Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini disekolah Khayla ada lomba Nasyid antar kelas. Ibu Ina, Manager Kelas 2 Quba, tidak lupa mengirimkan video penampilan murid-muridnya melalui WAG kelas. Saya sebenarnya tidak yakin kalau kelas 2 Quba bisa menang. Mungkin kelas yang lain penampilannya jauh lebih bagus.
Tapi ternyata Bu Ina memberitahukan kalau kelas 2 Quba menang dan akan tampil lagi ke panggung saat event Family Day hari Minggu ini. Waah..surprise bangeett!! Pastinya anak-anak dan orangtua juga senang. Naahh kebiasaan unik di SDHT, setiap ada perlombaan, pihak sekolah selalu memberikan reward. Rewardnya menurut saya sih tidak biasa, yaitu voucher untuk jajan dikantin. Pastinya menyenangkan untuk anak-anak π. Khayla dan teman-teman mendapatkan voucher senilai 3000 rupiah. Khayla bilang yang kalah juga dapat voucher, tapi mungkin nilainya berbeda. Rejeki yaaa..dapat tambahan 3000 dari uang jajan yang saya berikan tadi pagi π.
Setelah seminggu kemarin miftah absen datang ke PAUD, hari ini kami datang kembali. Pulangnya, miftah ingin jajan di warung depan PAUD. Tapi saya keberatan kalau dia jajan disitu, soalnya ragamnya tidak banyak. Biasanya kalau jajan disitu, ujung-ujungnya miftah malah membeli teh dalam kemasan dan saya tidak ingin miftah membelinya. Saya ajak miftah jajan diwarung lain yang biasa kami datangi juga. Tapi miftah tetap memaksa dan menarik tangan saya. Saya tetap tidak mau. Akhirnya saya gendong saja miftah dan dia pun mulai menangis. Sesampainya diwarung, miftah masih menangis dan tidak mau beli apapun. Ya sudah akhirnya saya saja yang memilih 3 jenis makanan dan memasukkannya kedalam tas. Begitu sampai dirumah, tanpa banyak bicara, miftah langsung mencari gunting untuk membuka makanan yang saya beli dan mulai menikmatinya π. Oalaahh...anak itu yaa.. tadi menolak rejeki, sekarang diambil juga ππ
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Tuesday, September 26, 2017
Monday, September 25, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 12
Bismillahirrahmaanirrahim
Dari sisa uang yang khayla miliki, saya berikan 3000 rupiah untuk uang saku ke sekolah. Saat saya tanya dipakai beli apa saja uangnya. Seperti biasa, semuanya habis tidak bersisa π. Beli permen, beli teh, dan beli popcorn. Sisa uangnya sekarang Rp.24.100
Pagi ini saya dan miftah menyempatkan pergi ke Pasar Senin. Kebetulan ada yang akan dibeli untuk lauk pauk makan. Miftah bilang ingin beli buah lengkeng. Miftah memang suka sekali dengan buah-buahan, hampir semua dia suka. Karena buah bisa dimakan bersama, saya penuhi permintaannya membeli buah lengkeng. Siang harinya saat dia sedang bermain dan saya sedang beres-beres rumah, terdengar suara khas dari tukang bubur sumsum langganan kami. Miftah bereaksi dan bilang kalau dia ingin bubur sumsum. Awalnya tidak langsung saya iyakan. Kan tadi sudah beli lengkeng. Tapi miftah tetap ingin beli biarpun Mamangnya sudah menjauh. Akhirnya saya panggil Mamang tukang bubur sumsumnya dan memberikan uang 2500 kepada miftah. Hmm..sekarang mah anak ini udah banyak maunya π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Dari sisa uang yang khayla miliki, saya berikan 3000 rupiah untuk uang saku ke sekolah. Saat saya tanya dipakai beli apa saja uangnya. Seperti biasa, semuanya habis tidak bersisa π. Beli permen, beli teh, dan beli popcorn. Sisa uangnya sekarang Rp.24.100
Pagi ini saya dan miftah menyempatkan pergi ke Pasar Senin. Kebetulan ada yang akan dibeli untuk lauk pauk makan. Miftah bilang ingin beli buah lengkeng. Miftah memang suka sekali dengan buah-buahan, hampir semua dia suka. Karena buah bisa dimakan bersama, saya penuhi permintaannya membeli buah lengkeng. Siang harinya saat dia sedang bermain dan saya sedang beres-beres rumah, terdengar suara khas dari tukang bubur sumsum langganan kami. Miftah bereaksi dan bilang kalau dia ingin bubur sumsum. Awalnya tidak langsung saya iyakan. Kan tadi sudah beli lengkeng. Tapi miftah tetap ingin beli biarpun Mamangnya sudah menjauh. Akhirnya saya panggil Mamang tukang bubur sumsumnya dan memberikan uang 2500 kepada miftah. Hmm..sekarang mah anak ini udah banyak maunya π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Sunday, September 24, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 11
Bismillahirrahmaanirrahiim
Sebelum berangkat ke Salman untuk berkegiatan, saya kumpulkan uang yang ada ditas khayla. Kalau ditotal, uangnya mencapai 50 ribu rupiah. Saya beri lima rupiah untuk jajan setelah selesai mentoring PAS.
Malam harinya, saya minta khayla mencatat laporannya. Lalu saya sarankan dia untuk menyimpan sebagian uangnya untuk dimasukkan celengan. Saya khawatir kalau dia bawa uang banyak ke sekolah, takutnya hilang. Akhirnya dia setuju untuk memasukkan 20 ribu ke dalam celengan. Lalu khayla pun bertanya apakah penulisan laporannya sudah sampai hari ini saja. Heuheu... saya biilang, bagus kan ada laporan seperti itu. Jadi ketauan uangnya dibelikan apa saja π. Yaa..semoga penulisan laporan keuangan ini bisa membawa manfaat bagi khayla. Menjadi pengalaman dan contoh untuk kedepannya nanti agar bijak dengan uang yang dia miliki.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Sebelum berangkat ke Salman untuk berkegiatan, saya kumpulkan uang yang ada ditas khayla. Kalau ditotal, uangnya mencapai 50 ribu rupiah. Saya beri lima rupiah untuk jajan setelah selesai mentoring PAS.
Malam harinya, saya minta khayla mencatat laporannya. Lalu saya sarankan dia untuk menyimpan sebagian uangnya untuk dimasukkan celengan. Saya khawatir kalau dia bawa uang banyak ke sekolah, takutnya hilang. Akhirnya dia setuju untuk memasukkan 20 ribu ke dalam celengan. Lalu khayla pun bertanya apakah penulisan laporannya sudah sampai hari ini saja. Heuheu... saya biilang, bagus kan ada laporan seperti itu. Jadi ketauan uangnya dibelikan apa saja π. Yaa..semoga penulisan laporan keuangan ini bisa membawa manfaat bagi khayla. Menjadi pengalaman dan contoh untuk kedepannya nanti agar bijak dengan uang yang dia miliki.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Saturday, September 23, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 10
Bismillahirrahmaanirrahiim
Hari ini tidak ada laporan keuangan yang dibuat oleh khayla. Jam 6 pagi, kami semua sudah keluar rumah karena saya akan berjualan di area bazaar diacara Kuliah Umum IIP Bandung yang nara sumbernya adalah Ibu Elly Risman. Sebenarnya saya sudah menawarkan khayla untuk ikut berjualan. Sebagai pembelajaran, kalau kita harus mau berusaha dan bekerja untuk menjemput rejeki. Saat menata barang dagangan pun, dia excited dan bilangnya ingin ikut saya berjualan. Tapi beberapa waktu kemudian akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan ayahnya lagi π.
Tapi ada satu yang bikin saya heran. Kemarin kan uang 20 ribu yang diberi oleh Nenek Wiwi, sudah dipecah menjadi 3 lembar dan khayla hanya mendapatkan 5 ribu sebagai bekal. Itupun hampir habis. Tapi begitu saya lihat tasnya khayla, saya menemukan uang 20 ribu. Bahkan ada juga uang sepuluh ribunya. Saya heran, dapat uang dari mana? Saya khawatirnya dia mengambil yang bukan haknya. Begitu kami tanya, dia jawab uang itu adalah pemberian Nenek Wiwi. Lho, saya heran. Kan kita baru kemarin ke Kopo, dan uangnya pun sudah terpakai. Kenapa ada uang sebanyak itu? Dia bilang sih dari kunjungan-kunjungan sebelumnya..dan uangnya dia kumpulkan. Sigh....semoga benar ya, apa yang dia ucapkan π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Hari ini tidak ada laporan keuangan yang dibuat oleh khayla. Jam 6 pagi, kami semua sudah keluar rumah karena saya akan berjualan di area bazaar diacara Kuliah Umum IIP Bandung yang nara sumbernya adalah Ibu Elly Risman. Sebenarnya saya sudah menawarkan khayla untuk ikut berjualan. Sebagai pembelajaran, kalau kita harus mau berusaha dan bekerja untuk menjemput rejeki. Saat menata barang dagangan pun, dia excited dan bilangnya ingin ikut saya berjualan. Tapi beberapa waktu kemudian akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan ayahnya lagi π.
