita semua pulang ke rumahnya sore dan waktunya mepet kalau masak yang ribet-ribet.

Sementara saya sholat Ashar, khayla mengupas wortel dan memotong-motongnya. Lalu membagi brokoli menjadi potongan kecil dan merendamnya di air garam.

Saya lupa tidak memberi instruksi bagaimana cara memotong wortelnya. Tadinya mau diiris serong. Tapi karena terlanjur sudah dipotong, ya sudahlah.. tak mengapa 😆

Alhamdulillah hari ke-2 ini masih semangat 😊


#level2
#KuliahBunSayIIP
#Melat

Wednesday, February 22, 2017

Melatih kemandirian anak Day 1

Bismillahirrahmanirrahim


Subhanalah...sejak bergabung di IIP dengan mengikuti Program Matrikulasi, banyak hal-hal yang "akhirnya" saya lakukan yang sebelumnya baru sebatas "niat". Salah satunya ya ini, yang berhubungan dengan kemandirian anak.

Sebenarnya sudah lama juga saya melatih kemandirian anak dengan mengajarkan bahkan memaksanya untuk mempelajari kemampuan yang dipakai sehari-hari, tapi mungkin belum semua.

Dari materi yang saya baca, maka saya putuskan untuk melatih Khayla agar bisa membuat makanan. Sebelum-sebelumnya dia pernah menawarkan diri untuk membantu saya didapur, tapi kadang saya yang menolaknya karena saya merasa gerak saya jadi lambat sementara saya ingin cepat beres 😆😆.

Jam 4 sesudah sholat Ashar, biasanya saya langsung kedapur untuk masak. Saya lihat Khayla sedang asyik main sticker boneka dan dia bisa betah berlama-lama mainnya. Lalu saya minta dia untuk memotong-motong terong ungu dan kentang untuk membuat perkedel kentang. Kentangnya sengaja sudah kupas, karena renacana saya, sekarang belajar memotong dulu, selanjutnya baru belajar mengupas.

Alhamdulillah dia tidak menolak waktu saya suruh memotong kentang. Saya tidak menginterupsi walaupun memotong kentangnya terlalu kekecilan. Saya biarkan saja sementara saya membuat masakan lain. Sudah beres memotong, dia bilang mau ngegoreng kentangnya. Saya persilahkan asal dia sholat Ashar dulu. Alhamdulillah lagi..tidak ada penolakan 😊

Selesai dia sholat, saya pun menepati janji saya untuk menijinkan dia menggoreng kentang. Setelah gorengan pertama selesai, saya instruksikan untuk menghaluskan kentangnya dengan ulekan. Begitu juga dengan gorengan kedua. Sambil menunggu minyak panas, saya kocok telur sementara khayla membentuk kentangnya sebelum dibalurkan ke telur dan digoreng. Karena ada sisa telur, saya tambahkan saja sedikit tahu untuk bikin telur dadar dan saya suruh khayla untuk mengiris daun bawang. Biarpun mengirisnya kurang tipis, tapi saya tidak protes 😆, menahan diri saja untuk tidak mengkritik pekerjaannya.

Selesai masak, khayla langsung bilang kalau dia lapar dan ingin makan. Alhamdulillah makannya lahap. Mungkin karena dia ambil bagian dalam proses pembuatannya jadinya semangat juga buat makannya. Kemarinnya saya masak, malah tidak dimakan 😑😑.

Lalu saya tawarkan dia mau masak apa untuk besok. Mudah-mudahan anaknya masih semangat 😊



#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian