Tuesday, January 9, 2018

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak? Day 5

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kali ini kelompok 5 menyajikan presentasi tentang fitrah seksual dan bahaya pornografi. Ternyata dampak dari pornografi itu sangat berbahaya. Bahkan lebih bahaya daripada narkoba. Jika narkoba menyebabkan tiga saraf otak rusak, pornografi lebih parah lagi, menyebabkan lima saraf yang rusak.

Awal melihat sesuatu yang pornografi mungkin akan merasa jijik atau takut, tapi tetap ada rasa ingin tahu juga. Tahap selanjutnya jadi kecanduan sampai akhirnya ingin berbuat.

One thing lead to another. Pornografi membawa banyak dampak. Banyaknya remaja yang sudah melakukan aktifitas seksual, meningkatnya jumlah kehamilan usia dini, hingga penyimpangan seksual.
Itulah mengapa fitrah seksualitas anak harus ditingkatkan. Agar mereka kuat dan kokoh jika ada hantaman pornografi.

Namun ada tantangan yang dihadapi. Misalnya perbedaan pola asuh orangtua jaman dulu dan sekarang. Jaman dulu banyak hal yang ditabukan. Sehingga anak-anak mencari informasi sendiri, bukannya bertanya pada orangtua. Belum lagi banyak media dijaman ini yang dulu belum ada. Sekarang mudah sekali untuk mendapat banyak informasi. Bahkan informasi yang tidak tepat pun, banyak.

Karena itulah, orangtua jaman now harus selalu meng-upgrade diri dengan mencari banyak ilmu. Perbaiki komunikasi dengan anak, jangan sampai anak tidak menjadikan orangtua sebagai orang kepercayaannya. Tanamkan nilai-nilai keagamaan dan selektif memilih teman atau memilih media yang dapat merusak jiwa dan raga anak

Monday, January 8, 2018

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak? Day 4

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini kelompok 4 menyajikan presentasi dengan judul Pendidikan Pencegahan Pelecehan dan Penyimpangan Seksual. Dari diskusi kali, saya baru mengetahui kalau penyimpangan seksual itu bukan hanya LGBT. Lebih parah lagi, ada orang yang melalukan kegiatan seksualnya dengan barang bahkan binatang ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ.

Lalu bagaimana agar penyimpangan ini tidak sampai terjadi? Tentu saja, dengan menyampaikan pendidkan seksual yang tepat sesuai umur anak. Batasi penggunaan media seperti TV atau gadget, karena dari situlah, banyak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak generasi masa kini. Atau mungkin juga miras. Minuman keras ini dapat membawa pengaruh tidak bagi orang yang mengonsumsinya. Lagi-lagi peran oragtua disini sangat dibutuhkan. Memberikan edukasi seksual yang tepat, dan menggunakan media informasi dengan sebijak-bijaknya

Sunday, January 7, 2018

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak? Day 3

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dari presentasi kelompok 3, dipahami bahwa sekarang ini LGBT menjadi tantangan bagi orangtua akhir jaman. Kita harus waspada dengan propaganda LGBT apalagi karena LGBT ini menular. Dari habbit lalu jadi penyakit. Karena itu fitrah seksualitas harus dibangkitkan sedini mungkin. Orangtua harus berperan penuh, baik itu  ayah atau ibu. Dengan pola asuh yang tepat Insya Allah anak akan mengetahui dengan konkrit apakah dia itu laki-laki atau perempuan. Fondasi agama harus dikuatkan. Lalu jagalah pusat informasi seperti mata, telinga, dan otak dari hal-hal yang tidak baik, seperti tontonan yang mengandung unsur pornografi atau kekerasan.

Saturday, January 6, 2018

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak? Day 2

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini presentasi dari kelompok 2 tentang pengenalan gender pada usia dini.

Anak-anak bisa dikenalkan dengan aturan-aturan seperti meminta ijin sewaktu akan masuk ke kamar orangtua, berpakaian sopan menutup auratnya, menyadari perbedaan jenis kelamin. Lelaki dan perempuan itu berbeda. Mereka harus tegas menyatakan mereka laki-laki atau perempuan.
Anak harus mengetahui mana pakaian yang akan dipakai. Bagaimana bersikap pada orang lain. Dan menjaga diri mereka dari perbuatan orang lain yang tidak menyenangkan. Karena anak adalah peniru ulung, maka sudah seharusnya kita sebagai orangtua memberikan contoh yang baik bagi mereka agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir tanpa gangguan eksternal yang dapat membuatnya melenceng.

Friday, January 5, 2018

Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak? Day 1

Bismillahirrahmaanirrahiim

Review Kelompok 1

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak

Apa itu fitrah seksualitas?
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seorang laki-laki atau perempuan berpikir, merasa, dan bersikap sesuai kodratnya.