Tapi ada satu yang bikin saya heran. Kemarin kan uang 20 ribu yang diberi oleh Nenek Wiwi, sudah dipecah menjadi 3 lembar dan khayla hanya mendapatkan 5 ribu sebagai bekal. Itupun hampir habis. Tapi begitu saya lihat tasnya khayla, saya menemukan uang 20 ribu. Bahkan ada juga uang sepuluh ribunya. Saya heran, dapat uang dari mana? Saya khawatirnya dia mengambil yang bukan haknya. Begitu kami tanya, dia jawab uang itu adalah pemberian Nenek Wiwi. Lho, saya heran. Kan kita baru kemarin ke Kopo, dan uangnya pun sudah terpakai. Kenapa ada uang sebanyak itu? Dia bilang sih dari kunjungan-kunjungan sebelumnya..dan uangnya dia kumpulkan. Sigh....semoga benar ya, apa yang dia ucapkan π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Friday, September 22, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 9
Bismillahirrahmaanirrahiim
Seperti yang kemarin sudah saya sarankan, saya pecah uang 20 ribu milik khayla dengan selembar uang 10 ribu dan 2 lembar uang 5 ribu. 5 ribunya masuk ke celengan, 10 ribunya disimpan dulu, dan selembar 5 ribu yang satunya dibawa ke sekolah sebagai uang saku.
Lucu juga waktu menuliskan laporan keuangannya. Bisa sambil praktek pelajaran matematika dengan mengurangi uang 20 ribu yang dia miliki dengan pengeluaran dia hari ini π.
Sementara miftah maunya uang 20 ribu yang dia miliki dimasukkan semua ke celengan. Saya sudah tawarkan untuk membaginya seperti khayla, tapi dia menolak. Alhasil, hari ini jajannya masih pakai uang Bunda π
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Seperti yang kemarin sudah saya sarankan, saya pecah uang 20 ribu milik khayla dengan selembar uang 10 ribu dan 2 lembar uang 5 ribu. 5 ribunya masuk ke celengan, 10 ribunya disimpan dulu, dan selembar 5 ribu yang satunya dibawa ke sekolah sebagai uang saku.
Lucu juga waktu menuliskan laporan keuangannya. Bisa sambil praktek pelajaran matematika dengan mengurangi uang 20 ribu yang dia miliki dengan pengeluaran dia hari ini π.
Sementara miftah maunya uang 20 ribu yang dia miliki dimasukkan semua ke celengan. Saya sudah tawarkan untuk membaginya seperti khayla, tapi dia menolak. Alhasil, hari ini jajannya masih pakai uang Bunda π
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
Thursday, September 21, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 8
Bismilahirrahmaanirrahiim
Berhubung hari ini libur sekolah, tidak ada laporan keuangan karena saya tidak memberi khayla uang. Tapi hari ini khayla dan miftah masing-masing mendapatkan uang Rp.20.000 dari Nenek Wiwi. Karena instruksi dilevel ini latih dan percayakan, maka saya biarkan khayla memegang uang tersebut. Tapi sepertinya setengahnya dulu, khawatir semuanya akan habis dalam sehari π. Atau saya akan sarankan khayla untuk menyimpan beberapa persen dari uang tersebut untuk ditabung.
Miftah sendiri saat diberi uang, langsung bilang kalau uangnya akan ditabung. Buat beli mainan, katanya. Sama seperti kakaknya, saya akan sarankan untuk menabung sebagian besar uang itu dan memberi miftah beberapa rupiah untuk dia pakai. Mari kita lihat kelanjutannya besok π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
Wednesday, September 20, 2017
Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 7
Bismilahirrahmaanirrahiim
Kalau kemarin saya memberi uang Rp.3000 sebagai bekal Khayla, hari ini saya kurangi lagi menjadi Rp.2500. Setelah saya lihat laporannya, ternyata masih ada sisa uang Rp.500. Kadang saya bingung, dikasih bekalnya minimalis, ada sisa.. tapi begitu ditambah, kok malah tidak ada sisaπ.
