Friday, September 22, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 9

Bismillahirrahmaanirrahiim


Seperti yang kemarin sudah saya sarankan, saya pecah uang 20 ribu milik khayla dengan selembar uang 10 ribu dan 2 lembar uang 5 ribu. 5 ribunya masuk ke celengan, 10 ribunya disimpan dulu, dan selembar 5 ribu yang satunya dibawa ke sekolah sebagai uang saku.
Lucu juga waktu menuliskan laporan keuangannya. Bisa sambil praktek pelajaran matematika dengan mengurangi uang 20 ribu yang dia miliki dengan pengeluaran dia hari ini πŸ˜†.

Sementara miftah maunya uang 20 ribu yang dia miliki dimasukkan semua ke celengan. Saya sudah tawarkan untuk membaginya seperti khayla, tapi dia menolak. Alhasil, hari ini jajannya masih pakai uang Bunda 😁


#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Thursday, September 21, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 8

Bismilahirrahmaanirrahiim

Berhubung hari ini libur sekolah, tidak ada laporan keuangan karena saya tidak memberi khayla uang. Tapi hari ini khayla dan miftah masing-masing mendapatkan uang Rp.20.000 dari Nenek Wiwi. Karena instruksi dilevel ini latih dan percayakan, maka saya biarkan khayla memegang uang tersebut. Tapi sepertinya setengahnya dulu, khawatir semuanya akan habis dalam sehari πŸ˜†. Atau saya akan sarankan khayla untuk menyimpan beberapa persen dari uang tersebut untuk ditabung.

Miftah sendiri saat diberi uang, langsung bilang kalau uangnya akan ditabung. Buat beli mainan, katanya. Sama seperti kakaknya, saya akan sarankan untuk menabung sebagian besar uang itu dan memberi miftah beberapa rupiah untuk dia pakai. Mari kita lihat kelanjutannya besok 😁

#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

Wednesday, September 20, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 7

Bismilahirrahmaanirrahiim

Kalau kemarin saya memberi uang Rp.3000 sebagai bekal Khayla, hari ini saya kurangi lagi menjadi Rp.2500. Setelah saya lihat laporannya, ternyata masih ada sisa uang Rp.500. Kadang saya bingung, dikasih bekalnya minimalis, ada sisa.. tapi begitu ditambah, kok malah tidak ada sisaπŸ˜‚.
Tadi khayla cerita kalau Fadil, anak tetangga yang kebetulan baru masuk SD dan satu sekolah dengan khayla, bekalnya Rp.20.000. Entah setiap hari entah hanya kebetulan saja hari itu. Wah, saya kaget juga. Peraturan dari sekolah saja membolehkan siswa kelas 1 membawa uang Rp.10.000, masa sih ini membawa lebih?!
Dari kelas 1, saya memang tidak pernah memberi uang jajan yang banyak kepada khayla. Waktu kelas 1 cuma Rp.2.000. Terbilang sedikit memang, dibanding teman-temannya. Tapi entahlah..saya jujur belum percaya kalau khayla diberi uang lebih. Sehari pun bisa habis atau uangnya dibelikan barang yang aneh-aneh. Tidak ada uang untuk ditabung. Sebetulnya ada uang yang dia tabung, biasanya kalau kami datang ke rumah Nenek diKopo dan saat kami pulang, Nenek memberi uang pada khayla dan miftah. Yang paling banyak sih pastinya waktu Hari Raya Idul Fitri πŸ˜†.

Pagi menjelang siang, saya dan miftah pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Pengennya sih ke salon, ngerapihin rambut miftah. Tapi miftahnya menolak terus. Ya sudahlaaaahh 😁
Didalam angkot, saya baru sadar kalau sandal miftah ternyata rusak. Lepas tali dibagian depannya Nggak bisa dipake lagi doonng, sol bawahnya juga sudah tipis. Akhirnya di supermarket kami membeli sandal baru. Saya terangkan kalau miftah memang butuh sendal baru. Kalau tidak beli, berarti miftah nyeker. Yang bikin saya rada kesal, karena harga sendal anaknya muahaall-mahaaalll sekalii.. tidak ada yang harganya 20 ribu πŸ˜‚. Tapi yaa terpaksa dibeli, karena butuh... 😊