Menumbuhkan fitrah seksualitas sangat penting, karena:
- agar anak-anak dapat memastikan identitas seksualitasnya dengan tegas
- agar tidak terjadi penyimpangan seksualitas
- agar kelak anak-anak menjadi ayah dan ibu yang beradab kepada pasngan dan anak keturunannya

Tantangan:
- mengenalkan bentuk tubuh antara laki-laki dan perempuan
- mengenalkan batasan aurat dan rasa malu
- lelaki yang semakin feminine dan perempuan yang semakin maskulin

Solusi:
- membantu pemahaman mengenai perbedaan bentuk tubuh laki-laki dan perempuan
- memberi pemahaman dan contoh bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh orang lain
- ayah dan ibu harus hadir utuh dalam kehidupan anak dan memberikan contoh sebagai laki-laki sejati dan perempuan sejati

Referensi:
Harry Santosa, Fitrah Based Education, Bekasi 2017

Media edukasi
1. Sirah Nabi dan Kisah-kisah sahabat Rasulullah Shallallahu 'alayhi was Sallam
2. Lagu "sentuhan boleh"
3. Video "kisah si aksa" dan kisah si geni"
4. Poster batasan aurat

Setelah penyampaian materi, ada beberapa pertanyaan yang masuk diantaranya mengenai penyebutan alat kelamin lelaki / perempuan. Sebaiknya anak memang sudah diberitahu dengan nama ilmiah dari alat kelaminnya. Ini adalah salah satu cara agar anak mengerti dan menjaga anggota tubuhnya. Namun harus diingatkan juga kalau itu bagian dari aurat jadi tidak boleh diucapkan didepan orang banyak.
Jika ada anak yang bertanya arti seksualitas, bisa dijawab sesuai umur anak. Untuk yang masih balita, jelaskan seksualitas itu perbedaan laki-laki dan perempuan. Kalau usianya lebih besar bisa lebih kompleks jawabannya. Perbedaan dalam hal berpikir, merasa dan bersikap. Tanpa ada hubungannya dengan seksi atau minim dalam berpakaian.

#kuliahbunsayIIP
#fitrahseksualitas
#tantangan10hari
#level11

Monday, December 11, 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng Day 10

Bismilahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, Miftah selalu excited kalau saya sudah bawa buku. Dia pasti langsung mengikuti dan duduk disamping saya. Kali ini saya membacakan Dongeng Halo Balita yang berjudul "Gajah Bersin".

Ceritanya, ada seekor Tikus sedang melukis pemandangan. Tapi ada seekor gajah yang selalu menghalanginya. Tikus mengeluh dan bergeser ke kanan. Gajah pun ikut bergeser ke kanan dan berkata kalau dia ingin melihat lukisan Si Tikus. Lalu Tikus mencoba bergeser ke kiri. Tapi gajah juga ikut bergeser ke kiri. Lagi-lagi Tikus mengeluh kalau dia tidak bisa melukis kalau gajah selalu menghalanginya. Tikus pun menawarkan pada Gajah untuk duduk disampingnya. Gajah menurut. Tapi lukisan yang dibuat Tikus terlalu kecil. Gajah harus bersusah payah melihat lukisan dari samping kanan Tikus sampai-sampai belalainya menempel ditangan Tikus.  Sekarang Tikus menyuruh Gajah untuk pindah ke sebelah kiri agar tangan kanannya tidak terhalangi belalai Gajah. Lagi-lagi Gajah tidak bisa melihat lukisan yang dibuat Tikus. Ia kembali mendekatkan wajahnya ke arah lukisan. Namun tiba-tiba Si Gajah bersin dan ujung belalainya menyentuh kuas. Tikus kaget. Kanvas dan alat lukisnya beterbangan. Gajah meminta maaf pada Tikus sambil mengumpulkan alat lukis yang berserakan. Akhirnya Gajah menawarkan Tikus untuk melukis diatas belalainya. Tikus pun menggangguk setuju. Akhirnya Gajah bisa melihat lukisan yang dibuat Tikus dan dia dapat melukis tanpa terhalangi Gajah lagi.

Dongeng fabel seperti ini banyak kita temui dan mengajak pembacanya untuk berimajinasi dan selalu ada pembelajaran yang bisa kita ambil dari dongeng tersebut.

Saturday, December 9, 2017

Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng Day 9

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini saya membacakan buku dongeng Halo Balita yang berjudul "Lampu Kunang-kunang" kepada Miftah. Khayla tidak ada dirumah karena sedang mengikuti kegiatan Mabit di Salman.

Cerita diawali ketika seorang anak laki-laki bernama Tama sedang bermain diluar rumah pada malam hari. Lalu Fina, adiknya, memanggilnya untuk masuk kedalam. Bukannya masuk ke rumah, Tama malah mengajak Fina untuk bermain diluar bersamanya. Ternyata diluar ada kunang-kunang! Fina tertarik dan menghampiri Tama. Benar saja, Fina melihat banyak kunang-kunang dan mereka terlihat cantik dengan cahayanya. Seperti berada diantara lampu-lampu. Fina punya satu ide lalu berlari masuk kedalam rumah. Lalu Fina keluar lagi dengan membawa toples ditangannya. Rupanya mereka ingin menangkap dan memasukkan kunang-kunang kedalam toplesnya. Toples pun menjadi bercahaya seperti lampu kunang-kunang. Tapi kemudian mereka melihat kalau kunang-kunangnya menabrak toples. Mereka kasihan dan berpikir kalau kunang-kunang itu ingin bebas. Akhirnya Fina melepaskan kunang-kunang dalam toples dan kunang-kunang pun dapat terbang bebas kembali.

Hm..kids jaman now pasti jarang yang sudah melihat kunang-kunang secara langsung๐Ÿ˜‘. Kalau ada, saya juga ingin memperlihatkan pada anak-anak betapa cantiknya kunang-kunang saat mereka bersinar ditempat gelap ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š