Tuesday, September 19, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 6

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hari ini saya tagih laporan keuangan pada khayla. Awalnya dia merasa keberatan, kenapa dia harus melakukan itu. Padahal sudah saya jelaskan kalau dari awal saya minta tolong, minta bantuan kepadanya untuk memcatat laporan keuangan sebagai bahan tulisan untuk laporan saya. Saya sudah ngantuk berat ingin tidur. Takutnya begitu saya bangun, khayla belum menuliskannya. Nggak ingin mengulangi kejadian rapel yang tidak disengaja lagi 😅.
Khayla pun mulai menulis. Waauuww, singkat dan padat. Uang jajan yang saya beri hari ini sebesar 3000 rupiah, langsung habis untuk dibelikan es campur 😂😂. Saldo akhir pun 0 lagi 😆


Pagi ini saya dan miftah pergi ke rumah salah satu anggota Tim Sejuta Cinta karena akan mensortir baju hasil sumbangan yang akan dijual lagi pada saat bazaar di acara Kuliah Umum tanggal 23 nanti. Tumben hari ini miftah tidak minta jajan. Malah saya yang menawarkannya apakah mau beli donat atau tidak saat melewati pasar sebelum kami ke Stasiun kereta Cimindi untuk naik kereta jam 8. Miftah mengangguk. Biasanya kalau sudah keluar rumah, pasti ada saja yang dia minta. Susu lah, permen lah.. tapi hari ini tidak. Baguslah..karena Bundanya belum ngambil uang di ATM dan uang yang ada mau dipakai untuk bayar angkot 😆


#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Monday, September 18, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 5

Bismillahirrahmaanirrahiim

Back to life, back to reality. Kembali ke sekolah, kembali ke uang jajan yang cuma Rp. 2500 😆.

Saya tagih laporan keuangan hari ini. Untuk penulisan sih sudah OK. Saya tidak perlu menjelaskan lagi apa yang harus diisi ditiap kolom. Saya pikir Khayla sudah paham. Tapi tetaapp, saldo akhirnya Rp.0 😂. Kebetulan Pak Suami liat juga laporan keuangan itu. Lalu beliau bilang saldo akhirnya jangan 0 terus. Ya jadinya nggak akan nambah-nambah 😆


Miftah sadar betul kalau dia punya uang yang disimpan di celengan. Sebenernya celengan yang sudah dibongkar siihh..jadinya si uang bisa diambil kapanpun juga 😁. Lalu tadi pagi, selagi mengerjakan tesisnya, Pa Suami ingin santai sejenak dengan membeli cemilan ke minimarket. Kalau soal begini, Miftah langsung semangat ingin ikut. Ayah tanya "punya uangnya nggak?". "Punya", jawab Miftah yakin. Dia pun lari sambil membawa celengan miliknya dan meminta ijin pada saya untuk membelanjakan selembar uang yang dia ambil dari celengan. Tapi sekarang saya baru tau, kalau uang itu masih utuh, ada di rak, didekat vas bunga. Ayahnya masih berbaik hati agar miftah tetap menyimpan uangnya...


#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sunday, September 17, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 4

Bismillahirrahmanirrahiim

Hari ini ada event Family Fun Day yang diadakan dalam rangkaian acara Gebyar IIP Bandung. Kebetulan saya mendapat amanah untuk jaga stand Sejuta Cinta. Karena suami masih bekerja, anak-anak pun ikut saya. Sekalian mereka bermain juga. Sudah bisa ditebak siihh, pasti pengeluaran hari ini bakalan lebih, karena banyak booth permainan dan pastinya acara jajan 😑😆.

Seperti yang saya duga, mereka mulai minta jajan. Saya beri mereka uang masing-masing 10 ribu rupiah. Maksudnya biar mereka tidak bolak-balik minta uang lagi. Saya lihat khayla membeli sebungkus makaroni goreng dan miftah membeli sebotol minuman.