#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarus Dicari
#Level8

Tuesday, September 19, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 6

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini saya tagih laporan keuangan pada khayla. Awalnya dia merasa keberatan, kenapa dia harus melakukan itu. Padahal sudah saya jelaskan kalau dari awal saya minta tolong, minta bantuan kepadanya untuk memcatat laporan keuangan sebagai bahan tulisan untuk laporan saya. Saya sudah ngantuk berat ingin tidur. Takutnya begitu saya bangun, khayla belum menuliskannya. Nggak ingin mengulangi kejadian rapel yang tidak disengaja lagi πŸ˜….
Khayla pun mulai menulis. Waauuww, singkat dan padat. Uang jajan yang saya beri hari ini sebesar 3000 rupiah, langsung habis untuk dibelikan es campur πŸ˜‚πŸ˜‚. Saldo akhir pun 0 lagi πŸ˜†


Pagi ini saya dan miftah pergi ke rumah salah satu anggota Tim Sejuta Cinta karena akan mensortir baju hasil sumbangan yang akan dijual lagi pada saat bazaar di acara Kuliah Umum tanggal 23 nanti. Tumben hari ini miftah tidak minta jajan. Malah saya yang menawarkannya apakah mau beli donat atau tidak saat melewati pasar sebelum kami ke Stasiun kereta Cimindi untuk naik kereta jam 8. Miftah mengangguk. Biasanya kalau sudah keluar rumah, pasti ada saja yang dia minta. Susu lah, permen lah.. tapi hari ini tidak. Baguslah..karena Bundanya belum ngambil uang di ATM dan uang yang ada mau dipakai untuk bayar angkot πŸ˜†


#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Monday, September 18, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 5

Bismillahirrahmaanirrahiim

Back to life, back to reality. Kembali ke sekolah, kembali ke uang jajan yang cuma Rp. 2500 πŸ˜†.

Saya tagih laporan keuangan hari ini. Untuk penulisan sih sudah OK. Saya tidak perlu menjelaskan lagi apa yang harus diisi ditiap kolom. Saya pikir Khayla sudah paham. Tapi tetaapp, saldo akhirnya Rp.0 πŸ˜‚. Kebetulan Pak Suami liat juga laporan keuangan itu. Lalu beliau bilang saldo akhirnya jangan 0 terus. Ya jadinya nggak akan nambah-nambah πŸ˜†


Miftah sadar betul kalau dia punya uang yang disimpan di celengan. Sebenernya celengan yang sudah dibongkar siihh..jadinya si uang bisa diambil kapanpun juga 😁. Lalu tadi pagi, selagi mengerjakan tesisnya, Pa Suami ingin santai sejenak dengan membeli cemilan ke minimarket. Kalau soal begini, Miftah langsung semangat ingin ikut. Ayah tanya "punya uangnya nggak?". "Punya", jawab Miftah yakin. Dia pun lari sambil membawa celengan miliknya dan meminta ijin pada saya untuk membelanjakan selembar uang yang dia ambil dari celengan. Tapi sekarang saya baru tau, kalau uang itu masih utuh, ada di rak, didekat vas bunga. Ayahnya masih berbaik hati agar miftah tetap menyimpan uangnya...


#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sunday, September 17, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 4

Bismillahirrahmanirrahiim

Hari ini ada event Family Fun Day yang diadakan dalam rangkaian acara Gebyar IIP Bandung. Kebetulan saya mendapat amanah untuk jaga stand Sejuta Cinta. Karena suami masih bekerja, anak-anak pun ikut saya. Sekalian mereka bermain juga. Sudah bisa ditebak siihh, pasti pengeluaran hari ini bakalan lebih, karena banyak booth permainan dan pastinya acara jajan πŸ˜‘πŸ˜†.

Seperti yang saya duga, mereka mulai minta jajan. Saya beri mereka uang masing-masing 10 ribu rupiah. Maksudnya biar mereka tidak bolak-balik minta uang lagi. Saya lihat khayla membeli sebungkus makaroni goreng dan miftah membeli sebotol minuman.