Tadi khayla cerita kalau Fadil, anak tetangga yang kebetulan baru masuk SD dan satu sekolah dengan khayla, bekalnya Rp.20.000. Entah setiap hari entah hanya kebetulan saja hari itu. Wah, saya kaget juga. Peraturan dari sekolah saja membolehkan siswa kelas 1 membawa uang Rp.10.000, masa sih ini membawa lebih?!
Dari kelas 1, saya memang tidak pernah memberi uang jajan yang banyak kepada khayla. Waktu kelas 1 cuma Rp.2.000. Terbilang sedikit memang, dibanding teman-temannya. Tapi entahlah..saya jujur belum percaya kalau khayla diberi uang lebih. Sehari pun bisa habis atau uangnya dibelikan barang yang aneh-aneh. Tidak ada uang untuk ditabung. Sebetulnya ada uang yang dia tabung, biasanya kalau kami datang ke rumah Nenek diKopo dan saat kami pulang, Nenek memberi uang pada khayla dan miftah. Yang paling banyak sih pastinya waktu Hari Raya Idul Fitri π.
Pagi menjelang siang, saya dan miftah pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Pengennya sih ke salon, ngerapihin rambut miftah. Tapi miftahnya menolak terus. Ya sudahlaaaahh π
Didalam angkot, saya baru sadar kalau sandal miftah ternyata rusak. Lepas tali dibagian depannya Nggak bisa dipake lagi doonng, sol bawahnya juga sudah tipis. Akhirnya di supermarket kami membeli sandal baru. Saya terangkan kalau miftah memang butuh sendal baru. Kalau tidak beli, berarti miftah nyeker. Yang bikin saya rada kesal, karena harga sendal anaknya muahaall-mahaaalll sekalii.. tidak ada yang harganya 20 ribu π. Tapi yaa terpaksa dibeli, karena butuh... π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarus Dicari
#Level8
Kalau kemarin saya memberi uang Rp.3000 sebagai bekal Khayla, hari ini saya kurangi lagi menjadi Rp.2500. Setelah saya lihat laporannya, ternyata masih ada sisa uang Rp.500. Kadang saya bingung, dikasih bekalnya minimalis, ada sisa.. tapi begitu ditambah, kok malah tidak ada sisaπ.
Tadi khayla cerita kalau Fadil, anak tetangga yang kebetulan baru masuk SD dan satu sekolah dengan khayla, bekalnya Rp.20.000. Entah setiap hari entah hanya kebetulan saja hari itu. Wah, saya kaget juga. Peraturan dari sekolah saja membolehkan siswa kelas 1 membawa uang Rp.10.000, masa sih ini membawa lebih?!
Dari kelas 1, saya memang tidak pernah memberi uang jajan yang banyak kepada khayla. Waktu kelas 1 cuma Rp.2.000. Terbilang sedikit memang, dibanding teman-temannya. Tapi entahlah..saya jujur belum percaya kalau khayla diberi uang lebih. Sehari pun bisa habis atau uangnya dibelikan barang yang aneh-aneh. Tidak ada uang untuk ditabung. Sebetulnya ada uang yang dia tabung, biasanya kalau kami datang ke rumah Nenek diKopo dan saat kami pulang, Nenek memberi uang pada khayla dan miftah. Yang paling banyak sih pastinya waktu Hari Raya Idul Fitri π.
Pagi menjelang siang, saya dan miftah pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Pengennya sih ke salon, ngerapihin rambut miftah. Tapi miftahnya menolak terus. Ya sudahlaaaahh π
Didalam angkot, saya baru sadar kalau sandal miftah ternyata rusak. Lepas tali dibagian depannya Nggak bisa dipake lagi doonng, sol bawahnya juga sudah tipis. Akhirnya di supermarket kami membeli sandal baru. Saya terangkan kalau miftah memang butuh sendal baru. Kalau tidak beli, berarti miftah nyeker. Yang bikin saya rada kesal, karena harga sendal anaknya muahaall-mahaaalll sekalii.. tidak ada yang harganya 20 ribu π. Tapi yaa terpaksa dibeli, karena butuh... π
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarus Dicari
#Level8
Subscribe to:
Posts (Atom)