Lalu mulailah, mereka minta main di wahana Rumah Balon. Karena tiketnya 15 ribu, tidak mungkin memakai uang yang saya berikan 😅. Selesai bermain diwahana tersebut, mereka kembali ke stand. Beberapa saat kemudian, khayla ingin bermain panahan. Karena tiketnya 5 ribu, saya suruh khayla untuk membeli sendiri tiketnya dengan memakai uang yang dia punya. Tidak seperti tadi, kali ini miftah tidak ingin ikut bermain dan tetap di stand bersama saya.

Siang harinya khayla kembali minta uang, katanya ingin membeli permen. Saya tanya berapa sisa uang yang dia punya. Saya tanya juga berapa sisa uang yang miftah punya. Kalau khayla memang sisanya tidak banyak karena sudah bermain panahan. Sedangkan miftah, saya tebak ada 6 ribu lagi yang dia punya. Tapi saya kaget ternyata uangnya tidak ada. Padahal saya sudah ingatkan dari awal kepada mereka untuk menyimpan uang di tas khayla. Tapi tidak mereka lakukan. Saat itu khayla memegang uang 4 ribu dan ingin beli permen yang harganya 7500. Saya katakan pada dia untuk membeli apapun yang sesuai dengan jumlah uang yang dia miliki. Tapi dia merengek-rengek terus. Sebenernya saya malas untuk menuruti keinginannya. Tapi saya malu karena kami sedang berada ditempat umum dan banyak teman-teman yang saya kenal 😑😂. Akhirnya saya memberinya uang 4 ribu dan miftah 5 ribu. Saya katakan kalau ini adalah terakhir dihari ini saya memberi mereka uang.

Saya ceritakan kejadian ini pada suami didepan khayla dan miftah. Saya jelaskan pada mereka, keinginan dan kebutuhan itu berbeda. Kalau kita hanya memikirkan keinginan, tidak akan ada habis-habisnya. Kita harus bisa memilah dan memilih mana itu kebutuhan, mana itu keinginan. Dan sesuaikan pengeluaran dengan uang yang kita miliki, jangan memaksakan untuk membeli barang-barang yang mahal. Hari ini memang pengecualian, besok kalau sudah sekolah, uang jajannya kembali lagi ke 2500  😆☺


#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Saturday, September 16, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 3

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dihari ke-3, Khayla masih ada ragu dalam  mengisi kolom dilaporan keuangan. Akhirnya saya bimbing lagi mengisinya. Dari 2500 rupiah yang saya berikan, 2000 rupiahnya dia belikan kue roll. Tersisa 500 rupiah. Tapi ternyata kakak kelasnya ada yang memberinya 500 rupiah. Awalnya saya tidak percaya. Masa sih, ada yang mau memberikan uang pada khayla. Jangan-jangan khayla yang meminta. Tapi khayla bilang tidak. Uang memang diberi oleh temannya itu. Ya sudah saya percaya saja. Uang khayla bertambah jadi 1000. Tapi tidak lama, karena semua sisa uangnya dibelikan permen. Saldo hari ini pun 0 lagi 😆😆.

Saat saya dan miftah ada diangkot dalam perjalanan menuju rumah, miftah bilang dia melihat mainan Lego Thomas dan dia ingin membelinya. Perasaan, saya tidak melihat ada toko yang menjual mainan. Kok miftah bisa ngomong seperti itu... sampai dirumah, permintaannya diulang-ulang lagi. Saya bilang, kita tidak harus langsung membeli apa yang kita inginkan. Lagipula lego itu bentuknya kecil-kecil. Saya tidak yakin kalau miftah mampu menyusunnya. Yang sudah-sudah juga mainannya malah terbuang. Tapi miftah teruss saja bilang kalau dia mau lego Thomas. Akhirnya sih teralihkan, begitu saya pergi ke warung. Karena pikirnya, kalau dia ikut saya ke warung, dia pasti bisa jajan, membeli yang dia inginkan. Sesampainya diwarung, bukan jajanan yang dia minta, tapi pisang untuk diolah jadi pisang goreng 😆. Sementara khayla minta buah jambu batu. Karena bukan jajanan, maka saya kabulkan permintaan mereka 😊

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Friday, September 15, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini Day 2

Bismillahirrahmaanirrahiim


Hari kedua ini khayla masih keliru membuat laporan keuangannya. Akhirnya saya bimbing lagi. Apa yang diisi dikolom Keterangan, berapa nilai yang harus diisi dikolom Pemasukan, berapa nilai yang diisi dikolom Pengeluaran, dan berapa nilai yang diisi dikolom Saldo Akhir. Kemarin saya beri uang jajan Rp.2.500 dan masih ada sisa Rp.500. Hari ini saya beri Rp.3.000, sengaja ingin tahu apakah ada sisa lagi atau tidak. Setelah merinci untuk apa saja uang itu digunakan, ternyata...tidak bersisa sama sekali. Saldo akhirnya 0 😂😂.

Sementara Si Kecil Miftah, selalu berkata kalau dia ingin membeli mainan baru. Sebenarnya dia punya celengan, uangnya dia dapat saat Hari Raya Idul Fitri kemarin. Dan dia bilang dia akan beli mainan yang dia mau dengan uang tabungannya itu 😆. Tapi tentu saja tidak langsung kami kabulkan. Menunggu saat yang tepat untuk membelanjakan tabungannya itu.


#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Thursday, September 14, 2017

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Bismillahirrahmaanirrahiim


Begitu tahu Tantangan 10 Hari di Level 8 ini, saya langsung minta tolong pada Khayla untuk membuat laporan keuangan sederhana dari uang yang dia miliki.
Sebenarnya uang jajan dia perhari tidak banyak. Karena disekolah sudah disediakan catering, saya pikir uang jajannya tidak perlu banyak-banyak. Mau punya uang berapapun, ujungnya ya pasti habis. Apalagi mengingat anaknya gampang tergoda untuk beli ini itu, padahal tidak dia butuhkan.

Laporan keuangannya saya bagi menjadi 5 kolom. Tanggal, Keterangan, Pemasukan, Pengeluaran dan Saldo Akhir. Lalu saya jelaskan apa itu Pemasukan, Pengeluaran, dan Saldo Akhir. Saya kira dia sudah mengerti. Begitu malam harinya saya cek, saya pun mengernyitkan dahi melihat laporannya 😂😂. Akhirnya saya minta dia perbaiki lagi catatannya sambil diterangkan lagi apa yang harus ditulis ditiap kolomnya. Surprise, dari uang 2500 yang saya kasih, ternyata masih tersisa 500 rupiah 😁.



#KuliahBunSayIIP
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Thursday, September 7, 2017

Aliran Rasa Semua Anak Adalah Bintang

Bismillahirrahmaanirrahim

Materi kali ini semakin menyadarkan saya kalau setiap anak itu memang unik. Biarpun adik kakak, tapi belum tentu sama. Baik itu kepribadiannya, kebiasaannya atau kesukaannya. Ini terlihat dari kedua anak saya.

Si Sulung Khayla, biarpun umurnya sudah 8 tahun, tapi masih sering menangis. Seringnya membesar-besarkan masalah yang menurut kami sepele. Adaaaa saja alasan dan kata-kata yang dia ucapkan yang kadang bikin kami menepuk dahi dan mengelus dada. Kadang juga seperti tidak punya semangat dan motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Padahal saya sudah memberi motivasi, saran, atau solusi dengan mempraktekkan ilmu yang saya dapat dari materi Bunda Sayang. Tapi kadang tidak mempan. Bahkan kadang saya tidak mengerti dengan jalan pikirannya 😂.

Miftah divonis Speech Delay pada usia 20 bulan. Yang awalnya dia hanya banyak diam, sedikit-sedikit mau bersuara dan sekarang Alhamdulillah sudah mulai cerewet. Tapi ada yang saya rasa masih mengganjal yaitu ketidakpercayaan dirinya terutama jika berhadapan dengan orang baru, apalagi di lingkungan yang baru juga. Saya selalu menyemangati miftah untuk lebih berani dan tidak malu untuk bermain dengan yang lain.

Saya percaya fase ini harus saya jalani. Walaupun kadang saya tidak bisa sabar, walaupun saya sering marah kepada anak, tapi saya selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Dengan kekurangan dan kelebihan mereka, saya berharap mereka jadi orang baik yang dapat memberi manfaat bagi bagi orang disekitar mereka.