Lalu mulailah, mereka minta main di wahana Rumah Balon. Karena tiketnya 15 ribu, tidak mungkin memakai uang yang saya berikan πŸ˜…. Selesai bermain diwahana tersebut, mereka kembali ke stand. Beberapa saat kemudian, khayla ingin bermain panahan. Karena tiketnya 5 ribu, saya suruh khayla untuk membeli sendiri tiketnya dengan memakai uang yang dia punya. Tidak seperti tadi, kali ini miftah tidak ingin ikut bermain dan tetap di stand bersama saya.

Siang harinya khayla kembali minta uang, katanya ingin membeli permen. Saya tanya berapa sisa uang yang dia punya. Saya tanya juga berapa sisa uang yang miftah punya. Kalau khayla memang sisanya tidak banyak karena sudah bermain panahan. Sedangkan miftah, saya tebak ada 6 ribu lagi yang dia punya. Tapi saya kaget ternyata uangnya tidak ada. Padahal saya sudah ingatkan dari awal kepada mereka untuk menyimpan uang di tas khayla. Tapi tidak mereka lakukan. Saat itu khayla memegang uang 4 ribu dan ingin beli permen yang harganya 7500. Saya katakan pada dia untuk membeli apapun yang sesuai dengan jumlah uang yang dia miliki. Tapi dia merengek-rengek terus. Sebenernya saya malas untuk menuruti keinginannya. Tapi saya malu karena kami sedang berada ditempat umum dan banyak teman-teman yang saya kenal πŸ˜‘πŸ˜‚. Akhirnya saya memberinya uang 4 ribu dan miftah 5 ribu. Saya katakan kalau ini adalah terakhir dihari ini saya memberi mereka uang.

Saya ceritakan kejadian ini pada suami didepan khayla dan miftah. Saya jelaskan pada mereka, keinginan dan kebutuhan itu berbeda. Kalau kita hanya memikirkan keinginan, tidak akan ada habis-habisnya. Kita harus bisa memilah dan memilih mana itu kebutuhan, mana itu keinginan. Dan sesuaikan pengeluaran dengan uang yang kita miliki, jangan memaksakan untuk membeli barang-barang yang mahal. Hari ini memang pengecualian, besok kalau sudah sekolah, uang jajannya kembali lagi ke 2500  πŸ˜†☺


#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Saturday, September 16, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 3

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dihari ke-3, Khayla masih ada ragu dalam  mengisi kolom dilaporan keuangan. Akhirnya saya bimbing lagi mengisinya. Dari 2500 rupiah yang saya berikan, 2000 rupiahnya dia belikan kue roll. Tersisa 500 rupiah. Tapi ternyata kakak kelasnya ada yang memberinya 500 rupiah. Awalnya saya tidak percaya. Masa sih, ada yang mau memberikan uang pada khayla. Jangan-jangan khayla yang meminta. Tapi khayla bilang tidak. Uang memang diberi oleh temannya itu. Ya sudah saya percaya saja. Uang khayla bertambah jadi 1000. Tapi tidak lama, karena semua sisa uangnya dibelikan permen. Saldo hari ini pun 0 lagi πŸ˜†πŸ˜†.

Saat saya dan miftah ada diangkot dalam perjalanan menuju rumah, miftah bilang dia melihat mainan Lego Thomas dan dia ingin membelinya. Perasaan, saya tidak melihat ada toko yang menjual mainan. Kok miftah bisa ngomong seperti itu... sampai dirumah, permintaannya diulang-ulang lagi. Saya bilang, kita tidak harus langsung membeli apa yang kita inginkan. Lagipula lego itu bentuknya kecil-kecil. Saya tidak yakin kalau miftah mampu menyusunnya. Yang sudah-sudah juga mainannya malah terbuang. Tapi miftah teruss saja bilang kalau dia mau lego Thomas. Akhirnya sih teralihkan, begitu saya pergi ke warung. Karena pikirnya, kalau dia ikut saya ke warung, dia pasti bisa jajan, membeli yang dia inginkan. Sesampainya diwarung, bukan jajanan yang dia minta, tapi pisang untuk diolah jadi pisang goreng πŸ˜†. Sementara khayla minta buah jambu batu. Karena bukan jajanan, maka saya kabulkan permintaan mereka 😊

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial